
Claudia sudah duduk manis di tempat yang telah di janjikan, yaitu di sebuah kedai kopi yang letaknya sekitar dua puluh menit dari hotelnya.
Claudia sengaja datang sepuluh menit lebih awal untuk memastikan agar tidak telat dari waktu yang telah di tentukan.
Sambil sesekali menyeruput es kopi yang telah dipesannya sedari tadi dengan melihat kearah pintu masuk berada. Kemudian Claudia melambaikan tangannya pada seseorang yang baru saja datang, seseorang yang telah membuat janji dengannya.
Saat mendekat, Claudia memeluk wanita tersebut dengan penuh hangat.
Dia adalah Amelia, teman Claudia yang juga sudah dikenalnya sedari SMA.
Walaupun jarang bertemu, tetapi mereka tetap saling bertukar sapa melalui pesan singkat atau sesekali saling bertelepon untuk menanyakan kabar dan bertukar rindu melalui suara.
“Maaf aku telat ya?” tanya Amelia
“Engga, akunya aja yang memang sengaja datang lebih cepat” jawab Claudia.
“Ayo sini duduk, kamu mau pesan apa?” di lanjut pertanyaan oleh Claudia
“Aku mau caffee latte aja deh.” Serunya sambil menutup buku menu yang telah dilihatnya.
Segera Claudia beranjak dari tempat duduknya dan memesan sesuai apa yang Amelia inginkan lalu kembali duduk bersama Amelia.
Dilanjut oleh mereka dengan saling menanyakan kabar, bercerita tentang masa lalu sesekali tertawa dengan cerita yang mereka ucapkan. Hingga Amelia bertanya tentang apa yang Claudia sampaikan padanya kemarin malam.
Kemarin malam Claudia menelpon Amelia menanyakan mengenai pekerjaan yang pernah ditawarkannya di sebuah rumah sakit swasta tempat dirinya bekerja.
***
“ketemu” serunya dengan raut wajah gembira.
Segera Claudia menghubungi nomor tersebut melalui telpon genggamnya, setelah dia memastikan kembali pesan yang dulu pernah di bacanya di sebuah grup chat.
“Halo Amelia” Seru Claudia, saat panggilannya telah terhubung.
“Iya halo Claudia, apa kabar?” jawab Amelia di sebrang sana.
“Mel, aku pernah baca pesanmu yang dikirim ke grup kelas tentang kamu yang lagi cari orang untuk bekerja di tempat mu juga bekerja. Apa itu masih bisa?” Tanya Claudia dengan ragu.
“Untuk posisi teresebut sudah terisi, tapi sekarang sedang ada bagian yang membutuhkan staff kembali. Ada yang mau kamu rekomendasikan?” tanya Amelia penasaran.
__ADS_1
“Mel, gimana kalo besok kita ketemuan aja. Sekalian ada yang mau aku ceritakan.” Ajak Claudia.
“Boleh, mau ketemu di mana?” tanya Amelia
“Kita ketemu di caffe shop yang ada di jalan H ya.” Seru Claudia dengan cepat.
“okay siap deh” Jawab Amelia.
***
Kemudian Claudia menceritakan semua kejadian yang menimpanya, dari dia yang di jodohkan oleh kedua orang tuanya hingga akhirnya Claudia kabur dari rumah dan kesulitan yang dialaminya saat ini.
Amelia yang dengan sabar mendengarkan semua keluh kesah sabatnya itu merasa iba, sambil sesekali mengelus punggung tangan sahabatnya berusaha memberikan perhatian.
Setelah Claudia selesai menceritakan semua kejadiannya, segera bertanya pada Amelia mengenai pekerjaan yang pernah ditawarkannya.
“Jadi gimana Mel, kamu bisa bantuin aku buat masuk kesana?” tanya Claudia
“Iya tentu aja bisa” Amelia menjawab dengan penuh keyakinan.
“Tapi kamu gak masalah kerja di sana? Aku khawatir Om Surya mengetahu dan kamu akan dipaksa pulang” ujan Amelia.
“Engga akan” jawab Claudia meyakinkan.
Waktu sudah menunjukan pukul enam belas sore, Amelia berpamitan karna dia memiliki janji lain yang harus di tepatinya.
Claudia segera menghubungi sahabat lainnya, yaitu Nadia. Segera Claudia menemuinya di diskotik yang tekah Nadia sampaikan saat di telpon.
Disana tentu saja ada Nadia dan Lutfi yang sedang menunggunya. Claudia menghampiri meja mereka.
“Gue baru aja cari kerja” teriak Claudia untuk memastikan suaranya terdengar oleh mereka.
“Hemhh, gimana maksudnya” tanya nadia.
“Iyaa, gue barusan ketemu Amelia buat minta di cariin kerja. Duit gue udah mau abis.” Teriaknya kembali.
“Kenapa gak loe pake duit gue aja? Loe gak nganggep gue ya.” Nadia bertanya dengan kecewa.
“Bukan, bukan gitu. Gue sekalian mau buktiin ke orang tua gue. Kalo gue juga bisa tanpa mereka” sahut Claudia.
__ADS_1
Nadia meng-iyakan pernyataan Claudia dan tidak melanjutkan kembali pertanyaannya.
Mereka teralu asik bercerita hingga waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam. Claudia pulang ke hotel di antar oleh Nadia dan Lutfi.
Saat di lobi, Claudia berjalan dengan sempoyongan, berusahan membuatnya tetap sadar lalu tanpa sengaja menabrak seseorang di depannya. Dia melihat ke wajah orang tersebut meminta maaf lalu meninggalkannya pergi menuju kamarnya.
Ke-esokan pagi Claudia menerima pesan dari Amelia dan langsung di bacanya.
“Claudia, kamu hari ini udah bisa masuk yah. Kamu bisa datang agak siangan, Karna ini hanya untuk perkenalan saja. Untuk resminya kamu bisa bekerja mulai besok yah. Sekalian hari ini aku kasih tau bagian dan posisi kamu disini”
Claudia tentu saja kegirangan, akhirnya dia tidak perlu lagi khawatir dengan sisa uangnya.
Sesampainya di rumah sakit, Claudia segera diajaknya untuk berkeliling dan di perkenalkan kepada pegawai lainnya. Tentu saja Claudia merasa senang karena sudah di terima di sana.
Lalu Clayudia teringat, jika dia belum mengetaui posisi apa yang akan di tempatinya dan menanyakan hal itu pada Amelia.
“By the way, aku kerja di bagian apa ya Mel? Tanyanya.
“Oh iya, kamu bakal ditempatkan di bagian Costumer Service Executiv, kamu yang akan meng-handle semua tamu penting rumah sakit ini. Gak masalah kan? Tanya Nadia.
“Engga masalah dong, tapi aku di tempatkan di sana memangnya gak masalah? Itu tamu penting rumah sakit kan? Aku belum ada pengalaman apa-apa loh” Claudia merasa ragu dengan posisinya.
“Engga dong, aku percaya sama kamu”. Sahut Amelia.
Tentu saja bukan hal sulit bagi Amelia untuk memberikan posisi tersebut bagi Claudia, karna dia adalah Direktur rumah sakit tersebut. Orang akan berpikir bagaimana bisa Amelia yang masih muda sudah menempati posisinya, tentu saja itu karna ayahnya tercinta. Ya, ayahnya adalah pemilik rumah sakit tempatnya kini bekerja. Tentu saja bukan hal sulit baginya untuk mepekerjakan orang disana.
Claudia pun di ajaknya kembali untuk di perkenalkan dengan beberapa orang lainnya. Sampai pada satu ketika, mata Claudia berhenti tempat pada orang yang duduk di deretan kursi rumah sakit.
“Bukannya itu cowok yang ganteng itu ya?” Gumam Claudia.
Dan sesaat kemudian pria tersebut pergi dengan ditemani gadis di sampingnya.
Claudia memperhatikan mereka berdua, lalu kaget dengan apa yang di lihatnya.
“Ah, wanita itu sedang hamil rupanya. Ternyata bukan hanya sekedar pacar” Gumamnya kembali.
Setelah Claudia diperkenalkan dengan hampir sebagian orang yang ada di sana, Amelia pun memintanya untuk ikut ke ruanganya. Mereka membicarakan tentang banyak hal terutama mengenai pekerjaan yang akan di lakukan oleh Claudia.
Sebagian besar dari yang di jelaskan Amelia adalah pelayanan untuk menyambut tamu-tamu penting di kantornya, serta memperkenalkan produk-produk unggulan pada pasien atau keluarga pasien VVIP.
__ADS_1
Setelah mendengar seluruh penjelasan yang Amelia sampaikan, Claudia segera pulang ke hotel H tempatnya menginap.
Dia mengistirahatkan tubuhnya untuk menjalani rutinitas barunya esok hari. Yaitu bekerja.