
Hari ini Keisha dibawa ke kantin dan berkumpul dengan geng nya si Julian. Julian sengaja melakukan hal tersebut seolah-olah untuk menunjukkan kepada Keihsa jika gengnya tak lagi seperti dulu.
"Sha menurut lo bagaimana mengenai geng kita?" tanya Bintang yang sambil merangkul pacarnya.
Di sini mereka pada membawa pacar masing-masing dan hanya Julian dan Keisha yang takada membawa pasangan alias jomblo.
"Alay sih menurut gue." Keisha mengatakannya apa adanya membuat mereka semua sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Keisha.
Merasa semua menatap ke arah Julian yang merupakan ketua geng DNA bagaimana tanggapan Julian. Tapi tampaknya Julian biasa-biasa saja dan juga gak marah dengan tanggapan yang diberikan oleh Keisha.
"Sumpah lo gak marah Julian?" tanya Sarni yang merupakan pacar dari Fano. Lebih tepatnya haya selingannya Fano.
"Ngapain juga dia marah yang, orang Keisha crush nya," ujar Fano yang memberitahukan kepada sang pacar jika Keisha adalah orang yang sangat istimewa dalam hidup Fano.
__ADS_1
"Jadi rumor itu bener?"
"Hooh. Masa lo gak paham-paham juga dengan rumor itu."
Entah kenapa tampaknya pacar dari Fano itu tak menyukai Keisha. Tapi Keisha tak ambil pusing dan hanya berdiam diri saja fokus dengan makanannya.
"Kalau gak suka sama gue bilang aja kali gak usah natap kek gitu," ucap Keisha yang sudah benar-benar tak bisa menahan rasa kesalnya kepada perempuan itu yang malah didiamkan tapi sangat ngelunjak.
"Lo kalau gak suka sama Keisha mending pergi. Fano bawa pacar lo itu dari sini."
Sarni yang merasa jika dirinya menjadi pembicaraan orang-orang pun pergi dengan sendirinya. Tampaknya Fano sendiri tak bisa menjadi penengah di sini. Laki-laki tersebut menjambak rambutnya bingung. Lantas ia haru melakukan apa?
Pada akhirnya ia hanya bisa membiarkan sang pujaan hati pergi begitu saja daripada meninggalkan Circlenya sendiri. Karena persahabatan itu lebih berarti sementara itu Sarni hanyalah selingannya. Sedangkan dia masih memiliki banyak cadangan wanita lain.
__ADS_1
Julian pun menarik nafas panjang dan menatap ke arah panah dengan cukup tajam. Fano pun harus bersabar karena lagi-lagi ia yang menjadi tersangka di sini.
"Lo juga ngapain sih bawa sahabatnya si Suci ke sini. Kalau lo aja tahu si Sarni itu mulutnya lebih pedes dari si Suci." Julian seakan tengah memberikan nasehat kepada sahabatnya tersebut.
Keisha hanya memakan baksonya dengan enteng mendengarkan pertengkaran mereka. Di sini hanya ia perempuan dan dirinya pun menjadi perhatian banyak orang. Apalagi para fans dadakan yang melihat Keisha dan juga Julian duduk secara bersampingan lantas memotretnya dan menyebarkannya. Bisa dikatakan mereka berdua adalah selebritinya sekolah ini.
"Kenapa sih orang-orang pada ngefotoin gue. Capek juga jadi orang yang deket sama lo."
Julian yang mendengar hal tersebut kontan membulatkan matanya. Ia memandang ke arah orang-orang yang memotret dirinya dan juga Keisha. Julian memandang mereka dengan penuh intimidasi sehingga membuat mereka langsung menundukkan kepalanya.
"Gila sih orang itu. Hampir aja ngebuat gue. Bayangkan kalau Keisha marah sama gue."
Keisha pun akhirnya bisa makan dengan tenang. Wanita tersebut memasukkan beberapa bakso ke dalam mulut nya dan lalu mengunyah bakso tersebut sehingga tampaklah pipi Keisha yang sangat tembem.
__ADS_1