
karin perlahan masuk kedalam kamar dengan langkah hati- hati,
jonathan saat ini duduk kelelahan di sisi tempat tidur, wajah nya yang tampan terlihat kusut.
karin bersujud di kaki jonathan, meraih tangan jonathan, hampir saja jonathan mengamuk lagi dia mendorong karin keras hingga karin terpental kebelakang
" pergi kau wanita sialan, dasar monster, kau membuatku jijik dan muak.." teriak jonathan, memelototi karin.
karin yang tidak mengerti apa pun jadi menciut, hatinya bertanya - tanya mengapa jonathan memperlakukanya seperti itu, apakah dia sudah berbuat salah pada jonathan?
" jojo sayang, aku karin.." ucapnya hampir berbisik, matanya dipenuhi rasa takut yang coba ditahannya sekuat tenaga.
jonathan menyipitkan matanya seolah olah berusaha mengenali karin,
"aku karin..jo. istrimu karin! mengapa kamu bersikap kasar padaku ? apakah aku punya salah padamu?" tanyanya mengiba.
"Apakah kamu karin..??" tanya jonathan tak yakin, sambil mendekati karin dan menangkup wajahnya menatapnya lekat,
pandangan jonathan menjadi lembut,
kemudian pria itu langsung memeluk karin erat,
karin merasakan tubuh pria itu masih gemetaran karena takut.
jonathan menangis dalam pelukan karin
" jojo..aku disini, sayang, tenanglah tak akan kubiarkan siapa pun menyakitimu" bisik karin dikuping jonathan berusaha menenangkannya.
lama mereka berpelukan, hingga karin lelah menahan berat tubuh jonathan
dia menarik jonathan ketempat tidur dan membaringkanya ditempat tidur, melepaskan sepatu dan dasi jonathan, kemudian menyelimutinya
saat berbaring jonathan menyadari sesuatu , dia melihat wajah karin lama.
" ada apa jojo??" tanya karin heran sambil tersenyum
" kamu terlihat cantik, sayang sekali pesta kita hari ini gagal, maafkan aku karin, tidurlah bersamaku, biarkan aku memelukmu " pinta jonathan penuh harap, karin hanya menuruti
terpaksa dia menahan rasa penasaranya, terhadap perilaku jonathan hari ini.
__ADS_1
dengan memeluk karin, jonathan merasakan ketenangan didalam hatinya, segala rasa takut yang menyergapnya lenyap tak berbekas.
mama dan papa jonathan merasa penasaran dengan keadaan yang tiba- tiba sunyi dan senyap dari kamar jonathan
"keadaan sudah tenang." ujar papa jonathan sambil bangkit menuju kamar anaknya dilantai dua, diikuti juga oleh istrinya,
membuka pintu kamar jonathan mereka melihat sosok jonathan yang kini sudah tertidur lelap dalam pelukan karin.
tangannya merangkul erat pinggang karin dan wajahnya berada antara dada dan leher karin, jonathan terlihat nyaman dengan posisinya saat itu.
" dia pasti sangat lelah setelah berkerja seharian, kemudian berteriak dan mengamuk seperti tadi" ucap nyonya rahardian sambil berbisik.
melihat kehadiran papa dan mama jonathan dikamarnya karin bergegas bangun berusaha untuk melepaskan tangan jonathan yang berada dipinggangnya kemudian berjalan dengan bejingkat keluar dari kamar takut membangunkan jonathan .
" bagaimana jojo??" tanya nyonnya rahardian tak sabar pada karin, setelah dia berhasil keluar.
" sudah lebih baik, Ma..syukurlah dia menjadi tenang setelah mengenali karin" kata karin
" bisakah Mama dan Papa menceritakan pada karin, apa yang sebenarnya terjadi pada jonathan hari ini?. Mengapa sikapnya sangat aneh dan menakutkan??"
Tuan dan Nyonya Rahardian berpandangan mereka mencoba mempertimbangkan apakah akan menceritakan atau tidak kepada karin perihal penyakit Jonathan
Mereka turun bersama kelantai satu dan duduk diatas Sofa yang ada disana
" Usia jojo saat itu adalah 10 tahun " Tuan Rahardian memulai ceritanya
" ketika Nanny nya yang bernama Maggy datang.
wanita itu cantik dan ramah, usianya saat itu kurang lebih 25 tahun,
Saat melamar sebagi pengasuh, dia mengaku sebagai teman sekolah Papa saat SMA .
hal itu menyakinkan kami untuk menerimanya,meskipun kami menyadari usia jonathan sudah cukup besar memiliki pengasuh.
sebenarnya saat itu kami juga memiliki seorang anak perempuan cantik yang masih kecil bernama Lusi, dan tugas Maggy sebenarnya adalah mengasuh Lusi,
Sepertinya jojo dan Lusi sangat kesepian karena kesibukan kami yang luar biasa,
mereka menjadi bergantung dengan Maggy.
__ADS_1
Tak ada yang janggal awalnya, semua baik - baik saja. Hingga memasuki tahun kedua, Maggy berada dirumah kami.
Jonathan mulai menunjukan gejala aneh, kepribadian nya berubah, dia mulai histeris, gampang marah, menjadi pendiam dan takut pada orang dewasa terutama pada para pelayan wanita.
Perilaku nya kasar dan seenaknya. Dan yang lebih aneh dia paling takut dan patuh pada Maggy, seperti kerbau yang di cucuk hidungnya .
kami sama sekali tidak curiga, apalagi melihat sikap Maggy terkesan sangat menyayangi jonathan dan Lusi"
Rahardian menghentikan ceritanya sejenak,menarik nafas berat
wajahnya dipenuhi rasa sedih ketika
mencoba mengingat kejadian 15 tahun lalu..
" Suatu malam Jonathan mendatangi kami dikamar tidu..Wajah polosnya terlihat marah dan muak , kemudian dia memberitahukan sesuatu yang membuat kami sangat marah dan shock setengah mati, dia mengatakan bahwa selama ini Maggy, melecehkanya, bahkan Jonathan dengan detail menyebutkan pelecehan tersebut .
Hati kami hancur, dunia terasa ambruk menimpa kami, mulai saat itu, kami sangat merasa bersalah pada jojo, kami hanya ingin menembus semuanya, menyayangi jojo semampu kami.
seiring waktu karena therapy dan obat,
jojo, akhirnya dapat menjalani hidup normal.
Tetapi bayang bayang trauma tetap mengikutinya hingga dewasa.
dia kehilangan minat terhadap wanita dan aktivitas sex.,
agak janggal ketika dia memohon pada mama dan papa untuk menikahimu" ucap Rahardian menghentikan ceritanya kemudian menatap karin dengan senyum tipis
"Setelah kalian menikah, papa melihat Banyak yang berubah pada Jonathan , dia sangat memperhatikanmu, juga mulai perhatian terhadap orang disekitarnya, Papa mulai tenang dan lega melihat jojo sehat kembali mentalnya, tapi malam ini...
entah mengapa malam ini sikap jonathan terlihat seperti 15 tahun lalu..." Rahadian terlihat berpikir keras,memijit keningnya merasakan keplanya berdenyut.
" Besok, Papa akan memerintahkan jafar untuk menyelidiki apa yang dialami Jonathan hingga memicu traumanya kembali "
Rahardian menutup ceritanya, kemudian mempersilahkan karin, kembali kekamar khawatir jika jonathan terbangun dan
kembali histeris
Mereka kemudian membubarkan diri dan kembali kekamar masing masing
__ADS_1