
Hubungan Keisha semakin dekat namun tak ada kejelasan sama sekali dari hubungan itu. Di sini yang paling tidak diuntungkan adalah Julian di mana dirinya harus terjebak bersama dengan Keisha di friends zone. Tentunya hal tersebut membuat harapan Julian serasa digantungkan. Ia pun tak mengerti kenapa di sini dirinya yang terlalu berharap.
"Kei! Udah mau tahun baru dan malam nanti tahun baru sekaligus perayaan ulang tahun sekolah kita. Emang gak ada sedikitpun lo pengenĀ beri sedikit perasaan lo kepada gue?"
Keisha yang mendengar hal tersebut tentunya sangat terkejut. Ia yang dengan membaca novel pun langsung memandang ke arah pria itu dengan tatapan sengit.
Berani-beraninya Julian mengatakan hal tersebut di depannya. Padahal Ia seringkali memperingati laki-laki itu agar menjaga batasannya terhadap dirinya. Bukan apa-apa hanya saja Keisha tidak ingin menaklukkan hatinya kepada Julian. Karena ia terlalu malu untuk menelan ludahnya sendiri walaupun kedekatannya dengan Julian beberapa bulan ini membawa perasaan yang berbeda terhadap hatinya.
Keisha mengakuinya sendiri tapi ia sangat malu. Dan pada akhirnya ia hanya bisa menjadi orang yang menyimpan perasaannya tanpa diketahui oleh orang lain. Sebut saja dia terlalu munafik dan jika Julian mengetahui hal tersebut pasti dia akan mentertawakan dirinya.
"Apa lo bilang? Lo nggak ada takut-takutnya bilang kayak gitu di depan gue ya. Udah gue tegasin beberapa kali kalau kita itu cuman temen. Kalau lo nggak mau temenan sama gue mending lo pergi," ucap Keisha yang kemudian melanjutkan membaca novel yang ada di tangannya.
Baru kali ini ia tertolak dengan puluhan kali dan orang yang menolaknya adalah orang yang sama. Sebenarnya Julian sangat malu dan tidak tahu harga dirinya di mana karena ia seperti tengah di permainkan dan dijebak. Tapi adanya ia sama sekali tak bisa marah terhadap Keisha. Karena Keisha adalah orang satu-satunya yang bisa membuat dirinya percaya diri dengan hidup ini. Mendapatkan masalah keluarga tentunya itu bukanlah sesuatu yang baik bagi dirinya.
Namun Keisha datang dalam hidupnya dan menegaskan jika wanita itu tak bisa ditindas. Seolah-olah dia ingin mengatakan jika bahwa dirinya adalah orang yang hebat. Kemudian ia memberikan beberapa nasehatnya untuk dirinya yang membuat Julian merasa bahwa wanita itu istimewa. Wajar saja jika mendapatkan Keisha sangat sulit. Apalagi dengan reputasinya yang buruk serta Keisha yang memiliki pengalaman yang sangat baik.
"Ya gue tahu gue nggak akan pantas sama lo. Mungkin lo juga masih marah terhadap gue karena gue membully orang dulu."
Keisha pun menatap ke arah laki-laki tersebut yang rupanya sadar dengan kesalahannya dan karena itu pulalah Keisha selalu mempertimbangkan perasaannya.
"Baguslah kalau sadar."
"Tapi setidaknya gue berusaha buat berubah. Walaupun itu sulit seharusnya lo mengapresiasi."
Keisha menghilang nafas panjang dan menatap ke arah wanita itu dengan tatapan yang sangat penuh arti. Seolah-olah ada yang ingin Ia sampaikan dari tatapannya dan ia juga bangga bahwa Julian bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi dengan waktu yang cukup singkat hanya karena dirinya.
__ADS_1
"Malam ini ada acara di sekolah. Katanya lu mau ngajakin gue cari baju. Jadi nggak?"
Julian pun tersenyum lalu menyerahkan sebuah kado kepada Keisha. Keisha sendiri kebingungan dan mengerutkan keningnya. Namun tangannya tetap mengambil kado tersebut.
"Apaan ini?"
"Ada aja."
____________
Keisha sungguh terkejut saat mengetahui jika kado itu adalah berisi gaun pesta yang sangat indah. Maka dari itu ia berdandan secantik mungkin dan kemudian berusaha untuk tak memalu-malui Julian yang sangat berharap kepadaNya. Baju pesta itu sungguh indah dan kebetulan Keisha teramat menyukai baju itu.
Maka dari itu ia pun hari ini dengan senang hati menunggu jemputan dari Julian yang katanya sebentar lagi akan datang untuk pergi bersama ke pesta tersebut. Keisha sangat senang dan ibunya pun turut bahagia melihat Keisha yang biasanya selalu terkesan dengan tugas-tugas namun hari ini ya terlihat ceria.
Tak lama keluar seorang pria dengan kerja warna hitam sambil membawa bunga. Penampilan pria itu begitu mewah dan juga penuh wibawa. Bagan kisah sendiri sangat terpesona kepada laki-laki itu tanpa disadari olehnya. Melihat tatapan Keisha kepadanya membuat Julian semakin besar kepala dan penuh percaya diri.
Ia menghampiri Keisha lalu menyerahkan sebuah buket bunga kepada wanita itu. Keisha sendiri sangat kebingungan namun semuanya langsung ditepis dengan perasaannya yang sangat bergejolak jika pria itu dekat dengannya.
"Buat apa bunga ini? Kayak pasangan aja."
"Karena kita memang pasangan."
Keisha yang semulanya ingin membalas kalimat laki-laki tersebut langsung menutup mulutnya dan menatap ke arah Julian dengan penuh perasaan yang sangat gugup. Bisa-bisanya laki-laki tersebut berhasil membuat dirinya berada di posisi ini. Jantungnya berdebar melihat berlian apakah itu pertanda jika ia sebentar lagi akan menelan ludahnya sendiri.
Keisha mengambil buket bunga tersebut dan lalu kemudian melemparkan senyum manis di pipinya kepada laki-laki tersebut yang membuat Julian tak bisa berkata-kata karena hatinya penuh dengan bunga saking bahagianya melihat senyuman yang diberikan oleh Keisha untuknya.
__ADS_1
Julian memberikan tangannya dan disambut oleh Keisha.
"Apakah kau siap untuk menuju ke sekolah? Kau akan menjadi pendampingku dan ku pastikan jika semua mata akan tertuju pada kita."
Biasanya Keisha akan marah jika Julian bertingkah aneh seperti ini apalagi sok-sokan menggunakan bahasa yang penuh dengan formalitas.
"Ya Aku harap juga begitu Tuan."
Kemudian Keisha pun masuk ke dalam mobil Julian. Mereka berdua begitu terlihat serasi dengan penampilan yang sangat indah dan juga penuh wibawa dan satunya lagi anggun.
Keisha tak pernah membayangkan jika dirinya akan berada di situasi seperti ini. Jantungnya tak bisa dikontrol lagi. Dia berdetak begitu kencang membuat Keisha kewalahan untuk mengontrol jantungnya sendiri.
"Aku harap bisa menjadi pendamping yang baik," bisik Keisha dan kemudian menatap ke arah Julian sembari tersenyum tipis.
Julian sempat melirik Keysha lalu juga ikut tersenyum jika seolah-olah mengikuti permainan wanita itu.
"Baiklah Tuan Putri aku akan menunggu aksimu. Aku sangat tidak sabar saat orang-orang melihatmu nanti dengan terpesona."
Keisha pun jadi membayangkan bagaimana nanti dia masuk ke dalam acara pesta tersebut. Mengingat jika dirinya dan juga Julian menjadi gosip nomor satu di sekolah tentu saja hal tersebut bisa terjadi Dan mungkin paginya berita itu akan memanas.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1