Karnamu

Karnamu
pikiran kacau


__ADS_3

kemarin setelah beeberapa saat zia tersadar bunda nya langsung menceritakan semua yang terjadi sebelum zia tidak sadar kan diri.


bunda juga menceritakan tentang sahabat nya dan juga niat dari sahabat nya yang akan menjodoh kan zia dan anak dari sahabat nya dan zia hanya bisa menurut.


'maafin bunda sayang .bunda cuma mau kamu bisa mendapat kan perawatan 'itulah kata -kata bunda yang terakhir .


karna 2 minggu yang lalu setelah zia kecelakaan parah dia hanya mendapat kan perawatan selama tiga hari .karna bunda harus segera pergi dan dia tidak bisa meninggal kan zia


dan sekarang bunda nya juga harus pergi lagi dan dia sebenar nya tidak tega kalau harusmeninggal kan zia tapi rina sudah berhasil meyakin kan marwah untuk mau menjodoh kan anak mereka.


ke esokan hari nya


"permisi bun ini mama bilang dia ada mau di bicarakan sama bunda"ucap chika menantu rina .sambil menyodor kan ponsel nya


"iya terimakasih "jawab marwah sambil beranjak dan mengambil ponsel dari chika


marwah agak menjauh dari tempat zia dan chika


"waalaikum salam"


"....."


"malam ini "


"...."


"yaudah aku ngikut kamu aja yang penting semua nya berjalan dengan baik.tapi kamu udah tau kan kalau yang harus jadi wali nya itu siapa.?"tanya marwah

__ADS_1


"...."


"waalaikum salam "jawab marwah mengakhiri panggilan nya dan berjalan mendekatke arah chika yang seperti nya sudah beres memeriksa zia.


"dok ini terima kasih"ucap bunda sambil menyodor kan ponsel nya


"iya sama-sama"jawab chika ramah sambil tersenyum dan setelah chika menjelas kan bagai mana keadaan zia dia langsung pamit ke ruangan nya


bunda juga sudah menceritakan apa yang di bicarakan oleh rina. kepada zia


malam hari.


penghulu sudah dan keluarga farhan sudah berada di ruangan beberapa menit yang lalu kecuali farhan dan orang yang akan menjadi wali zia mereka belum datang


"rin apa kamu yakin mas jaya akan datang "bisik bunda marwah kepada rina


"bun kepala zia pusing banget"rintih zia sambil memegangi kepala nya .yang berada di dekat brankar yang zia tempati hanya ada bunda .mama dan chika papa .arno dan penghulu menunggu di kursi agak jauh dari tempat zia


karna memang ruangan nya cukup besar


"kamu tahan sebentar lagi ya sayang "ucap bunda sambil mengelus pucuk kepala zia


"bun apa zia boleh tutup mata "


"iya sayang tapi kamu harus tetap sadar ya"pinta bunda zia pun langsung menutup mata nya


"assalamualaikum "ucap jaya yang baru datang .semua mata tertuju pada jaya dan jaya hanya tertuju pada satu orang yaitu marwah karna mereka dulu pernah punya masa lalu

__ADS_1


"maaf saya telat " lanjut nya sambil beranjak mendekati kursi yang di duduki oleh para lelaki


setelah jaya datang tidak lama farhan pun datang


dan mereka telah selesai melaksanakan ijab qobul kini mereka semua berada di luar ruangan karna kondisi zia yang kritis jadi zia harus segera di tangani.


"marwah apa kita bisa bicara sebentar "ucap jaya marwah pun tampak berpikir dan setelah nya iya menyetujui dan mereka pergi ke taman rumah sakit


"han kamu pulang dulu aja istirahat nya di rumah aja biar mama papa dan arno aja yang jagain zia "ucap mama sambil tersenyum dan mengelus pundak farhan


"mama aja yang istirahat sama papa biar farhan aja yang jaga disini farhan kan udah sah jadi suami nya"jawab farha


maafin mama nak mama belum bisa cerita semuanya sama kamu .batin rina


"ya sudah kalau itu mau kamu mama pulang dulu sama papa kalau ada kabar tentang keadan zia kamu langsung kabarin mama aja ya"


"tapi mam gak lupa kan sama permintaan aku?"tanya farhan mama tersenyum sebelum menjawab


"sekarang dia udah sah jadi istri kamu .kamu berhak minta apa aja.dan itu udah jadi kewajiban dia untuk menuruti"yaudah kita pulang dulu "


"assalamualaikum"ucap rina dan nugraha papa farhan


"walaikum salam "


farhan belum menyadari bahwa yang menjadi istri nya adalah zia yang sempat dia cari dan yang menjadi wali zia adalah jaya papa dari sahabat nya yaitu nana


sekarang pikiran farhan sedang kacau karna dia harus membantu mengurus perusahaan .tugas sekolah dan juga soal kematian reva . meski dia selalu terlihat tenang dalam keadàn apapun

__ADS_1


__ADS_2