
Elina sedang membolak balik majalah fashion terbaru yang berisi barang barang branded yang sangat disukainya,
keadaan rumah begitu hening dan sunyi, satu - satunya suara yang terdengar hanyalah bunyi suara televisi yang menemani elina diruang keluarga tempat dia kini berada,
" baca majalah apa kak..??" seorang remaja tanggung usia 16 tahun menghampiri elina, dia adalah Ian, Adik bungsu elina,
pemuda itu ikut duduk disamping elina, matanya ikut mengintip isi majalah..
" gw kira majalah porno...hehe" ledeknya
elina memukul kepala adiknya, mendengar perkataan Ian.
" kecil- kecil otak loe udah kotor.."
Ian tertawa melihat respon kakaknya
" just kidding kakak..?"
" mau beli gaun lagi..?"
" hmmm.." sahut elina malas
"ya ampun kak, baju kakak udah 3 lemari penuh, masa beli baju terus.." protes Ian, dia heran dengan hobby elina yang suka sekali belanja.
" udah diam aja loe bocah, loe nggak bakal ngerti urusan perempuan " sewot elina
Ian tertawa kacil, sambil mengganti channel tv dengan program yang disukainya.
" gw lagi nyari baju buat dating sama jojo.., menurut loe mana yang paling bagus yang putih atau yang ungu" tanya elina sambil memperlihatkan lembaran majalah pada Ian.
Ian menunjuk salah satu baju yang terdekat dengan jarinya.
Ian yang nggak ngerti apa - apa asal tunjuk saja
"yang ungu, loe suka yang ungu..? " tanya elina meyakinkan, padahal Ian melihat pun tidak bentuk baju tersebut.dia sedang fokus dengan kartun yang ditontonya.
" ok, gw beli yang ungu saja.."
" kak loe masih jalan sama kak jojo ??" tanya Ian tiba tiba
" ya masihlah.." ucap elina bangga
" tapi kak jojo udah bertunangan , emangnya kakak mau dijadiin selingkuhan..??".
" kak jojo nggak cinta sama tunangannya" jawab elina singkat
" emangnya kak jojo cinta sama kakak??" Tanya Ian lagi dengan polosnya, membuat elina terdiam
" udah diam loe bocah banyak kali nanya .."
ting ! tong..!!
suara bel pintu mengalihkan perhatian elina dan Ian.
pak jaka pelayan mereka segera menuju pintu,,
Ia membuka pintu dan melihat tamunya yang ternyata adalah jonathan
dengan penuh hormat pelayan bernama jaka tersebut mempersilahkan jonathan masuk.
" apakah karin bekerja hari ini pak..?" tanya jonathan
" tentu saja tuan muda, saat ini gadis itu ada dikamar Tuan utomo.
walau merasa janggal dengan pertanyaan jonathan jaka hanya menyimpanya dalam hati.
__ADS_1
begitu melihat jonathan elina bergegas mendekati jonathan dan langsung memeluk pria itu. bergelayut manja dilengan jonathan
Ian geleng- gelang kepala melihat perilaku kakaknya.
" hallo Ian..!" sapa jonathan
" hai kak jojo, kapan pulang dari Italy, mana oleh- oleh buat Ian.."jonathan mengelus kepala Ian sayang..
" maafin kak jojo ..nggak sempat nyari hadiah, kakak sangat sibuk di Italy tidak sempat jalan jalan"
" apa apaan sich loe, nggak tau malu banget minta minta oleh - oleh segala kayak anak kecil .." ucap elina sambil melempar majalah kesayangan ke arah Ian
Ian pura - pura cemberut
" udah cabut sana loe bocah..ganggu aja,.." usir elina galak
" nggak mau gw mau nonton kartun" tolak Ian.
Elina menarik jonathan agar duduk di sofa kemudian dia ikut duduk disisi jonathan, tangannya tetap memeluk jonathan
" jo, aku kangen ..kenapa ke italy gak ngasih tau sich..?"
" hanya urusan pekerjaan saja, lagipula aku pergi juga dadakan..jadi tidak bisa mengabari.." sahut jonathan sambil matanya tak henti menatap kearah pintu kakek tomo, berharap karin keluar dari sana
tujuannya kemari hanya untuk menyapa karin , pagi tadi tidak sempat bertemu karin karena ada meeting pagi- pagi sekali, jadi tidak sempat menjemput karin
" kok diam aja sich jo.." protes elina
membuat jonathan beralih menatap elina
" aku hanya sedikit lelah , bisa nggak kamu melepaskan ku atau bawain aku segelas air.." pinta jonathan
tapi elina terlalu malas untuk menjauh dari jonathan jadi dia memanggil karin
" karin..!!, karin..!! kemarilah sebentar.."
agak kaget dia melihat jonathan yang duduk diruang keluarga aria
" sejak kapan jonathan berada disini." karin membatin sendiri, agak kesal dia melihat elina menempel pada jonathan dan jonathan membiarkanya.
" dasar buaya darat.." maki karin dalam hati
dengan geramnya
jonathan terus saja menatap padanya, karin merasa gugup.
" karin bisakah kamu bawakan minuman kemari untuk kami," pinta elina dengan angkuh.
" baiklah non.. jawab karin patuh dia pun melangkah kedapur.
mata jonathan mengikuti gerak tubuh karin hingga gadis itu menghilang dari pandanganya,
" jo..., jojo!" panggil elina mengagetkan jonathan
" kenapa melihat karin seperti itu.."
jonathan tidak menjawab ,
jonathan malah bangkit dan menyusul karin kedapur.
"aku ambil minum sendiri saja.." ucapnya sambil berlalu menuju dapur.
sampai didapur jonathan melihat karin sedang membuat sirup orange , jonathan langsung memeluknya dari belakang, hampir saja botol sirup yang dipegang karin jatuh kelantai..karena kaget.
" kangenn..." ucap jonathan manja dileher karin..
__ADS_1
karin jadi panik..berusaha melepaskan diri..
" aku mohon tolong lepaskan aku tuan..!!"
dengan suara hampir menangis, dia khawatir orang orang dirumah itu akan melihat mereka.
" kenapa kamu sangat khawatir orang mengetahui hubungan kita karin, kita tidak berselingkuh" jonathan membalikan tubuh karin menghadap padanya
" dan jangan memanggilku tuan lagi aku calon suamimu, panggil aku jojo.ok.."
" ok, baiklah tapi tolong lepaskan aku ya..? pintanya penuh harap
" aku masih ingin bekerja disini tolong jangan persulit posisiku."
jonathan melepaskan pelukan nya,
" baiklah, jika kamu ingin merahasiakan hubungan kita, tapi aku dan elina tidak ada hubungan apa- apa, aku tidak punya perasaan apa pun terhadapnya."
jonathan mengecup pipi karin, kemudian kembali keruang tempat elina dan Ian berada.
*kok lama minumnya..? tanya elina pada jonathan
" ngobrol dulu sama karin.." jawab jonathan setengah cuek.
elina menatap jonathan tak percaya,
jonathan ngobrol sama pelayan..
hatinya makin tak tenang, merasa ada sesuatu antara jonathan dan karin, mendadak dia kesal pada karin
jantung karin masih berdebar debar ketika membawa minuman dihadapan jonathan dan elina.
hati - hati karin meletakan gelas berisi sirup orange dingin diatas meja,ketika melewati elina
dengan sengaja elina menyengkat kaki karin hingga karin kehilangan keseimbangan ,
dia menyenggol gelas yang ada dimeja membuat gelas tersebut jatuh pecah berhamburan.
"upsss...tak sengaja .." kata elina bertingkah sok imut,
Ian yang melihat jelas perilaku kakaknya merasa geram, begitu juga jonathan
" ma..maaf.." karin berkata terbata bata dan bergegas memunguti pecahan gelas.
" ouch. .!!" karin mengaduh pelan ketika pecahan kaca mengenai tangannya.
jari telunjuk krim mengeluarkan darah sangat banyak, bahkan mulai menetes, mengotori lantai.
jonathan sudah tak sanggup menahan dirinya lagi melihat tangan karin terluka
" gadis bodoh.." teriaknya tiba- tiba, sambil membangunkan karin dari lantai yang masih berusaha mengumpulkan pecahn beling
" kamu keterlaluan elina..!" bentaknya dengan muka merah padam menahan amarah, membuat Elina dan Ian menciut, belum pernah mereka melihat jonathan semarah itu
" jonathan mendudukanya karin di sofa
" Ian..ambilkan kotak p3 k..perintahnya pada ian.
ian bergegas mengambil kotak yang dimaksud.
dengan telaten jonathan mengobati karin, elina hanya diam memperhatikan..
dia marah namun bingung dengan semua yang dilihatnya kini.
"
__ADS_1
"