
' aku lagi dimana ini.'ucap ara yang baru saja bangun, sambil memijit mijit pelipis nya.ara pun mengedarkan pandangan nya keseluruhan rumah itu.
'aww.....'ucap ara sedikit berteriak, menahan rasa sakit di bagian kepalanya.radit yang baru saja pulang membeli makanan untuk ara langsung berlari masuk ke kamar ara beristirahat.
' kenapa, kenapa? apa yang sakit.'tanya radit dengan cemas.bukan nya menjawab,ara malah terbengong melihat radit.
' ke-kenapa kamu ada disini? trus kenapa saya bisa disini? seingat saya, tadinya saya berada di kos.kenapa tiba tiba jadi disini? ini dimana?'tanya ara bertubi-tubi.
' sudah, jangan banyak tanya.kau sedang sakit lebih kau makan dulu,lalu minum obat.tadi dokter sudah memeriksa mu, katanya kau sakit karna kecapean dan kurang istirahat.'ucap jawab radit lalu meraih makanan yang iya beli tadi.
' tapi saya mau tau kenapa saya bisa disini.saya ingin tau ini dimana dan....Mmmmttt.'perkataan ara terhenti karena radit menyumpel bibir ara menggunakan bibir nya. ara pun memukul mukul dada radit,dan mendorong nya sekuat tenaga.namun hal itu sama sekali tak berhasil, dorongan ara sama sekali tidak mempan bagi radit.setelah beberapa menit,baru lah radit melepas pangutan nya.
' buka mulut mu'ucap radit menyendok kan nasi pada yang tadi diab beli.ara baru saja ingin menolak dan protes,radit pun langsung mengancam nya.
' jika kau tidak menurut,maka saya akan mencium mu kembali.'acam radit yang membuat ara langsung membuka mulut.
' bisa gak kasih tau saya ini lagi dimana,dan kenapa saya bisa berada disini.'tanya ara sambil menguyah makanan nya.
' ini apartemen miliknya,saya mendapati mu pingsan di kos siang tadi, makanya saya membawa kemari.'ucap radit mulai menjelaskan.
' lalu kenapa tidak membawa saya ke klinik saja atau ke rumah sakit saja,kenapa kamu malah membawa saya ke apartemen mu?'tanya ara sambil menerima suapan dari radit.
' saya tidak suka bau rumah sakit,maka nya membawa mu kemari,dan memanggil kan dokter untuk memeriksa mu.'jawab radit kembali menyuapi ara.
' kenapa kamu bisa tau jika saya sedang sakit?'tanya ara
' dari salah teman kerjamu.'jawab radit.ara pun mengangguk angguk mendengar penjelasan radit,karna iya memang tadi ingat apa-apa.hanya mengingatkan jika tadi dirinya tidur dikos, karena tak enak badan.
__ADS_1
sesuap demi suapan,nasi Padang satu bungkus itu pun ludes oleh ara.radit kemudian menyodorkan obat yang tadi diresep oleh dokter.
' diminum obat nya.setelah itu istirahat, ingat jangan membantah jika kamu tak ingin bibir mu kembali basah.'acam radit yang membuat ara langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
setelah beberapa menit, radit pun melirik ara yang tertutupi dengan selimut tebal.radit pun memutuskan untuk membuka selimut tersebut, tujuan nya supaya ara tidak merasa pengap dan kepanasan.
' saat tidur begini,dia begitu imut.'ucap radit memandangi wajah ara yang sedikit pucat.
kini hari sudah menjelang sore.jam dinding di apartemen radit sudah menunjukkan pukul 16.30.radit pun memutuskan untuk mandi, membersihkan seluruh tubuh nya.setelah beberapa menit,radit akhirnya selesai mandi.iya pun keluar dengan handuk yang melilit dipinggan.
radit berjalan menuju cermin,dan tanpa iya sadari.ara sudah bangun sejak iya masih di dalam kamar mandi.
' astaga Tuhan,mata ku kembali ternodai.'batin memejamkan mata nya.tadinya iya hanya berpura pura tidur,iya berpikir jika radit akan pergi jika melihat terlihat diri nya ter tidur.namun ternyata dugaannya salah,radit tidak pernah kemana mana mahalan.
saat radit sedang merapikan rambut nya, iya tidak sengaja melihat ara yang bergerak gerak dari pantulan cermin.radit pun berbalik,dan berjalan mendekati ara.
mendengar perkataan radit,ara langsung saja membuka matanya dan berbalik.
cup
saat itu pun bibir mereka kembali bersentuhan,tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.langsung saja tadit memangut bibir ara tipis ara, ara berusaha memberontak dan terus menerus mukul dada bidang radit.namun bukan nya berniat melepas pangutan nya,radit malah mencengkeram kedua tangan ara dan memperdalam ciuman nya.
setelah puas di bagian bibir,radit kemudian turun menjelajahi bagian leher ara.iya mengisap leher ara, hingga berhasil membuat arah mendesah.namun saat mendengar ******* ara, radit malah menghentikan aksi gila nya.
' ma-maaf kan Saya,saya khilaf.'ucap radit tiba tiba menyesali perbuatannya.
sedangkan ara hanya diam saja,iya juga bingung harus apa.jujur saja iya juga menikmati permainan radit, meskipun awalnya iya menolak.
__ADS_1
dalam beberapa menit mereka pun saling diam,tak pembicaraan diantara mereka setelah kejadian tadi.namun karna hari sudah semakin malam,radit pun mencair suasana.
' ini sudah malam, lebih baik kau tidur disini.'ucap radit.
sementara pikiran ara sudah menjalar kemana-mana mendengar perkataan radit.
' tidak usah mikir negatif,saya akan pulang dan tidak akan tidur di sini.'sambung radit yang membuat ara menghela nafas.radit pun meraih kunci mobilnya.
' kalau ada apa-apa langsung kabarin saya.'ucap radit.
ara pun hanya mengangguk mendengar ucapan radit.setelah mendapat anggukan dari ara,radit pun bergegas keluar dari apartemen nya dengan menaiki lift untuk turun ke parkiran mobil di lantai basement.
di perjalanan menuju pulang,ntah kenapa,radit terbayang-bayang dengan kejadian di apartemen tadi.
' bibir nya membuat ku candu.'ucap radit kebingungan.di satu sisi iya senang,dan di satu sisi iya takut jika ara menjauhi karna beranggapan jika iya adalah laki laki mesum.
sementara di apartemen radit saat ini.ara pun merasa bingung dengan dirinya.disatu sisi iya menikmati saat radit mencium bibirnya,dan di sisi lain iya merasa dirinya begitu murahan, karena membiarkan radit mencium bibirnya.
' aku rasa,aku suka tidak waras.'ucap ara sambil menatap sekeliling kamar apartemen milik radit.ara pun berniat ke kamar mandi untuk mencuci mukanya,namun tak sengaja melihat dirinya di cermin.
aaaaaaaaa....teriak ara lalu dengan cepat menutup mulutnya menggunakan tangan nya.
' astaga Tuhan.... bagaimana besok aku bisa kerja jika penampilan ku seperti ini, ini pasti gara gara pak radit.akh sialan...'ucap ara mencoba menghapus tanda merah yang terlihat jelas di leher nya.
' gak bisa hilang,gimana dong??'ucap ara kebingungan,iya pun mencoba berbagai cara untuk menghilangkan tanda merah itu, namun tetap tak berhasil.
' kalo gini ceritanya,aku gak akan bisa masuk kerja besok.'ucap ara dengan raut wajah lesuh.ara kembali ketempat tidur dan beristirahat.
__ADS_1