
Benar saja seperti apa yang diharapkan jika semua pasang mata menatap ke arah mereka yang datang menjadi pasangan dan saling bergandengan tangan saat memasuki aula pesta. Bahkan hal itu tak hanya menarik perhatian di kalangan para siswa saja akan tetapi guru-guru pun juga sangat terpesona dengan pasangan tersebut.
Aura wibawa dan juga anggunnya benar-benar sangat terpancarkan sehingga mengalahkan mereka yang malam ini akan menjadi penampilan utama dari pesta tersebut.
Keisha pun menatap ke arah Mario dan juga teman-temannya Julian yang menatap mereka dengan pandangan melongo. Tapi tak sedikit mereka merasa sangat iri dengan Keisha dan bahkan terang-terangan mengetahui bahwa Geisha menggunakan jampi-jampi agar bisa membuat Julian tertarik kepadanya.
Padahal hal tersebut adalah sesuatu yang sangat tak mungkin dilakukan oleh seorang Keisha. Mengingat jika Keisha kurang mempercayai hal-hal mistis itu. Hanya mereka yang terlalu berlebihan menganggap dirinya dan juga selalu mengutuknya. Mentang-mentang ia menjadi anak yang pendiam tapi aslinya Keisha tak mudah untuk mereka bully.
Bahkan Keisha dengan sangat berani menatap mereka yang telah membullynya tersebut dengan tatapan yang sangat tajam. Tentunya mereka akan merasa kurang percaya diri dan juga kalah saing sehingga mereka hanya bisa menghujat dirinya tanpa bisa menunjukkan prestasi mereka.
"Lihatlah semua orang sangat iri kepada kita. Gue pikir misi kita untuk membuat orang-orang terpesona kepada kita gua anggap berhasil."
Keisha melakukan kepalanya karena ia juga merasakan hal yang sama. Tak disangka jika semua orang akan menatap ke arah dirinya dan itu terasa sangat canggung sekali.
"Ya ampun Keisha lo cantik banget sumpah dan gue masih nggak yakin kalau ini lo. Tapi kok lo bisa datang sama cowok ini?" tanya Mario yang sangat keheranan dengan laki-laki tersebut yang berada di samping Keisha.
Julian menatap ke arah Mario sangat tidak senang. Tampaknya Mario meremehkan dirinya dan tentunya Mario akan menjadi musuh utamanya karena telah berani mengusik dirinya.
Keisha yang tahu jika Julian terlihat sangat marah terhadap Mario pun menasehati laki-laki itu agar tak melakukan hal yang ceroboh apalagi sampai membully temannya.
"Awas aja lu sampai ngebully Mario. Gue pastiin lo nggak akan bisa selamat."
Keisha menarik napas panjang dan menatap ke arah pentas di mana acara pun mulai diadakan dan sekaligus acara ulang tahun ini dibuat juga untuk acara penyambutan tahun baru.
Acara pun berjalan dengan sangat hikmat penuh dengan keindahan serta penampilan-penampilan yang begitu memuaskan mata. Semua orang memuji keindahan serta kecantikan sekolah itu. Kisah sendiri tak menyangka jika dirinya bisa bersekolah di tempat ini. Karena jujur saja Keisha sangat menyukai sekolah ini.
"Sebentar lagi adik akan ada penyambutan tahun baru."
__ADS_1
"Nggak cuman sebentar lagi tapi beberapa detik lagi."
Keisha menatap ke arah Julian dengan senyum merekah. Tampaknya wanita itu sungguh tak sabar menanti pergantian tahun.
Hitungan pun mulai dilakukan dimulai dari 10 hingga pada akhirnya terdengar sirine yang sangat kencang menandakan jika tahun telah berganti. Keisha sungguh terkejut ketika tiba-tiba melihat bahwa Julian berada di depannya sembari memberikan bunga mawar untuknya.
"Keisha lu mau nggak jadi pacar gue? Memang ini bukan kesukaan kalinya gue nyatain perasaan ke lo. Tapi gue berharap jika lu bisa nerima gue apa adanya."
Keisha tampak berpikir beberapa detik. Selain kembang api yang menjadi perhatian parah kala yang akan tetapi Julian yang saat ini tengah menyatakan perasaannya kepada Keisha juga menjadi objek paling hangat di pesta tersebut.
Keisha sendiri tak memiliki alasan untuk ia menolak kembali perasaannya terhadap Julian. "Ya."
___________
2 Tahun Kemudian
Tapi untungnya ada Julian yang selalu saja memberikan semangat kepada Keisha. Mereka berdua juga telah direstui oleh kedua orang tua mereka sehingga Julian sempat berpikir jika tak ingin menunda hubungan ini dan ia ingin membawa Keisha ke jenjang yang sangat serius.
Tapi ia masih ragu untuk membahasnya bersama dengan Keisha. Ia takut jika wanita itu tak setuju dengannya dan Keisha marah kepadanya. Terlebih lagi yang paling bucin dengan hubungan ini adalah dirinya bukan Keisha. Sudah barang tentu yang paling berharap adalah Julian itu sendiri.
"Lo dari tadi belajar mulu emang nggak penat apa?" tanya Julian sembari merebut buku yang ada di tangan Keisha.
Semenjak Ia memiliki hubungan dengan Keisha, Julian telah berubah dari kebiasaan buruknya. Wanita itu telah membuatnya berhasil keluar dari zona merah. Bahkan Keisha berhasil membuat Julian menjadi orang yang cukup pintar karena pada dasarnya Julian memiliki IQ yang sangat tinggi hanya saja ia malas.
"Gue capek Julian. Tapi mau bagaimana lagi gue nggak boleh nyerah gitu aja. Gua harus bisa ke lawan rasa capek gue supaya gue menjadi orang yang berhasil."
Julian memandang Keisha dengan perasaan terharu. Ia meletakkan tangannya di atas kepala Keisha dan lalu kemudian mengusap kepala wanita itu.
__ADS_1
"Gue percaya sama lo dna gua berharap jika lo bisa ngebantu gue buat berubah dan menjadi orang yang benar. Dan kepercayaan gue tersebut pun berhasil. Jadi tidak ada yang tidak mungkin jika lo juga pede dengan apa yang lo kerjain. Jadi jangan terlalu berlarut-larut jika sudah tidak sanggup."
"Iya Tuan."
Keisha menarik nafas panjang dan memajangkan matanya. Sebenarnya Julian lah yang mengajak dirinya ke taman tapi Keisha malah mengerjakan tugas yang membuat Julian sangat tidak nyaman untuk mengungkapkan sesuatu kepada Keisha.
"Kalau gitu lo ikut gue ke suatu tempat. Siapa tahu ini bisa ngilangin perasaan stress lo."
Julian pun menarik tangan Keisha yang membuat wanita tersebut kebingungan. Namun Keisha hanya ikut-ikut saja sehingga ia tak menyadari jika telah memasuki area kawasan yang sangat private. Di situ kaisa melihat beberapa hiasan di taman tersebut dan juga beberapa kalimat yang membuatnya terkesima.
Kemudian ia memandang ke arah Julian untuk berterima kasih kepada laki-laki yang telah membawanya kemari. Namun Keisha malah dikejutkan kalah laki-laki tersebut malah perlu itu di depannya sambil mengeluarkan sebuah cincin.
"Julian apa-apaan ini?"
"Will You Marry me?"
"Hah?" Kisah sempat tak percaya beberapa menit sehingga pada akhirnya ia pun memutuskan jawabannya. "Yes."
Julian sangat senang dan kemudian mengangkat tubuh Keisha dan memutar-mutarkannya. Tak menyangka jika kisah cinta mereka akan berakhir seperti ini.
"Terima kasih."
Julian kemudian mencium bibir Keisha dengan sangat hikmat dan tak dipenuhi dengan nafsu.
_______
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.