Karin

Karin
Bab 33


__ADS_3

" sayang...sepertinya hari ini aku tidak bisa menepati janjiku mengajakmu kepantai."


jonathan memandang karin dengan wajah kecewa.


karin tersenyum manis dan meyakinkan jonathan bahwa dia akan baik baik saja


" kita bisa pergi lain saja.." ucapnya sambil membetulkan letak dasi jonathan


jonathan menuduk dan mengecup kening karin sayang


" aku cinta padamu....." ucap jonathan spontan, dengan senyum yang sangat memikat.


deg..karin berdesir, matanya menatap jonathan tak percaya atas apa yang di dengarnya tadi


" cinta??, barusan jonathan mengatakan cinta padanya,


melihat reaksi karin yang seperti orang bingung jonathan tertawa,


dia mengambil tas kerjanya ditangan karin kemudian meninggalkan karin yang msih mematung .


hampir saja dia mengapai gagang pintu ketika karin menerjangnya dari belakang memeluknya sambil menangis


" aku juga mencintaimu jo..." bisik karin terharu, diantara tangisnya.


jonathan membalik badannya


" maafkan aku terlambat menyadari perasaanku, tapi percayalah aku mencintaimu...aku mencintaimu istriku sayang, " bisiknya memandang wajh karin dwngan begitu dalam .


matanya begitu kelam bibir itu perlahan mendekatinya kemudian meluamat bibirnya mesra, lama mereka tenggelam dalam ciumanya


hingga jonathan dengan enggan menarik bibirnya.


" jika kamu tak mau berhenti menciumi ku, bagaimana jika aku mengajakmu kembali ketempat tidur lalu kita melakukanya disana, sekal saja kemudian baru aku berangkat bekerja " ucap jonathan menggoda sambil menunjuk tempat tidur dengan ekor matanya.


karin tertawa buru buru mendorong jonathan keluar dari pintu. kemudian bergandengan menuruni tangga sambil mereka tertawa bahagia.


tuan dan nyonya rahadian terpukau melihat kebahagian jonathan dan karin, hati mereka menjadi luluh melihat tawa dan senyum bahagia jonathan saat bersama karin.


bahkan saat sarapan pagi mereka melihat tatapan penuh sayang antara jonathan dan karin


" sepertinya kita tidak mungkin lagi memisahkan karin dan jonathan ma...." ucap rahardian ketika mereka berada dikamar

__ADS_1


" mereka sangat bahagia. bahkan mama tak pernah melihat jojo seceria itu sebelumnya," mama jonathan menimpali.


" lalu bagaimana dengan keluarga Anthonio, pa??, bagaimana dengan Abigail..? mereka pasti kecewa" ucap nyonya amarah cemas.


"kita katakan saja yang sebenarnya, jika mereka tak bisa menerima itu sudah konsekuensi yang harus kita tanggung "


*"


jonathan melangkah dengan gagah di depan gedung mall angkasa raya, bibirnya tersenyum ramah aura bahagia menghiasinya membuat pegawai dan staff yang mengikutinya bertanya - tanya ada hal apa yang membuatnya begitu senang dan bersemangat hari ini.


dri kejauhan Maggy melihat sosok tampan jonathan


dia menunggu kesempatan menampakan diri dan menghampiri pria itu,


hari ini dia akan membunuh jonathan , topi , masker dan jaket kulit hitam menyembunyikan sosoknya dengan sempurna,


sebuah pisau pahat tersembunyi dibalik jaket yang dipakainya, berkali kali dia memeriksanya khawatir pisau itu terjatuh atau hilang dari sana.


sementara karin dan nyonya amara juga sedag berada di mall tersebut , melihat sosok jonathan amara dan karin bergegas menghampiri jonathan


melihat nyonya Amara datang para staff dan body guard disekeliling jonathan menunduk memberi hormat, sementara


karin yang membawa belanjaan layaknya asisten amara agk kesulitan mendekati jonathan dia berjalan cepat mencoba menyamai langkah amara tapi langkah nya terseok seok.


seorang bodyguard mendorong karin kasar. hingga karin terjatuh .


melihat istrinya diperlakukan kasar jonathan menjadi berang


"Apa yang kamu lakukan...!!!" bentaknya marah pada laki laki yang mendorong karin,


matanya melotot dia langsung mendekati karin membantunya berdiri kemudian mendorong body guard tersebut kasar, hampir saja dia menghajar si body guard jika karin tak menghentikanya.


" berani sekali kau mendorong istriku, " bentaknya lagi dengan suara menggelegar menahan marah .


membuat para bodyguard terkesima, mereka melihat karin ketakutan, tak menyangka wanita itu dalahbistri bosnya,


awalnya mereka berpikir karin adalah seorang kuli penganhkut belanjaan.


melihat banyaknya belanjaan yang dibawanya, sementara amarah melwnggang dengan santainya.


semua orang yang menyaksikan kejadian itu tersebut terkejut, bahkan ada yang nekat merekam kejadian itu dengan kamera handphone

__ADS_1


ditengah kejadian tersebut tiba tiba menerobos sosok maggy dengan cepat dia menikam perut jonathan , jonathan terkejut , reflek memegangi perutnya yang berdarah , begitu juga karin yang masih memegang tangan jonathan.


semua orang terpaku, hanya karin yang cepat menyadari situasi,


dia lansung mengejar si penusuk misterius tanpa memikirkan keselamatanya ,


berlari sekencang kencangnya,


karin memiliki fisik yang kuat karena sering berkebun dan berkerja keras selama dikampung, dia juga pemenang lari estafet di kabupaten dulu saat mewakili sekolah.


tak butuh waktu lama menangkap penusuk , dengan emosi yang membara karin menarik jaket hitam orang itu, hingga penusuk itu jatuh terpental, pisau yang dipegangnya juga terpental entah kemana,


karin yang kemudian disusul body guard jonathan , langsung membekuk si penusuk,hingga dia menyerah.


jonathan sangat terkejut mengetahui penusuknya adalah maggy,


tapi setelah merasakan dinginya pisau dari tangan maggy , rasa trauma dan takut dari diri jonathan telah menghilang ,


apalagi dia kemudian melihat maggy yang sangat menyedihkan ketika borgol polisi mengikat tangan mungilnya, sosoknya yang sudah tua dan aura kesedihan terlihat jelas diwajah tuanya.


jonathan menghampiri maggy, kemudian dia memeluk wanita itu penuh sayang..


" jangan khawatir nanny, mulai sekarang jojo akan sering mengunjungi nanny di sana, nanny tak akan kesepian lagi..". ucapnya penuh kehangatan,


maggy hanya mampu menangis memandang jojo


" maafkan nanny jojo...nanny banyak melakukan kesalahan padamu, biarlah tuhan yang akan menghukum nanny.." bisiknya ,


kemudiaan dia meminta polisi membawanya segera dari sana


karin menghampiri jonathan, memeluknya erat,


suasana mall masih hiruk pikuk karena kejadian tersebut beberapa wartawan dan media terus mengabadikan semuanya


" bagaimana lukamu?? " tanya karin.. penuh perhatian sambil memeluk pinggang jonathan dari samping


" tidak apa- apa hanya luka tusuk kecil hanya butuh beberapa jahitan, tim medis juga sudah memberi perban, hanya perlu menggantikan perban agar tak infeksi.." jelas jonathan .


" mama mana??" tanya kemudian,


" itu disana bersama papa. beliau agak shock dan butuh istirahat.."

__ADS_1


kemudian mereka melangkah bersama untuk pulang.


**


__ADS_2