Jodohku Kekasihmu?

Jodohku Kekasihmu?
55 berulah 5


__ADS_3

hingga tak ada jawaban apapun dari qeela padahal dhani sudah sering memanggil,dhani pun meraih tubuh qeela dan menarik kearahnya


"sayang... "kata dhani saat keempat mata mereka berhadapan


"aay... "kata dhani sambil mengecup bibir ranum istrinya


qeela pun hanya diam tak bergeming sambil memandang wajah suaminya yang sangat ia cintai pun yang selalu menyakitinya


"masssss... "kata qeela lirih


"ya sayang kenapa ada apa perlu apa bilanglah"kata dhani yang sumringah saat mendengar suara istrinya


"ceraikan aku tolong"kata qeela


"ga mungkin sayang ga bakal aku ceraikan kamu aku sudah bilang berkali kali"kata dhani


"kalau kamu berat menceraikan aku karena anak kita, aku akan serahkan hak asuh ketangan mas"kata qeela lirih


"ini bukan tentang itu sayang aku tidak bisa hidup tanpa kamu!!! tolonglah jangan bicara yang tidak tidak"kata dhani sambil memegang tangan qeela


qeela pun sampai kehabisan akal merayu agar diceraikan oleh dhani, qeela pun pelan pelan duduk sambil bersandar ditempat tidurnya


"aay... "kata dhani lirih


Sedang qeela pun hanya diam memaku dengan tatapan mata yang kosong,pikirannya melayang entah kemana


"aay...makan buah ya aku suapin"kata dhani sambil mengelus perut istrinya


qeela pun hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa menatap kearah dhani, dhani pun menghubungi yudi lewat ponsel istrinya karena ponsel dia remuk redam tadi


selang beberapa saat perawat masuk dan melepas infus yang dipakai oleh dhani,setelah perawat pergi dhani pun kembali menghampiri qeela yang sedang terduduk ditempat tidurnya


"aay... "kata dhani sambil duduk dan memeluk tubuh orang yang dia cintai


"hloh mas infus kamu mana?"kata qeela setelah sadar tidak ada benda yang tertancap ditangan suaminya

__ADS_1


"sudah aku lepas... aku mengkhawatirkan kamu"kata dhani


"kapan kita bisa pulang kalau mas kaya gitu"gerutu qeela


"aku sudah bukan pasien aku sudah boleh pulang tapi kamu yang pasienku sekarang"kata dhani


"apa apaan sih mas macam macam aja aku g kenapa2"kata qeela


"ayo kita pulang sayang kita balik kerumah kita"kata dhani sambil mengecup pergelangan tangan qeela


tak berapa lama yudi dan eko datang keruangan mereka tanpa mengetuk pintu


"yaelah bos liat liat tempat kek kalau mau bermesraan ayok pulang"kata yudi


"hmmm"balas dhani


dhani pun memapah pelan tubuh qeela, dia pun pasrah karena ada yudi dan eko disana g mungkin kan qeela memperlihatkan ketidakharmonisan rumah tangga mereka dihadapan orang lain


sesampainya dirumah dhani pun selalu menggandeng qeela menuju kamar, sedangkan yudi langsung balik ke kantor karena banyak pekerjaan yang menunggu mrngingat si bos bakalan lama tidak menginjakkan kaki dikantor itu


"kakak ikut ke jakarta sama oma opanya"kata dhani


"hloh kok g ijin aku dulu?bagaimana sekolah kakak kan g libur"kata qeela


"itu bisa diatur... yang aku butuhkan saat ini hanya bersamamu kita berdua... bi marni dan siti aku suruh pindah ke rumah eko dulu sementara jadi hanya kita dirumah ini"kata dhani


"mau apa lagi ini mas? "kata qeela lemas


"aku hanya ingin bersamamu tanpa ada satu orang pun yg mengganggu.kalau kamu butuh apa apa aku siap melayani aay"kata dhani


qeela pun serasa cape menanggapi tingkah polah suaminya yang tidak pernah berhenti memaksakan kehendak.rasanya mengeluh pun tidak akan ada gunanya dia lebih baik tidur biar sebentar melupakan kerumitan yang terjadi


setelah bangun tidur qeela beranjak dan menuju dapur karena kehausan, tak disangka dhani sedang terlihat bekerja diruangan kerjanya. melihat sekelebat gerakan istrinya dhani dengan sigap mnyusul


"butuh apa aay kenapa tidak memanggilku? "tanya dhani

__ADS_1


"gapapa mas aku cuma aus"kata qeela sambil mau berjongkok mengambil minuman yg ada dikulkas paling bawah


"e eh apa apaan kamu itu sini biar aku ambilin kamu duduk disana aja"kata dhani sambil memapah istrinya duduk dikursi makan


dhani pun mengambil gelas dan menuang jus kedalamnya kemudian meletakkan didepan istrinya, qeela pun segera minum tanpa menghiraukan tatapan dari suaminya


saat hendak berdiri dhani dengan sengaja memeluk pinggang istrinya dan memegang satu tangannya untuk digandeng


"mau kemana sayang? "kata dhani


"mau pergi"kata qeela


"udah g usah macem macem semua pintu aku kunci"kata dhani sedang qeela pun menatap jengah kelakuan suaminya itu


dhani pun mengantar qeela kekamar mereka kemudian merebahkan istrinya itu ditempat tidur mereka.qeela duduk bersender pada tepian tempat tidurnya sedang dhani tidur dipangkuan istrinya sambil menciumi perut istrinya


qeela mengambil ponsel yang berada dimeja kecil disamping tempat tidurnya dan terlihat menelfon seseorang


"assalamualaikum bun.... "kata qeela


"bunda ayah gimana kabarnya?ee engga bun qeela gapapa kok cuman tiba tiba kangen ayah bunda aja kok"kata qeela sambil menahan air mata yg hendak keluar


tiba tiba ponsel direbut dhani


"iya bun itu qeela sering nangis kalau keinget ayah bunda tapi kami sedang liburan bunda jadi belum bisa kesana besok kalau sudah pulang dhani usahakan ajak qeela kerumah bun. udah dulu ya bun ini qeela minta dikelonin"kata dhani sambil mengakhiri panggilan dengan ibu mertuanya itu


"apa apaan sih mas???? "kata qeela


"aku tau yg kamu fikirkan aay... besok kalau masalah kita sudah beres baru aku ajak kamu kerumah ayah bunda selama apapun yg kamu mau aku turutin"kata dhani


"aku mau selamanya pidah kesana"kata qeela


"oke kita pindah kesana sekalian ajak bi marni siti sama eko sekalian tuh"kata dhani


"apa apaan sih"gerutu qeela

__ADS_1


__ADS_2