
disebuah pedesaan, terdapat rumah sederhana yang sedang melakukan perkumpulan setahun sekali,ya itu perkumpulan menyambut tahun baru di setiap tahun.
' ara usia mu sudah semakin bertambah.sudah 29 tahun nak,kapan kamu akan menikah? lihat nak, adik adik mu sudah pada menemukan pasangan mereka masing-masing dan sudah memberikan papa dan mama cucu.'ucap Handoko di tengah perkumpulan keluarga itu.
' papah tenang saja kalau sudah tiba waktu nya,ara pasti akan menikah.'jawab ara dengan santai, sambil mengemil kue kering yang ada di toples.
' kamu tidak bisa bicara seperti itu terus ara.ingat umur kamu tidak lagi muda,sudah seharusnya kamu menikah.jangan menunda -nunda lagi,kamu mau jadi perawan tua. 'gertak Handoko.
ara yang mendengar itu,hanya duduk diam dengan mulut yang masih setia mengemil sejak tadi.dia tak menanggapi gertakan dan ucapan papa nya yang sudah biasa dan sering terdengar oleh telinga nya.
ara memang tidak dekat dengan Handoko, diluar sana sosok seorang ayah/papa adalah cinta pertama untuk anak perempuan nya.tapi tidak dengan ara.
semul itu di sebabkan karena ,sikap dan perilaku Handoko yang sangat kasar dan suka main tangan pada anak anak nya dimasalalu.terutama pada ara,sejak ara berusia 6 tahun hingga saat usia ara meranjak remaja,Handoko masih juga sering memukuli ara.bahkan ara sering melihat papa nya memukuli dan menyiksa mama nya, dengan berbagai cara.semua itu sudah sangat sering terlihat oleh ara dengan mata kepala nya sendiri.
' papa punya beberapa teman yang memiliki anak laki laki yang belum menikah.jika kamu tidak bisa mencari pasangan mu, biarkan papa yang mencarikan nya.'sambung Handoko yang membuat ara berhenti mengunyah cemilannya.
' tidak! ara tidak mau.terserah papa mau bilang apa, pada intinya ara menolak untuk di jodoh jodoh kan dengan siapa pun itu.aku gak akan menikah dengan orang yang bukan pilihan ku sendiri.'bantah ara, yang membuat Handoko kesal.
' ara!! jangan keras kepala dan jangan banyak milih.seperti apa laki laki yang kamu mau,seperti apa laki laki pilihan mu ha! sadar ara kamu tidak punya apa apa, bahkan tamat sd pun tidak.jadi tidak usah berekpetasi tinggi.apalagi sampai milih milih.'ucap Handoko dengan lantam tanpa memikirkan perasaan ara terluka atau tidak dengan kata kata nya.
' aku sadar pah! aku sangat sangat sadar kalau aku ini tidak punya apa-apa dan tidak berpendidikan, seperti yang papa katakan.aku tidak bermaksud menginginkan pasangan yang kaya dan lain lain.aku hanya ingin menikah dengan laki-laki pilihan ku sendiri,tanpa harus di jodohkan.'sahut ara lalu bergegas pergi.
__ADS_1
sabar ara sabar.tahan amarah mu,kamu sudah biasa mendengar kata-kata yang bahkan jauh lebih menyakitkan dari itu.'batin ara
sementara saudara saudara ara yang lain hanya duduk diam saja, mendengar pertengkaran antar ayah dan anak itu yang sudah sangat sering mereka dengarkan sebelum sebelum nya.erna yang mengetahui jika perasaan ara terluka saat ini dengan kata kata suami.
erna pun bergegas menyusul ara.
' ara sayang? sudah...jangan di ambil hati dengan kata kata papa mu yang tadi ya nak.kamu tau sendiri sikap papa mu sedari dulu.seperti apapun pilihan dan keinginanmu, mama pasti akan mendukungmu.mama akan salalu mendoakan yang terbaik untuk anak anak mama.'nasehat erna.
mendengar perkataan mamanya,ara pun terharu dan tersenyum.erna memang paling mengerti dirinya,ara bersyukur. setidaknya ada mamanya yang slalu mendukung diri nya dalam hal apapun.
' terimakasih mah.'ucap ara menghamburkan dir memeluk mamanya, dengan mata berkaca-kaca.erna pun membalas pelukannya anak gadisnya itu, dengan mengelus ngelus punggungnya.
ibu dan anak itu pun saling melepas pelukan yang sempat terjadi tadi.
'bagaimana dengan pekerjaan mu di kota nak, tidak ada masalah kan?'tanya erna mencari topik obrolan.
' tidak mah,semua baik baik saja.'jawab ara.
'em mama mau tanya, pacar kamu yang kemarin udah gimana sayang? hubungan kalian baik-baik saja kan?'tanya erna lagi
' kami sudah tidak punya hubungan apa apa mah, orang tuanya di merestui karna aku tidak berpendidikan.padahal hubungan kami sudah jalan 5 tahunan.'jawab ara tersenyum getir.
__ADS_1
' sabar ya nak,mungkin dia bukan jodoh mu.semua sudah di atur sama Tuhan, jodoh, rezeki maut. Percaya semua akan indah pada waktunya. yasudah kamu istirahat sana, besok pagi kamu kan sudah harus berangkat ke kota.'ucap erna
ara pun mengangguk dan lagi lagi tersenyum haru dengan mamanya yang salalu mendengarkan,keluh kesah dan lain lain.
' selamat malam mah.terimah kasih buat mama untuk segala segalanya.'ucap ara dengan senyuman.
' sama sama sayang.yauda mamah mau tidur juga, ngantuk.selamat malam kembali sayang.'jawab erna mengulas senyum lalu bergegas pergi, Padangan arah masih terarah pada mamanya yang berjalan meninggalkan dirinya.
' aku sangat sangat bersyukur, Tuhan mengirimkan malaikat tak bersayap seperti mama dalam hidupku.semoga mama panjang umur dan sehat sehat selalu.'batin ara.
sebelum tidur ara membuka aplikasi hijau dan men scroll story kontak di aplikasi hijau tersebut.namun padangan tidak sengaja tertuju pada story seseorang, yang tak adalah mantan kekasih nya.karena penasaran ara langsung membuka story tersebut.dan seketika dadanya sesak,melihat story sang mantan bersama seorang wanita yang tidak asing baginya.
ya wanita itu tersebut salah satu guru di sekolah swasta, yang masih satu lingkungan dengan tempat kerjanya sekarang.
bohong jika dia tidak cemburu melihat kedekatan sang mantan dengan wanita lain, bagaimana pun hubungan mereka sudah lama terjalin.semua kenangan dan kebersamaan dengan sang mantan selama 5tahunan, belum bisa ara lupa secepatnya itu.
ara mencoba menekan nekan dadanya, berkali-kali menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya.namun tanpa ara sadari air mata menetes begitu saja tanpa seizin pemilik nya.setelah beberapa menit menangis,ara pun sudah bisa menenangkan diri nya.
'ayo arabella,kamu harus move on.kamu tidak boleh terus menerus seperti ini.apalagi yang kamu harapkan darinya,kamu harus bisa melupakan nya ara,harus!! jangan buang waktu dan air mata mu untuk masalalu, yang tidak akan pernah menjadi masa depan.kamu pasti bisa melupakan ara, pasti bisa!!'gerutu ara berbicara dan menyemangati diri nya.
setelah memberi semangat untuk dirinya, ara pun mulai di serang rasa ngantuk.dan beberapa detik kemudian ara pun terbawa kealam mimpi.
__ADS_1