
"Siang kak Gwe, sendirian aja nih kak? temen kakak yang anak STM itu mana kak?" Tiba tiba seorang siswa menyapa Gwera yang sedang berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang kelasnya.
"Eh Aan, iya nih kakak sendirian. Tadi Nara lagi nyariin anak anak OSIS lainya buat bahas masalah pesta topeng bulan depan. Ada apa kamu nyariin dia? kalau penting biar kakak chat dia."
"Nggak kok kak. Nggak ada apa apa. cuma heran aja biasanya kan kakak kemana mana selalu bareng berempat, kok ini dari tadi pagi sendirian aja." jawab siswa bernama Aan itu sambil cengar cengir.
"oh~ kirain ada apa. Kami kan nggak harus selalu bareng kalo kemana mana. kami punya tugas masing masing juga di OSIS." JAWAB gwera tenang.
"eemmm, tapi tadi kak Sakura dan kak Sayyara nyariin kakak tuh dikelas kakak. Kebetulan tadi pas aku lewat kelas kakak aku lihat mereka lagi tanya ketemen temen kakak. Kakak udah ketemu mereka?" Kata Aan mencoba memberitahu Gwera tentang pencarian teman temannya dikelas Gwera.
"Belum, lagian kenapa mereka malah dikelasku? bukanya mereka harus keruang OSIS bareng Nara? kok malah kekelasku sih. Mereka bisa telat nih buat rapatnya kalau masih nunggu dikelas. Makasih ya An infonya." Gwera menjawab pertanyaan Aan sambil berlalu pergi.
"iya kak sama sama. " jawab Aan yang juga sambil lalu.
Begitu sampai dikelas ternyata Sakura dan Sayyara sudah pergi. Gwe tadi dicariin tuh sama sohib lo. Sakura kayak sedih gitu waktu nyariin lo. Kenapa sih? kalian berantem ya?" tanya salah seorang siswa bernama Iwan yang sekelas dengan Gwera.
"Nggak tuh, kami baik baik aja. Ah palingan sekarang mereka mau rapat lagi." jawab Gwera santai.
"Kalian tuh gak ada capeknya ya? rapat mulu. OSIS kan juga manusia, kalian nggak pengen libur apa?" tanya Iwan yang merasa heran dengan kegiatan OSIS yang selalu saja padat.
"Kami kan punya tugas masing masing. Lagian pembagian tugas kami tuh udah adil kok. Kami juga saling membantu. Jadi tenang aja. Anggota OSIS bakalan tetap aktif meskipun dikasih libur. Biar acara yang diselenggarakan tetap berjalan sempurna." jawab Gwera panjang lebar.
"iya deh iya. Suka suka lo aja deh mau ngomongnya gimana. Gue cuma tinggal nikmatin hasil kerja keras anggota OSIS doang ntar." Iwan berkata dengan menampakan senyum yang lebar.
__ADS_1
"hha hha udah nggak usah lebar lebar tuh senyumnya. Bukannya kelihatan ganteng tapi malah kelihatan serem. Jawab Gwera yang menimbulkan gelak tawa seisi kelas.
Karena mereka telah menjalani ujian maka sekarang waktunya mereka untuk memperbaiki nilai ujian mereka dengan soal soal remidial. Sedangkan para anggota OSIS yang tidak perlu melakukan remidialpun tetap melakukan tugas mereka seperti rencana semula. Tentu saja Gwera cs tak mendapatkan remidial sama sekali. Karena itu mereka tetap melakuakan kegiatan OSIS yang sudah mereka kerjakan sebelumnya.
Sakura yang sudah mencari Gwera kekelas namun tak menemukannya semakin merasa gelisah. Dia takut jika Gwera benar benar marah atas perlakuan kakaknya kepadanya. Sedangkan Sayyara yang menemai Sakura mencari Gwera mencoba menenangkannya.
"Sakura, tenang aja. Gwera nggak akan marah hanya karena hal seperti itu. Apalagi itu kakakmu. Mungkin dia memang sibuk karena OSIS, tahu sendiri kan bendahara OSIS itu memegang dan mengatur semua dana OSIS. Sudahlah, jangan cemas. Aku yakin Gwera nggak akan marah kepadamu ataupun kakakmu. Nanti sepulang sekolah kita cari Gwera kekelasnya lagi. Udah ya, jangan gelisah. Kita kan mau rapat, ntar malah nggak fokus." bujuk Sayyara untuk menenangkan Sakura.
Sedangkan Sakura hanya menganggukan kepalanya.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Sakura dan Sayyara kembali kekelas Gwera dan mencarinya. mereka menemui Gwera yang akan beranjak dari kursinya.
"Gwera, jangan pulang dulu. Aku mau minta maaf, maafin aku dan kak Haru ya. Jangan marah ya." Kata Sakura begitu dia sampai didepan meja Gwera. Sakura berkata sambil menunduk, takut menatap wajah Gwera.
"Kemarin di warung soto." jawaban yang singkat dari Sayyara.
Gwera pun paham maksud permintaan maaf Sakura.
"Ya ampun Sakura, gue tuh gak apa apa kok. Buat apa lo minta maaf sih? kan yang marah marah kemarin gue. Mestinya yang harus minta maaf tuh gue bukan lo."
"Tapi kemarin kak Haru bicara kekamu ketus begitu. Aku jadi takut kalau kamu akan marah dan nggak mau berteman denganku lagi." jawab Sakura dengan wajah yang ditekuk sedih.
"masa cuma karena hal sepele begitu aku marah? kamu ini ada ada aja. Lalu tadi siang kalian nyariin gue ada perlu apa? bukanya kalian mestinya rapat ya?"
__ADS_1
Sayyara menjawab dengan santai tentang sibuknya dia menemai Sakura mencari Gwera.
"Gue nemenin Sakura nyariin lo. Lagian lo kemana aja sih di cariin kekantin nggak ada, di kelas nggak ada ketemunya udah jam pulang sekolah."
"Gue tadi pagi dipanggil wali kelas keruang guru buat bahas persiapan kelas diacara bulan depan. Kalian kan tahu sendiri gue orangnya sibuk sampai nggak sempet kekantin buat makan siang." jawab Gwera sambil mengambil tasnya.
"Lo ma bukannya sibuk, tapi sok sibuk. masa ditelfon nggak diangkat, di chat pun nggak dibales." cerocos Sayyara
"Hp gue gue tinggal dirumah. Kemarin lowbat lupa nggak gue cas. Jadi ya gue tinggal aja, tapi gue bawa hp jadul dari gue SD. Kalau ada apa apa gue tetep bisa telfon keluarga gue dan Nara." jawab Gwera menjelaskan kenapa dia tak bisa dihubungi.
"Kalau begitu kamu tidak bisa dihubungi bukan karena kamu marah, tapi karena kamu tidak memebawa hp Gwera? Syukurlah kalau begitu. Aku pikir kamu marah karena kata kata kak Haru kemarin jadi kamu tidak mau berteman denganku lagi." Sakura hampir menitikan air mata karena merasa lega. Dia mengira bahwa Gwera akan menjauhinya lantaran sikap Haru kemarin. Dia tak mau kehilangan teman yang menemaninya selama hampir dua tahun di masa SMA ini. Seperti saat dia kehilangan teman dimasa SMPnya karena trauma.
"Ya nggak lah Sakura. ya kali cuma kayak gitu aja gue jadi marah. Itu bukan hal yang sepenting itu sampai bisa bikin putus pertemanan. By the way, kalian mau pulang apa masih mau maen kemana gitu? Soalnya gue mau ketaman depan sekolah. Yha nyicil ngerjain proposal anggaran pesta topeng. Kalau kalian nggak ada agenda OSIS sepulang sekolah, mau nggak ikut gue kesitu? Sekalian nemenin gue nungguin Nara. Soalnya dia masih harus nunggu temen temen sekelasnya yang remidial." Ajak Gwera pada Sakura dan Sayyara.
"Agenda OSIS gue udah nggak ada sih. Tapi gue mau langsung pulang aja. Soalnya gue ada urusan keluarga. kalau lo gimana Sakura?" jawab Sayyara pada Gwera dilanjut dengan bertanya pada Sakura yang hanya diam.
"Kalau aku, aku masih ada agenda untuk bertemu ketua OSIS untuk pengajuan proposal ke kepolisian. Maaf ya Gwera, aku nggak bisa menemanimu. Nanti aku juga dijemput kak Haru. Jadi kalau kalian bertemu sepertinya kamu akan marah lagi." jawab Sakura pelan takut menyinggung Gwera.
"Oh~ gitu. ya udah nggak apa apa kok. Kamu nggak usah takut gitu. Biasa aja. Aku nggak akan marah kok, selama aku nggak laper. hhe hhe " balas Gwera sambil nyengir dan dilanjut ajakanya untuk keluar dari kelas dan melakukan kegiatan yang seharusnya mereka lakukan.
"Kalau gitu ayo keluar. Gue mau nungguin Nara di taman depan Sekolah aja langsung. Duluan ya. Kalian hati hati." Lalu Gwera pun keluar dan langsung menuju ketaman depan sekolah. Sedangkan Sakura menuju ruang ruang OSIS, dan Sayyara menuju parkiran motor dan mengambil motornya yang kadang kadang digunakan untuk kesekolah.
"Bye Aku, bye Sayya." teriakan Gwera pada Sakura dan Sayyara sambil melambaikan tangannya. Dan dijawab lambaian tangan dari mereka berdua.
__ADS_1