
tuan dan nyonya Rahardian menyambut satu persatu tamu dengan ramah didepan pintu ballroom.
sementara .karin duduk sendiri didalam ruangan terlihat kesepian dan asing,
seorang wanita cantik menghampirinya disisi kanan - kirinya diapit oleh orang tuanya.,
wanita itu adalah Abigail dan kedua orang tuanya,
"mami , papi, ini karin, istri jojo.. abigail memperkenalkan karin pada kedua ortunya.
mereka mengulurkan tangan pada karin dan tersenyum dibuat buat, tapi karin tahu mereka tidak menyukai karin.
" kami akan duduk disini bersama keluarga jonathan" ucap mami abigail, memeberitahu karin,
karin tersenyum kikuk dan mempersilahkan mereka duduk.,
mereka duduk bersama sambil berbasa basi sebentar
kemudian mereka mengabaikan karin bahkan mengganggap karin seolah tak ada disana,
karin juga melihat keluarga aria dataNg menghampirinya dengan agak canggung menyalami karin,
" selamat nona karin semoga berbahagia " ucap Aria tulus,
karin merasa agak risih dipanggil nona oleh aria,
" bagaimana kabar kakek tuan??" tanyanya
" baik baik saja nona, terima kasih," ucap aria pendek
" kami mohon maaf atas ketidak nyamanan nona selama bekerja dirumah kami, dan juga atas kejadian terakhir karena elina bertindak tidak sopan padamu,
" iya karin saya juga minta maaf bertindak kasar padamu, "ucap nyonya aria sambil menyalami karin
" elina minta maaflah pada nona karin," perintah aria pada elina.
elina dengan ogah ogahan menyalami karin
" maafka aku karin, karena pernah menyakitimu, aku tidak sengaja" ucap elina sambil melirik kepada abigail, yang sedang memperhtikan sikap dan obrolan mereka bersama karin.
" baiklah tidak apa- apa , aku baik baik saja, silahkan duduk dan nikmati pestanya tuan" perintah karin dengan sopan,
mereka pun berlalu dan duduk ditempat yang telah disediakan
pesta belum juga dimulai padahal semua undangan nyaris hadir semua.
hanya tinggal menunggu kedatangan bintang pesta yaitu jonathan
karin hanyut dengan pikiranya sendiri, merasa bertapa janggal dirinya berada ditempat semewah ini,
rasanya seperti mimpi, jika dulu dia menjadi pehidang minuman bagi para tamu, dan melayani mereka, sekarang dia menjadi tamu yang dilayani memakai pakaian mewah berada diantara orang orang kaya ini,
" karin..!!? kamu karin kan.?? benarkah?!!?" tanya orang tersebut ragu ragu,
karin agak terkejut karena ada yang mengenalinya dipesta ini.
ada rasa senang membuncah didadanya.
" bram...!!?" seru karin menatap bram dengan perasaan sangat Senang , hampir saja dia memeluk bram jika dia tak menahan diri, sendirian ditengah pesta dan orang banyak yang tak dikenali dan mengabaikannya memang tak enak, ditambah lagi jonathan yang tak kunjung datang.
" apa yang kamu lakukan disini karin??" tanya bram lagi,
karin tersenyum pahit, " aku istrinya jonathan, kami menikah beberapa hari lalu" jelasnya, membuat bram tertegun.
" kamu menikahi jonathan..pewaris angkasa raya group??": tanyanya tak yakin.
karin mengangguk meyakinkan.
jadi pesta ini untukmu dan jonathan, lalu mengapa kamu sendirian, mana jonathan??"
" aku juga tidak tau bram, ingin menelponya tapi aku tak menyimpan nomornya.." keluh karin sedih
__ADS_1
" oh ya..karin, kebetulan aku memiliki nomornya, sebagai menager restoran tentu saja aku memiliki nomornya.."
" oh tuhan..benarkah bram, syukurlah bisakah kamu memberikan nomor nya padaku?," tanya karin penuh harap
bram tertawa " tentu saja karin, bram mengeluarkan hape nya dan menyebutkan beberapa nomor yang langsung dicatat oleh karin.
begitu mendapat nomor jonathan karin segera menghubungi jonathan
beberapa kali menelpon tetap tak ada sahutan, hingga karin putus asa.
dia memutuskan untuk menelpon sekali lagi jika jonathan tidak mengangkat maka dia akan menyerah,
" hello.." terdengar suara jonathan yang sangat lirih dan serak, ada getaran ketakutan di dalam nada suaranya.
"jo ..jo..ada apa?? apakah kamu baik baik saja,???" tanya karin menjadi panik , bram yang melihat ekpresi karin ikut cemas.
" karin...tolong aku..aku di lift sekarang.."
" di lift,?? apa yang terjadi jo??" tanya karin makin gelisah
" tolong karin..." suara jonathan terdengar memelas.
tanpa memikirkan apa pun karin bergegas berlari meninggalkan ruangan pesta ,
kepergian nya yang heboh menarik perhatian para tamu, mereka mulai berbisik bisik, karena penasaran.
bram ikut berlari dibelakang karin karena ikut cemas melihat reaksi karin, instingnya berkata pasti telah terjadi sesuatu dengan jonathan
ketika bertemu dengan tuan dan nyonya rahardian dimuka pintu,
langkahnya dihentikan oleh rahardian karena heran melihat sikap karin.
" karin ada apa!!?, mengapa terburu buru.." tanya Rahardian dengan ekspresi tidak senang
tapi karin tak mampu menjawab justru bram yang menjawabnya
" sepertinya terjadi sesuatu pada jonathan tuan" ucap bram tergesa.
" saya juga tidak tau tuan' jawab bram ikut panik
" di lift jonathan ada di lift, tapi saya tidak mengetahui dilantai berapa dia berada saat. ini . sepertinya terjadi sesuatu padanya, suaranya terdengar sangat aneh" jelas karin,
dia kembali berlari seperti orang gila.
rahardian , istrinya serta bram ikut berlari ,
mereka berlari bersama dilorong hotel kemudian mereka menyebar mencari di lift,
bahkan rahardian memerintakan security ikut mencari keberadaan jonathan.
karin menuju ke lantai utama
dia mencoba membuka sebuah pintu lift yang agak mencurigakan .
ketika dia membukanya terlihat jonathan terduduk lemah dan lunglai dilantai lift, kedua tangannya memeluk lutut, dia juga menyembunyikan wajahnya dilututnya .
tubuhnya terlihat gemetaran, karin langsung memeluk jonathan.
jonathan tersentak merasakan ada orang yang memeluknya, dia mendorong karin sekuat tenaga membuat karin terpental, kepalanya membetur dinding lift,
" sakiit..." karin mendesis sambil meraba kepalanya yang terbentur
kepalanya mengeluarkan darah, sepertinya benturan tadi mengenai luka lama nya yang disebabkan oleh erwin dulu.
jonathan tak perduli sepertinya dia kehilangan kesadaranya, hampir saja dia menyerang karin lagi, jika mama, papa dan bram tak datang .
dia juga hampir menyerang mamanya sendiri, sampai Rahardian dan bram memeganginya erat, kemudian beberapa sekuriti juga mulai berdatangan dan memegangi jonathan kemudin memaksa nya untuk bangun kemudian membawanya kembali ke mobil sport hitamnya.
" kamu tidak apa - apa karin..?? " tanya bram cemas apalagi melihat darah yang mengalir dari kepala karin
" jangan khawatir aku tidak apa - apa, " ucap karin menenangkan,
__ADS_1
bram melihat orang tua jonathan yang mengabaikan karin yang terluka,, ataukah mereka tak menyadari karena terlalu panik.
mereka meninggalkan karin begitu saja,
" biarkan aku mengantarmu ya..?" pinta bram memohon,
" aku naik taksi saja bram.." ucap karin dengan senyum menenangkan bram
" jangan, aku tidak akan menginjinkannya bagaimana jika kamu pingsan dijalan nantinya," ucap jonathan cemas.
" bagaimana pekerjaanmu??" tanya karin ragu ragu
" aku akan memberitahukan asisten manajer agar menggantikan aku sebentar "
karin akhirnya menuruti bram dan membiarkan pria itu mengantarkanya kerumah
saat berada dijalan mereka singgah di apotik bram membeli obat obatan dan plester serta perban untuk karin.
dan mengobatinya dimobil
" mereka keterlaluan mengabaikanmu." bisik bram sambil menghapus sisa darah dirambut karin dengan alkohol.
" bagaimana kamu mau menikahi pria itu, dengan keluarga memgerikan seperti meraka" tanya bram bercanda.
karin tertawa dengan penuturan jonathan.
" ceritanya panjang bram,,"
" sebenarnya apa yng terjadi karin? mengapa jonathan sangat kasar dan menakutkan begitu padamu,??" tanya bram dengan mimik penasaran
" Entahlah, ketika aku membuka pintu dia sudah terlihat aneh dan berbeda didalam lift saat aku mendekatinya dia mendorong ku dengan sangat keras, bahkan tak menyadari bahwa dia melukaiku"
jelas karin.. denga perasan galau,
sejahat jahatnya jonathan tapi pria itu tak pernah melukai karin. dia selalu melindungi karin.
sementara dikamar jonathan
Rahardian dan istrinya terlihat terluka dengan perilaku jonathan yang ketakutan, sesekali menjadi histeris dan pemarah, bahkan dia mulai menyerang para pelayan perempuan yang coba memberikan obat dan minum padanya, bahkan dia tak segan segan menyakiti mamanya.
" karin, mana karin..kariiiiiin..!!!!!!" teriaknya histeris..
prank...!!! dia melempar botol parfume ke kaca rias dikamar.
" karin mana karin" tanya rahardian panik, menyadari karin tak ada bersama mereka .
mengingat tadi saat meninggalkan karin yang terjatuh di lift
bahkan tak sempat melihat kondisinya karena panik dan cemas pada kondisi jonathan.
" pak. rahmat suruh supir kita pak maman untuk.menjemput karin dihotel" perintahnya pada pak rahmat.
pak rahmat segera melaksanakan perintah majikannya kemudian menyampaikan pesan pada pak maman untuk menjemput karin secepatnya .
ketika karin sampai dirumah dia melihat keadaan rumah yang hiruk pikuk, semua orang panik , belum lagi suara teriakan dari kamar jonatahan, bunyi barang dibanting dan dilempar. karin langsung berlarian kelantai dua menuju kekamarnya dan jonathan.
disana dia melihat kamarnya sudah seperti kapal.pecah, barang bertaburan dimana - mana memenuhi lantai kamar. sepertinya jonathan bener benar mengamuk
" ma , pa ad apa sebenarnya. apa yang terjadi?? " tanyanya penasaran
nyonya rahardian langsung memeluk karin.
" karin mama mohon tolonglah jonathan, sepertinya penyakit traumanya kambuh kembali, mama juga tidak tahu apa yang terjadi saat ini dan memacunya , hingga dia seperti itu"
karin meraih tangan mamanya dan menggenggamnya erat.
" baiklah ma.. sekarang biarkan karin yang menemani jojo, mama dan papa tunggulah dibawah jika jojo sudah tenang nanti mama bisa kemari lagi.
atau panggilkan dokter yang biasa menanganinya agar diberi obat penenang,"
rahardian dan istri menuruti karin mereka memutuskan turun kebawah, sangat berbahaya berada di dekat jonathan saat inj.
__ADS_1