
Sebelum berangkat kerja aku bertemu dengan kak Rara di dapur kosan, kak Rara terlihat jauh lebih tenang dibandingkan kemarin, matanya masih terlihat bengkak.
"Hai, kak gimana semalam, nyenyak tidurnya?", tanyaku, sambil membuat teh.
"Eh, iya kenapa Al, ya lumayanlah, sorry ya kemarin, gue drama banget", kata kak Rara sambil meneguk minuman di gelasnya.
"Aku berangkat dulu ya kak", kataku berpamitan dengan kak Rara.
Saat buka pagar, ada seorang pria keluar dari depan pagar kosanku. Pria itu menyapaku.
"Hai mbak, yang kos di sini ya, kenalkan nama saya Randy", katanya mengulurkan tangan kanannya ke arahku.
"Iya kak, saya Alya yang kos di sini", kataku meraih tangannya dan berjabat tangan dengannya sebentar lalu melepaskan jabatan tangannya.
"Saya anaknya ketua RT di sini, boleh minta nomornya?, sapa tahu kalau ada apa - apa dengan anak kos ini, saya kan jadi bisa membantu, lagipula saya masih single mbak, sapa tahu kan dapat jodohnya dekat", katanya Randy.
"Boleh juga nih di jodohin ke kak Rara", kataku dalam hati dan melempar senyum ke arah kak Randy.
Aku pun memberikan nomor telepon, kami bertukar saling memberitahu nomor kami di whatapp.
Sepulang kerja seperti biasanya, pacarku selalu setia mengantarku pulang sampai depan kos. Handphoneku tiba - tiba berbunyi, sahabatku waktu kuliah menghubungiku, namanya Ramdhan.
"Ya, hallo Ram, gimana - gimana!", kataku ditelepon.
"Apa kabar loe, udah kerja?", kata Ramdhan ditelepon.
"Udah bro, jadi sekretaris", kataku, aku berpikir ingin menjodohkan Ramdhan dengan kak Rara.
__ADS_1
"Btw, udah punya gebetan belum?", tanyaku.
"Belum, gimana - gimana nih maksudnya!",tanya Ramdhan
"Maksudnya pacar gitu, bro", kataku sambil berjalan memasuki kosan menuju kamarku.
"Belum, belum, loe tahu sendiri gue sama loe aja baru kerja, kerjaan kita belum settle, nunggu mapan dulu lah, emang kenapa nih?", kata Ramdhan.
"Enggak, gue tadinya mau ngenalin loe sama kak Rara teman kosan gue", kataku yang sudah berada di kamar kos dan duduk menyender di pinggir kasur.
"Ya gapapa kalau cuma kenalan, bersilahturahmi, nambah teman, nambah keluarga, nambah saudara", kata Ramdhan.
"Ok deh besok gue tanya dia mau gak gue kenalin sama loe, nyambung sejam lagi, gue baru pulang nih, gue mau beberes dulu", kataku.
"Oh...ok - ok", kata Ramdhan dan mematikan teleponnya.
"Nonton apa kak Rara, ohya kak, mau gak kenalan sama temanmu, dia masih single", kataku duduk di sebelah kak Rara sambil menonton televisi.
"Ya ampun Al, beda jauh usia dari kakak, gak usahlah ya, trauma kaya kemarin", kata kak Rara menoleh padaku.
"Tenang aja kak, dia teman kuliahku dulu, dia cowo baik - baik kok kak", kataku pada kak Rara.
"Yaudah kasih aja nomor kakak, hahaha", kata kak Rara.
"Sip", kata ku menunjukkan isyarat ok di jari tangan kananku.
"Bro, ni nomornya kak Rara", kataku di whatapp.
__ADS_1
"Ok, ok nanti gue hubungin, tapi gak sekarang ya Al", kata Ramdhan membalas whatappku.
Keesokan harinya Ramdhan tidak juga menghubungi kak Rara, kak Rara pun tidak akan menghubungi Ramdhan.
Beberapa hari kemudian kak Rara bertanya padaku soal pria yang tinggal di depan kosan karena kak Rara sering melihat pria itu di balkon teras atas rumahnya duduk melihat ke arah balkon teras kos kami. Aku menceritakan padanya tentang kak Randy anak ketua RT. Aku pun memulai rencana untuk menjodohkan kak Randy dengan kak Rara.
Aku mengirimkan nomor kak Randy pada kak Rara, begitupun sebaliknya. satu minggu kemudian kak Rara menceritakan bahwa dia dan kak Randy sudah intens berkomunikasi. Aku berdoa semoga ini jodoh kak Rara.
Saat weekend kak Rara pergi berasama kak Randy ke mall, mereka berjalan untuk menonton bioskop, di dalam bioskop mereka duduk bersebelahan, di tengah pemutaran film, kak Randy memegang tangan kiri kak Rara, perasaan kak Rara menjadi gelisah dan deg - degkan, setelah nonton, mereka melanjutkan untuk makan bakso, kak Rara dan kak Randy seperti layaknya sepasang kekasih tapi bukan kekaksih karena kak Randy tidak pernah menyatakan mereka jadian.
Setelah weekend itu kak Randy yang umurnya lebih muda dua tahun dari kak Rara, memberitahu keinginannya untuk menikah, kak Rara pun sangat senang karena berpikir kalau dia yang akan dinikahi kak Randy.
Beberapa minggu kemudian kak Rara sudah mengatakan bahwa Randy sudah memiliki kekasih, kak Rara melihatnya di facebook, aku berusaha berpikir positiv, aku mengatakan bahwa mungkin itu adalah mantannya karena saat aku melihatnya terakhir update lima bulan lalu.
Aku pun bertanya pada kak Randy, kak Randy mengatakan bahwa itu adalah mantannya. Aku memberitahu kak Rara, namun kak Rara mengatakan sudah ilfeel dengan kak Randy, karena sejak jalan bareng dengan kak Randy, kak Randy berpikir terlalu dewasa, kak Randy selalu mengirimi kak Rara konten dewasa melalu whatappnya seperti tak menghargai kak Rara sebagai perempuan, bahkan saat kami sedang menonton televisi bersama kak Randy menelpon kak Rara hanya dengan menggunakan celana dalam, kami sontak kaget langsung melempar handphone kak Rara dan buru - buru mematikannya.
Aku dan kak Rara saling menatap ketakutan dan berpikir dia sakit jiwa.
Kali ini kak Rara gagal lagi menemukan jodohnya. Kak Rara mengajakku dan teman kos yang dekat juga dengan kami bernama kak Ayu. Aku, kak Rara dan kak Ayu berencana menghibur kak Rara yang baru saja patah hati lagi dengan anak pak RT, kamk pergi ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah), saat di TMII, kak Rara bertemu dengan tantenya yang sedang ada acara dengan kompleks rumahnya di TMII, kak Rara dikenalkan oleh tantenya denga seorang pria muda, bertubuh agak besar, pria itu memperkenalkan namanya Miki, dalam hati aku berpikir namanya seperti Micky mouse, aku teetawa kecil dan berbisik dengan kak Ayu, kak Ayu pun ikut tertawa.
Setelah pulang dari TMII, wajah kak Rara terlihat ceria, sesekali kak Rara menggerakan jarinya di atas layar handphone seperti sedang mengetik membalas pesan.
"Kak, kak tunggu, pada mau kemana nih weekend minggu ini", kataku di ruang tamu beberapa hari kemudian.
"Ayu harus stock opname obat - obatan di apotik, jadi gak bisa jalan bareng kalian", kata kak Ayu sambil menulis nama - nama obat di kertas di atas meja ruang tamu.
"Kayanya aku juga gak bisa, Al, soalnya Miki ngajak jalan nih", kata kak Rara.
__ADS_1
"Cie..yang lagi kasmarin - kasmaran baru kemarin , hehehe, yaudah deh kalau pada gak bisa, aku tidur aja seharian, hehehe", kataku sambil menyetrika pakaian di ruang tamu.