
Suci memandang ke arah depan tepatnya ke beberapa pohon yang rimbun. Wajahnya akhir-akhir ini suka murung. Mungkin karena masalah yang begitu bertubi-tubi menimpa dirinya.
Terlebih lagi pacar yang begitu ia banggakan lebih memilih Keisha. Ia tak tahu apa bagusnya Keisha di mata Julian sehingga pria itu beraninya menyelingkuhi dirinya dengan wanita tersebut.
Dendam seorang Suci sangatlah besar kepada Keisha. Tapi sayangnya Keisha sulit untuk ditemui. Iya juga beberapa kali berusaha untuk merundung Keisha, tapi aksinya selalu saja digagalkan. Ia tahu jika dari awal dirinya tak memiliki power yang begitu besar. Sedangkan semua orang juga tahu jika Keisha menguasai bela diri.
Dan bisa-bisanya dirinya yang tak mampu melakukan apapun berani menyerang seorang Keisha. Ia sedang berada di taman karena Julian tadi mau minta dirinya untuk menunggunya di taman tersebut. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Julian pun datang.
Suci pun tersenyum lebar dan tak sabar untuk menyambut laki-laki tersebut. Tapi wajah Julian masih sama terlihat cukup dingin dan tak seperti biasa.
"Kenapa kamu minta aku ke tempat ini? Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?"
Keisha pun menarik nafas panjang dan menunggu Julian mengatakan hal sebenarnya. Dirinya sudah sangat gugup dan tak sabar ingin mendengar jawaban dari Julian.
"Gue cuman mau bilang ke sini kalau kita putus. Nggak usah deketin gue lagi dan lo juga jangan ganggu Keisha. Karena Keisha bukan selingkuhan gue, Keisha adalah teman gue."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut yang belum bisa diterima oleh Suci, Julian pun lantas pergi begitu saja. Ia sama sekali tak memikirkan bagaimana kondisi Suci setelah diputuskan oleh orang yang selalu dibanggakannya.
Wanita itu menangis tanpa suara. Iya ingin memakai kenceng tapi sangat malu karena di sini adalah tempat umum. Suci sendiri berusaha untuk menahan air matanya dan ia menyembunyikan tangisnya.
"Keisha sialan," ucap Suci sambil menggenggam tangannya.
Sepertinya ya harus menyewa pembunuh bayaran untuk menyelakangi Keisha. Terlebih Ia juga tahu jika kemampuannya tak sebanding dengan Keisha.
Sementara itu Raymond dan yang lainnya juga melihat bagaimana Suci diputuskan oleh Julian. Mereka tak menyangka jika Julian akan melakukan hal tersebut tanpa banyak berpikir.
Sedangkan Julian menghampiri mereka dan menepuk pundak teman-temannya. Ia meminta agar semuanya mengikuti dirinya.
"Kenapa? Lo juga mau putusin pacar lo? Pacar yang keberapa?" tanya Julian yang membuat Fano menggaruk keningnya.
"Kok jadi gue?"
__ADS_1
"Gue muak aja sama si Suci. Bisa-bisanya dia ngebentak Keisha tanpa tahu hal yang sebenarnya."
Aksi yang dilakukan oleh Julian tentunya didukung oleh Bintang. Ia sangat ingin melihat sepupunya itu bahagia dan tak disalahkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Contohnya adalah Suci.
"Baguslah kalau udah sadar diri. Dari dulu lo ngedeketin Suci tapi lo juga berusaha buat deketin Keisha."
"Gue penasaran aja sama si Keisha kemarin. Sekarang ternyata gue sama dia memiliki kisah kehidupan yang gak jauh beda. Tapi macarin Keisha juga tidak merupakan hal yang buruk."
Mereka semua terdiam dan memandang ke arah Julian terkejut.
"Padahal baru aja putus."
"Mau ke mana lagi kalau Keisha cantik banget."
________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.