Julian VS Keisha

Julian VS Keisha
Part 25


__ADS_3

Hari ini Keisha tak mengerti kenapa Julian membawa dirinya ke dalam sebuah cafe terlebih dahulu sebelum datang ke rumah ibunya. Padahal Keisha sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan rumah yang telah menaungi Julian seumur hidupnya.


"Kenapa kita ke cafe dulu? Kenapa nggak langsung ke rumah aja kan kita makan di rumah." Julian pun menarik nafas panjang dan melirik ke arah Keisha sebentar.


Laki-laki tersebut pun tak mempedulikan Keisha dan membuka pintu mobilnya. Lalu kemudian ia mengitari mobil tersebut dan membukakan pintu untuk Keisha. Keisha mengerutkan kening masih belum mengerti dengan apa yang hendak dilakukan oleh Julian.


Tapi wanita itu menurut saja apa yang setiap kali Julian lakukan. Nggak pada akhirnya Julian membawa dirinya masuk ke dalam cafe tersebut. Keisha pun duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan menunggu Julian yang tampaknya tengah memesan sesuatu.


"Nggak papa lah kan kita sebelum ke rumah mau dinner dulu?"


"What? dinner dulu kata lo? Yang ada malah ngabisin waktu." Keisha sendiri merasa bingung dengan laki-laki yang ada di sampingnya tersebut.


Ia pun menggelengkan kepalanya dan malah fokus dengan sosial medianya. Sementara itu Julian dari tadi berusaha untuk mencuri-curi pandang ke arah Keisha. Sebenarnya ada sesuatu yang ia ungkapkan tapi sampai sekarang tak berani ia katakan. Entah itu perasaannya sebatas penasaran atau memang beneran.


"Keisha!" Keisha pun memandang ke arah Julian yang baru saja memanggil dirinya. Wanita tersebut mengerutkan kening dan menunggu Julian melanjutkan kalimat selanjutnya. "Lo mau nggak jadi pacar gue?"

__ADS_1


Keisha pun mengedipkan matanya beberapa kali seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Julian. Wanita tersebut berusaha untuk mencerna segalanya sebelum akhirnya ia disadarkan oleh Julian.


"Kenapa? Lo nggak mau jadi pacar gue?"


"Hah? Lu serius lagi nembak gue ceritanya?" tanya Keisha yang masih belum paham juga tujuan Julian mengajaknya kemari.


"Iya Keisha. Makanya gue ngajakin lo ke sini, kalau nembak lo di rumah gue kayaknya nggak estetik."


Keisha membulatkan mulutnya. Jujur sampai sekarang ia tak memiliki perasaan terhadap Julian. Terlebih lagi ia tahu waktu kalian yang seperti apa.


"Sejak kapan gue masih sama Suci? Gua udah putus kok sama dia."


"Gampang banget lu mutusin cewek," ucap Keisha yang tidak menyangka dengan Julian.


Ia takut akan bernasib sama seperti Suci. Bagaimana jika Julian hanya menganggap dirinya sebagai bentuk pelampiasan? Keisha tak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Ia adalah wanita yang paling sulit untuk didekati jadi Keisha mempertahankan reputasi tersebut.

__ADS_1


"Lo kira gue apaan? Sampai kapanpun gue nggak akan mau. Kayak gue nggak tahu aja lu kayak apa, apalagi lu seenak jidatnya mutusin Suci. Jadi nggak ada kemungkinan jika gue juga bakal bernasib sama seperti Suci."


Oke baiklah Julian mengerti dengan alasan tersebut. Ia pikir dirinya juga terlalu barbar. Wanita itu menarik nafasnya cukup panjang lalu membuang pandangannya.


"Keisha, gue juga nggak nuntut jawaban iya dari lo. Dengan begini aja gua udah bahagia banget lo mau deket sama gue. Gue ngerti dengan perasaan lo sendiri. Mungkin kita hanya deket aja kali ya."


"Nah kalau itu boleh tuh."


Julian pun menarik nafas cukup panjang dan menatap Keisha secara diam-diam. Ia pikir dirinya juga harus mengetahui apakah ia mencintai Keisha hanya karena penasaran atau hal yang lainnya.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.

__ADS_1


__ADS_2