KAPAN NIKAH

KAPAN NIKAH
Kasmarin (Kasmaran Baru Kemarin)


__ADS_3

Malam itu kak Rara berpakaian rapih dan memakai make up, kak Rara pergi bertemu dengan Miki.


Miki sangat memberikan perhatian pada kak Rara, Miki menggandeng tangan kak Rara, mereka makan dan nonton bioskop, kak Rara merasa dirinya seperti remaja yang sedang jatuh cinta, hampir setiap hari kak Rara ngedate bareng kak Miki selalu membicarakan tentang Miki, tentang perhatian Miki.


Sudah tiga bulan kak Rara menjalin hubungan dengan Miki, sampai akhirnya kak Rara mengeluh soal gaya pacaran mereka.


"Al, kalau jalan bareng sama cowo loe, biasanya siapa yang bayarin", kata kak Rara sambil tiduran di sofa ruang tamu kos dan sesekali melihat ke arah layar handphone.


"Kadang gue juga bayarin cowo gue, tapi lebih sering cowo gue sih kak, karena dia kasihan sama gue yang cuma anak kosan, kalau gak gue paksa pasti dia gak mau hue traktir, gue traktir dia juga kalau gue dapat tambahan uang dari perjalanan dinas, emang kenapa sih kak, gue jadi penasaran end kemal nih...kepo maksimal, wkwkwkwk". kataku sambil menyapu kamar dengan pintu kamar yang terbuka.


"Gak papa si Al, cuma nanya aja, hehehe", kata kak Rara yang bangun dari sofa dan menuju ke kamar.


"Gue siap - siap dulu deh, mau ke acara pernikahan sama Miki", kata kak Rara.


"Ok kak, dijemput dong! penasaran deh jadinya sama yang namanya Miki - Miki itu, hehehe", kataku sambil menaruh sapu di belakang kursi.

__ADS_1


"Mana mau dia jemput gue, yang ada gue yang jemput dia, alasannya dia gak biasa pesan - pesan driver online, padahal dia sekarang jadi ojek online", kata kak Rara mengambil handuk di kamar dan menuju ke kamar mandi.


"What, kok bisa dia jadi ojek online kak, bukannya dia kerja jadi admin kredit di bank", kataku yang duduk bersantai di sofa.


"Gue keceplosan jadinya, ntar pulang dari acara pernikahan temen gue, gue ceritain semua ke loe, Al", kata kak Rara masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah kak Rara pergi bersama Miki, pacarku pun mengajakku jalan keluar, malamnya selang beberapa menit, kak Rara datang.


"Lo dari luar juga, Al?", tanya kak Rara melihatku berdiri di depan pintu kamar membuka kunci pintu kamar.


Aku dan kak Rara tidak jadi masuk kamar, kak Rara menyuruhku duduk di ruang tamu bersamanya, kak Rara mulai serius menceritakan soal Miki kekasihnya padaku.


"Jadi gini Al, sebenarnya si Miki resign dari kantornya, alasannya banyak kerjaan, kerjanya serabutan, di kejar target data entry, pokoknha banyak deh yang dia keluhin ke gue, gue bilang terserah dia, padahal gue udah kodein dia kalau kita kan mau serius k pernikahan jadi butuh tabungan, terus kalau dia gak kerja, gue dong yang harus modalin nikahan kita, padahal gajinya lumayanlah yang penting tiap bulan udah pasti, daripada dia ngojek kan belum pasti dapat penumpang", kata kak Rara yang menggebu - gebu berbicara.


"Tenang kak, tenang, tarik nafas dulu, sabar kak, terus - terus, kalau begitu kaya gmn ya, lanjutin kak", kataku mengusap bahu kak Rara.

__ADS_1


"Loe ingat gak si Al, waktu tadi pagi gue tanya sama loe soal siapa yang bayarin makan kalau jalan, cowo loe, loe masih ingat kan", kata kak Rara mulai meneteskan air mata sambil tertawa sedih.


"Iya, iya gue ingat kak, terus gimana?, baru kemarin kalian kasmarin (kasmaran baru kemarin), jangan bilang ke gue kalau loe yang bayarin dia ya kak, gue bakalan gak habis pikir", kataku melipat tanganku di bawah dada.


"Jadi selama ini gue yang bayarin semua, Al. Alasan dia, dia lagi nabung buat nikahan, dari awal pacaran cuma sekali dia bayarin gue pas ngajak gue jalan pertama kali, itupun cuma makan makanan ringan seblak doang, Al", kata kak Rara mulai mengerutkan alis dan mengusap airmatanya di pipi.


"Gila banget tuh cowo, gak bertanggung jawab banget sih sama cewe, udah kak putusin aja, ngapain di pertahanin lagi", kataku berwajah kesal mendegar curhatan kak Rara.


"Tapi Al, gue udah cinta sama dia, gue udah berjuang bertahan sama dia sejauh ini, gue gak mau pengorbanan gue selama ini jadi sia - sia, sekarang dia minta tolong sama gue beliin bensin buat motornya untuk ngojek, bahkan service motor juga minta uang ke gue, alasannya selalu sama, dia bilang uangnya ditabung buat nikahan kita, sekarang gue lagi bantuin dia ngelamar - ngelamar kerjaan lagi, dia ketemu gue di tempat kerja cuma untuk ngasih amplop isi lamaran kerja dan gue yang di suruh ngeposin, alasannya kalau nanti dia udah kerja dan dapat gaji, dia bakalan ganti semua uang yang udah gue keliarin katanya Al", kata kak Rara menghela nafas dan berhenti menangis.


"Dan loe percaya kak, gue bingung kalau udah begini, loe dah keluar banyak buat dia, kalau sampe gak jadi kan rugi, tapi kalau jadi, kalau gak ..bisa rugi bandar, menurut gue cari yang lain ajalah kak, ckckckck", kataku masih melipat tangan.


"Mau cari dimana lagi Al, umur gue bulan ini aja udah tiga puluh satu tahun, mana ada cowo yang mau sama gue, gue udah tua begini", kata kak Rara tertawa kecil.


"Jangan bicara seperti itu kak, kakak harus nyakin kalau jodoh sudah ada yang mengatur", kataku menenangkan kak Rara

__ADS_1


__ADS_2