
wadin mendekat ke arah zia dengan langkah pelan nya sambil memperhatikan zia rasanya dia seperti mengenal nya .
zia yang sadar ada orang yang mendekat ke arah nya .melirik dengan pelan dia kira farhan atau key yang datang tapi ternyata...
wadin yang melihat zia melirik ke arah nya refleks langsung menodong kan pisau nya .dan zia langsung terkesiap
"siapa lo?"tanya wadin dengan suara sedang .dan sambil melangkah kan kaki nya semakin dekat dengan zia .zia pun langsung memundurkan langkah nya ,tanpa menjawab rasa nya kepala nya mulai pusing memori -memori yang pernah hilang kini rasa nya mulai kembali
disaat dia sebelum hilang ingatan karna teradi nya kecelakaan saat di kejar orang yang ingin menculik diri nya dan bunda nya
"lo mau maling yah?"wadin sekali lagi .lagi-lagi zia tidak menjawab matanya melihat ke arah pisau yang di todong kan wadin tapi pikiran nya berkecamuk rasa nya sakit dan ingatan nya semakin lama semakin membuat kepala nya terasa berat
saat zia sudah di luar balkon kamar nya dan badan nya sekarang sudah menyentuh pagar pembatas balkon
"mau lari kemana lo !ngaku gak .lo kesini mau ngapain "ucap wadin sebernar nya dia hanya menakut nakuti saja karna kalau dilihat -lihat zia memakai hijab dan juga pakaian santai bukan pakaian seperti ninja malah inikan masih sore hari
kalau pun ada ninja yang sedang beraksi pasti di malam hari
keringat mulai bercucuran di sekujur tubuh zia .tangan nya memegang pagar yang berada di belakang nya .jantung nya semakin berdetak tidak beraturan .wadin juga semakin mendekat kan pisau nya
__ADS_1
"wadin ..stop"ucap farhan dari arah belakang wadin
rina memang menyuruh farhan untuk pulang cepat .mungkin dia harus membiasakan supaya farhan lebih perhatian lagi kepada istri nya
wadin pun langsung menurun kan pisau nya dia langsung melirik ke arah farhan
"keluar"ucap farhan kembali dengan tegas dia khawatir melihat zia yang ketakutan karna melihat pisau yang di todong kan ke arah nya .mungkin perasaan farhan mulai tumbuh untuk zia
wadin yang mendengar ucapan farhan tidak bisa membantah karna ini memang kamar farhan .dia tidak membuka mulut nya hanya untuk bertanya sesuatu atau menyapa seperti nya bukan waktu yang tepat .dan ia langsung melangkah kan kaki nya keluar kamar
farhan langsung menghampiri zia dan
zia langsung memeluk farhan dengan erat .farhan merasakan baju yang di pakai nya mulai basah mungkin zia menangis .dia pun berusaha menanangkan zia dengan membalas pelukan zia dan mengusap pucuk kepala nya
wadin yang melihat itu di buat tercengang karna dia memang baru saja sampai di ambang pintu dan dia iseng -iseng melirik ke belakang ingin melihat apa yang terjadi
apa gue gak salah lihat.sejak kapan si farhan gak alergi cewe lagi.batin wadin dan berlalu keluar
karna kepala zia rasa nya semakin berat dia tidak muat lagi menahan nya dan akhirnya zia pingsan di pelukan farhan .dan farhan pun yang menyadari langsung membopong zia ke atas tempat tidur
__ADS_1
saat farhan sudah berhasil menidurkan zia dia melihat wajah zia yang masih memggurat kan rasa takut .farhan langsung saja menghibungi chika agar segera datang ke rumah nya untuk memeriksa kondisi zia
tidak membutuh kan waktu lama chika sudah sampai di rumah keluarga nugraha .
wadin yang sedang diuk di sofa ruang tamu melihat chika melewati nya
"kak mau kemana"tanya wadin yang tak di hiraukan oleh chika .karna chika yang berjalan tergesa-gesa
chika langsung masuk ke kamar farhan dan langsung memeriksa zia
" dia cuma pingsan .sepertinya dia syok !apa yang terjadi ?"tanya chika sambil memasukan stetoskop ke dalam saku baju nya setelab selesai memeriksa zia.dan wadin pun sudah berada di sebelah farhan karna rasa penasaran nya tadi ,jadi dia mengikuti chika
tidak ada yang menjawab pertanyaan chika ,wadin dan farhan hanya saling melirik .
"kamu apain istri kamu tuan farhan nugraha?"tanya chika kembali
istri.batin wadin
"wadin yang buat dia kaya gitu kak"jawab farhan enteng
__ADS_1