Karin

Karin
Karin Bab22


__ADS_3

Karin akhirnya bisa keluar dari rumah sakit setelah seminggu dirawat disana. jahitan dikepalanya berangsur angsur pulih. setelah merasa benar benar sehat dia pun melakukan aktivitasnya kembali, bekerja dirumah tuan Aria.


andin merasa heran apa yang terjadi pada jonathan sejak kunjungan terakhir kerumah sakit,bahkan pria itu memindahkan dirinya kekamar VIP sekarang malah tak lagi pernah menampakan dirinya didepan karin, menghilang begitu saja,


sebenarnya karin merasa kehilangan dan sedih sekali, seperti dikhianati dan dicampakan.


ternyata jonathan benar benar hanya ingin menjadikan dirinya mainan sementara, kemudian melupakan seolah olah tidak terjadi apa apa


setelah puas dia pergi begitu saja.


tentu saja karin merasa marah dan kecewa, namun karin menyadari itulah jalan terbaik untuknya.


**


" Apakah jonathan belum mengabari lo kar..??" tanya andien ketika mereka menuju ke mini market terdekat cari cemilan malam.


karin menggeleng lesu " jangan ngomongin dia bikin suasana angker aja kamu.."


Andien tertawa " lo kira dia hantu atau semcamnya ..hehe angker..wajahnya indah gitu"


" gw aja mau kalo dijadikan selirnya yang ke seratus.." gurau andien


" ngaco kamu.." mencubit lengan andien pelan karena merasa gemas dengan omongannya.


" kita ngobrol disana aja.." tunjuk karin ke arah bangku taman


kemudian keduanya duduk dengan nyaman, cuaca malam itu memang sangat cerah , membuat keduanya betah berada diluar ruangan.


" karin, lo jujur sama gw ya..? pinta karin tiba- tiba


" jujur tentang apa,.." karin merasa tak menyimpan rahasia apa pun dari andien


" kenapa erwin ada dikamar lo saat lo terluka ?? apa erwin yang bikin lo celaka, lo bukan orang yang ceroboh karin, dokter juga bilang luka dikepala lo keliatan janggal."


setelah berdiam diri agak lama karin akhirnya menjawab pertanyaan andien


" saat itu aku dan erwin sedang berdebat menganai hubungan kami, karena dia mengatakan sesuatu yang Kelewatan, aku merasa geram dan menamparnya, erwin menjadi emosi dan balas mendorongku membuatku terhuyung huyung Kebelakang, aku tidak bisa menahan tubuhku lalu kepalaku membentur meja"


" benar kan dugaan gw, erwin brengsek itu..." andien mengepalkan tangannya krena menahan emosi.


tiba tiba hp karin berbunyi, karin melihat ke layar ponsel, sebuah no baru tertera disana

__ADS_1


karin mengobrol berapa saat dengan si penelpon .


" siapa ..? kok ngomongnya serius banget banget" tanya andien antusias sekaligus penasaran


" pak abraham menajer kafe, nanyain perihal lukaku, dia juga ngajak aku nonton film sabtu ini"


"beneran dia ngajak lo, waaah lo populer juga diantara pria pria ganteng, lah gw kecoak aja malas ngeliat gw, , bagi rahasianya kenapa..! biar gw gak jomblo terus." gurau andien


" ndien sayang, kemarin siherman anak ibu kost kita nembak kamu, malahan kamu tolak, sekarang malah ngeluh jomblo, padahal klo kamu terima cinta dia, kan bisa tingga gratis disana, malahan bisa jadi pewaris kost kita nantinya".


" hehe, gw maunya kayak jonathan atau si bram, ganteng - ganteng pintar kaya lagi..."


"ck.ck..ck.." karin geleng geleng kepala memandang andien


sementara andien memasang wajah memelas polos dan tak berdosa.


sabtu malam Abraham menjemput karin ,


Abraham terpesona melihat penampilan. karin yang mengenakan celana panjang berwarna coklat muda dan baju kaos lengan panjang berwarna hitam.


rambut panjangnya dibiarkan tergerai bebas tanpa aksesoris, dengan tas selempang kecil menggantung di bahunya.


sementara abraham mengenakan kemeja putih lengan pendek dengan aksen garis garis hitam kecil dan celana slim fit berwarna hitam.


selesai nonton bioskop mereka menuju kafe untuk makan cemilan sambil bersantai minum kopi dan milkshake.


" maksih karin..karena mau pergi nonton dan jalan bareng denganku " ucap abraham dengan wajah bahagia.


" saya juga menikmatinya pak bram.. maksih juga..!"


jonathan menatap wajah krim lekat ,dia mengingat bagaimana pertama kali nya perasaan cinta terhadap karin mulai tumbuh.


saat itu dia sedang berada di dapur restoran hendak memeriksa kesiapan menu restoran Hri itu, ketika kecerobahan seorang koki menumpahkan kuah panas yang masih mendidih kelengan abraham, abraham menjerit panik dan begitu kesakitan tapi semua orang hanya terpaku diam seolah kehilangan kesadaran mereka,


ketika tiba - tiba karin datang entah darimana menarik tanganya,kemudian menggunting lengan baju abraham tergesa dan membilas lengannya segera dengan air dingin, lalu dengan cekatan gadis itu mengobati lengannya yang terluka.


jonathan benar- benar terpesona oleh karin, sejak saat itu dia tak bisa mengalihkan perhatiannya dari karin.


sebenarnya dia ingin menyatakan perasaannya malam ini, tapi ketika didekat karin keberanianya malah susut


" pak bram melamun,, " teguran karin menyadarkan kembali bram dengan pikirannya.

__ADS_1


" kenapa manggilnya pak bram karin, kita sedang tidak berkerja, panggil namaku saja, ya, kalau dipanggil pak, rasanya aku sedang bersama pegawaiku sekarang"


" saya memang pegawai bapak..kan..!??"


" tuh kan bapak lagi.., kamu pegawai istimewa saya tau.." sambil menyentuh hidung karin, karin tersipu kemudian mereka tertawa bersama.


mereka terus bersenda gurau dan mengobrol akrab tanpa mereka sadari seseorang sedang mengawasi mereka dari kejauhan, dan memotret setiap aktivitas serta perilaku mereka.


**


karin melambaikan tangannya mwngiriringi keprgian bram dengan mobil jazz birunya. dia langsung naik kekamarnya, tubuhnya teras penat


dilemparkan tas selempangnya sembarangan, kemudian merebahkan badannya dikasur, dipejamkan matanya sebentar, hatinya terasa hampa, tiba - tiba wajah jonathan melintas di pikiranya , walau sikap abraham dan perilakunya menghibur tapi karin tidak bisa menikmatinya, dia selalu memikirkan jonatan dan berharap abraham adalah jonathan, sudahh beberapa minggu jonathan tak menemui karin.


" lo udah pulang..gimana abraham nembak lo gak??" tiba - tiba andien menerobos masuk begitu saja seperti angin tornado


" ya ampun andien...!!, masuk kamar orang tu pake etika dikit napa..! pake salam atau diketuk dulu gitu.. klo aku lagi bugil ntar sial kamu"


"hehe, sorry udah nafsu banget gw, mau dengar rekontruksi kencan lo denga si bram...."


" rekontruksi.. bahasa kamu aneh banget, kebnyaakn nonton drama korea lo..mangnya kencanku kasus kriminal harus direkontruksi" karin geleng geleng kepala sambil tertawa geli


" abraham minta lo jadi pacarnya nggak..??"


"nggaklah kita cuma nonton dan ngobrol aja dikafe, abraham pria yang sangat sopan "


" yah gw pikir dia bakal nembak lo.., Kecewa gw,.."


"kamu kebanyakan mikir, jadi suka menyimpulkan sendiri..udah keluar sana, aku mau tidur.." usir karin , sambil mendorong paksa andien keluar dari kamarnya.


" akh..pelit lo..tega ngusir gw.." teriak andien dari luar kamar setelah karin menutup pintunya.


sementara di bawah sebuah pohon yang agak rindang seorang pria dengan pakaian serba hitam, memakai masker dan topi menyamarkan sosoknya, mengamati kamar karin diam- diam dia terus saja mengikuti karin mengawasi setiap gerak gerik karin kemudian mengambil foto, melaporkan setiap detail mengenai karin kepada seseorang yang menyewannya,


orang itu adalah jafar asisten sekaligus tangan kanan jonathan, setiap hari jafar menerima informasi dari orang suruhanya dan mengirimkan kembali pada tuan mudanya yang saat ini berada di italia untuk urusan proyek pembangunan hotel baru disana.


jonathan yang melihat semua kegiatan karin kali ini menjadi sangat marah, emosiinya memuncak


" gadis sialan, berani sekali dia pergi kencan dengan laki laki lain dibelakangku..!!".


joathan melempar hpnya kasar ditempat tidur hotel, mukanya merah padam. tapi pekerjaanya belum bisa dia tinggalkan membuat dirinya benar benar kehabisan akal.

__ADS_1


.


__ADS_2