
Ketika di dalam ruangan kepala sekolah lalu disidang di ruangan BK tak juga membuat Keisha takut dengan kuasa yang dimiliki oleh Julian. Ia ingin menunjukkan kepada sahabatnya Mario jika ia bisa membuktikan kata-katanya yang tak akan pernah takut kepada mereka semua.
"Lo yakin lo pasti menang lawan mereka?" bisik Mario kepada Keisha yang saat ini tengah mendengarkan ceramah kepala sekolah di depannya.
Tampak sekali tak ada keadilan di sini yang membuat Keisha sangat muak dengan sekolah tersebut. Sebenarnya sekolah ini sangat bagus, hanya saja karena ada salah satu orang seperti Julian lah yang membuat reputasi sekolah ini buruk.
Guru dan kepala sekolah akan adil, tapi tidak jika sudah berhadapan dengan Julian. Mereka seperti tak bisa melakukan apapun kadena kendali ada pada keluarga Julian.
"Kamu sudah paham Keisha?" tanya sang kepala sekolah dengan penuh tekanan.
Sementara itu ada Julian and the geng di situ yang juga ikut disidang dan hanya dimarahi sebentar saja dan tak separah dirinya. Sungguh tak ada keadilan sama sekali di sini yang benar-benar membuat Keisha berpikir jika ia tak berguna masuk sini karena semuanya penuh dengan rekayasa.
"Gak paham Pak."
__ADS_1
Mata kepala sekolah itu membulat. Keisha dengan sangat berani menantang mereka tanpa ada takut sama sekali hingga membuat kepala sekolah saja terkejut.
"Seperti itukah adab seorang murid kepada gurunya? Apa guna kamu di sekolahkan di sini?"
Guru-guru yang ada di situ dan melihat bagaimana Keisha dimarahi oleh kepala sekolah pun sangat merasa tak tega. Karena mereka semua tahu jika Keisha adalah anak yang rajin dan menjadi kesayangan beberapa guru.
Mereka tahu jika yang salah adalah Julian. Tapi tidak ada sama sekali yang berani menyalahkan pria itu. Dan karena hal tersebut pula lah yang membuat Keisha sangat muak dengan sistem sekolah ini.
"Bapak, benar-benar sangat menyebalkan. Saya tak tahu harus berkata seperti apa. Tapi yang pasti di sini aku dan Mario tidak salah sama sekali. Kami dibully dan saya berusaha untuk menyelamatkan Mario. Apakah Bapak tak bisa menyadari hal itu? Kenapa Bapak malah Ngoto jika kamu yang salah? Kenapa? Apakah Bapak takut kepada orang tua Julian. Semua orang juga tahu jika kalian terlalu tunduk kepada orang tua Julian. Seperti dia adalah seorang Tuhan aja."
Julian pun dari tadi hanya diam dan mengerakkan semua ocehan dari Keisha. Ia cukup tertarik dengan wanita ini yang bisa melawan sang guru yang sudah diberikan uang oleh keluarganya.
"Jaga mulut kamu Keisha! Kamu tidak takut apa konsekuensinya jika kamu melawan seperti ini? Kamu benar-benar keterlaluan. Kamu mau saya hukum."
__ADS_1
"Bapak, terlalu mendewakan kelurga dia. Padahal dia hanyalah sebatas manusia biasa."
Keisha yang sudah sangat kesal pun lantas menarik tangan Mario untuk keluar dari ruangan tersebut. Buat apa berlama-lama di sana dan disalahkan padahal sama sekali bukan salah mereka.
Pada saat di luar Keisha dengan cepat membawa Mario ke tempat sepi. Ia pun mengusap dadanya karena telah merasa tenang.
"Gue pikir gue bakal mati. Sumpah tadi gugup banget. Untung gue kuat," ucap Keisha sambil menarik napas lega.
Ia melirik ke arah Mario yang hanya diam.
_________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.