
saat ini ara sedang berada dikamar mandi.ternyata setelah keluar dari ruangan pak Raditya,ara tidak langsung kembali ke kantin.ara memilih ke kamar mandi terlebih dahulu, untuk mencuci muka serta bibir nya yang telah bersentuhan dengan bibir pak Raditya.
' akhh sialan,bisa bisa dia ******* bibir ku.'gerutu ara dengan memandangi bibir nya dari cermin kamar mandi.
' first kiss tu telah hilang.'ucap ara dengan lesu.
' untuk jodoh ku kelak, maafkan aku yang tidak dapat menjaga first kiss untuk mu.'ucap ara dengan dramatis.
ara kembali mencuci muka,lalu bergegas kembali ke kantin.
' kak ara,kakak dari mana saja??'tanya sely.
' dari ruangan pak Raditya sel.'jawab ara.
' owh gitu,tapi kenapa kakak lama banget balik nya?'tanya sely dengan kepo.
' eh itu, tadi,itu kakak tadi di suruh bersihkan ruangan pak Raditya.iya tadi si bos juga yang nyuruh.'jelas ara terpaksa berbohong.tidak mungkin kan ara jujur tentang apa yang, membuat nya lama di ruangan pak Raditya.
' oh gitu ya kak.'ucap sely percaya dengan penjelasan ara, tanpa curiga jika ara berbohong.
' oh iya,kakak makan dulu ya sel.kalian udah pada makan?'tanya ara.
' udah kok kak,baru aja selesai.'jawab sely.
' yauda kalo gitu.:ucap ara.ara segera makan,karna masih banyak pekerjaan yang belum akibat ulah pak Raditya.
saat sedang makan, tiba tiba hal yang terjadi di ruangan pak Raditya tadi muncul dalam pikiran nya.
' sial, kenapa aku malah kepikiran hal itu si? astaga ara,ayo lah buang pikiran kotor itu.'batin ara sambil menggeleng-gelengkan kepala nya, sambil memukul nya dengan pelan.
karyawan lain yang melihat itu bingung,diam diam salah satu dari mereka,mendekati ara untuk memastikan apa yang terjadi.
' kak ara, kakak kenapa??'tanya rani yang membuat ara terkejut.
' ah tidak ran,kakak tidak kenapa-kenapa kok.'jawab ara.
' trus kenapa kakak geleng geleng gitu? kakak lagi sakit kepala?' tanya rani lagi.
' ah iya ran, kepala kakak memang agak pusing gitu.'ucap ara berbohong.
__ADS_1
" ya Tuhan ampunilah dosa,hari ini sudah banyak kebohongan yang aku lakukan.aku terpaksa Tuhan.'batin ara.
' bentar ya kak, aku ambil obat sakit kepala.'ucap rani.
' eh gak usah ran,ini udah agak mendingan kok.paling bentar lagi juga sembuh.'ucap ara tersenyum tipis.
' yauda deh kak.'jawab rani,lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya.
" jangan sampe aku sakit benaran, jangan ya Tuhan.aku masih mau sehat,biar tetep bisa kerja.kalo aku gak kerja, nanti aku gak bisa ngirim uang bulan untuk orang mama di kampung.'batin ara lagi, lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat,karna hari sudah menjelang sore.
pada pukul 15.00 mampir ke kantin untuk membeli minuman dingin, karena kebetulan mobil nya parkir juga dekat dengan kantin.
' eh pak Raditya,mau belanja apa pak?'ucap bu ani dengan ramah, melayani pak Raditya.
' saya mau pesan cappuccino mocca tapi yang dingin.'ucap Raditya.
' itu saja pak?'tanya bu ani.
' ya itu saja dulu.'jawab radit
dan sangat kebetulan saat itu ara, ingin membuang sampah.tentu saja buang sampah tak jadi,karna permintaan radit yang menginginkan ara yang membuat kan pesanan nya.
' ara buat pak Raditya cappuccino mocca dingin.'ucap bu ani.
' tapi bos,saya mau buang sampah.kan bisa suruh yang lain.'jawab ara yang ingin membantah.
' sudah buat kan saja pesanan pak Raditya, nanti saya suruh dewi yang membuang sampahnya.'ucap bu ani seolah sangat berpihak pada radit.
ara pun melirik ke arah radit yang tersenyum miring.
ah rasa nya ara ingin sekali memasuk radit kedalam plastik tong sampah,dan membuang nya ke laut agar menjadi santapan ikan ikan.
mau tak mau, ara pun bergegas masuk ke dapur dan membuatkan pesanan radit.setelah beberapa menit,ara pun keluar membawa cappuccino mocca dingin, sesuai pesanan radit.
' ini pak pesanan nya, silahkan diminum.'ucap ara dengan tersenyum palsu.saat ara meletakkan minuman tersebut di meja, Radit membisikan sesuatu di telinga ara.
' bibir mu manis.'bisik Radit yang membuat ara melotot.
mengarahkan padangan pada bu ani di meja kasir.ara pun menghela nafas, melihat bos nya yang sedang sibuk menghitung hasil penjualan hari ini.ara sangat takut jika bos nya sampai mendengar ucapan radit barusan.
__ADS_1
' pak tolong jaga bicaramu.'bisik ara yang membuat radit tersenyum lebar.
' ternyata pak Radit manis banget kalo lagi tersenyum seperti ini.'batin ara diam diam terpesona melihat senyuman pak Radit
' kalau kau tak ingin hal tadi siang diketahui banyak orang,maka syarat nya cuman satu.'bisik radit.
' syarat?? syarat seperti apa? bapak jangan macem macem deh ya.'ucap ara.
' gak macam macam kok,cuma 1 macam.'jawab radit yang membuat ara memutar bola matanya dengan malas.
' katakan apa syarat nya.'ucap ara.radit kembali tersenyum mendengar ucapan ara.
' turuti apapun permintaan saya.'jawab Radit dengan santai.sementara ara mata ara membulat.
' ha?? gak,gak,saya gak mau.'ucap ara, menolak.
rdait pun mengangguk ngangguk kan kepala nya, mendengar penolakan ara.
' baik jika itu mau mu,tapi jangan salahkan saya jika hal tadi yang terjadi di ruangan saya diketahui banyak orang.'acam radit dengan sengaja meletakkan ponsel di atas meja, yang ternyata dalam ponsel tersebut terdapat rekaman cctv saat kejadian tadi siang di ruangan nya.
sontak saja hal itu membuat ara takut,tentu saja dia tidak mau jika kejadian tadi siang diketahui banyak orang.pasti ara akan sangat malu.
' baik,saya akan menuruti apapun permintaan bapak,tapi jangan minta yang aneh-aneh ya.'ucap ara dengan terpaksa harus mengalah.
' tergantung.' jawab radit dengan enteng sambil menyedot cappuccino mocca dingin pesanan nya.
' hiss.' desih ara,lau bergegas kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaan nya
' dasar laki laki brengsek.laki laki sialan.berani berani dia mengancam ku menggunakan rekaman cctv itu.aku sungguh sangat membenci mu pak Raditya,akhhh...jerit ara dalam hati, yang begitu kesal teramat kesal mengingat ingat ancaman radit.
sebenarnya Raditya tidak berniat sedikit pun untuk menyebarkan rekaman cctv saat dirinya dan ara tak sengaja berciuman.radit hanya ingin mengerjai ara sebagai hukum karena, telah mengigit bibirnya hingga luka.
pikiran ara di penuhi dengan rekaman cctv di ponsel pak Raditya tadi.mulai dari kantin hingga tiba di kosnya,ara terus saja memikirkan rekaman cctv, berserta ancaman dan permintaan radit.
' aku harus gimana dong? kalo aku nolak permintaan pak radit, nanti dia nyebarin rekaman cctv itu'ucap penuh kebingungan sambil mengigit ujung kuku nya.
setelah beberapa menit berfikir,ara menghela nafas dan memutuskan untuk menuruti permintaan radit.
' tidak apa apa ara.turuti saja permintaan nya jika masih di hal yang wajar,jika dia meminta hal yang tidak wajar tendang saja barang pusaka.' ucap ara berbicara pada diri sendiri.
__ADS_1
setelah pikiran ara tenang,ara pun bergegas mandi untuk membersihkan diri nya.dan seperti biasa,di jam 08.00 malam ara login game dan mabar bertiga.