
*
*
*
Ufuk senja mulai hilang. Diganti dengan bintang-bintang yang mulai menampakkan diri dilangit. Seorang gadis duduk termenung di sebuah kursi taman kota. Ia menunduk dan menangis lirih. Hari ini, Ia dan kekasihnya berhenti menjalin hubungan karena sang kekasih harus menikah dengan wanita pilihan Ayahnya. Ia begitu patah hati, hubungan asmara yang sudah mereka jalin selama 5 tahun harus berhenti hari ini.
Flashback on
Siang ini begitu cerah. Angin segar berhembus lembut. Terlihat di sebuah kafe, duduk pasangan kekasih yang bercanda sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Hei! jangan membuatku kesal atau kau akan ku gelitik hingga menangis! gerutu Lily.
"Haha, maaf sayang" Ron terus terkekeh dan mencubit kedua pipi Lily.
Ron kembali tertawa mengingat saat pertama kalinya mereka bertemu. Saat itu, Ron berjalan sendirian di sebuah acara pameran. Tiba-tiba ia merasa ingin buang air kecil, Ron langsung berlari mencari kamar mandi.
Tak perlu waktu yang lama, Ron menemukan kamar mandi yang hanya ada satu di lorong ruangan. Ia tak tahu bahwa didalam kamar mandi tersebut ada seorang wanita yang sedang mengganti pembalut.
Dan udah bisa tebak kan apa yang terjadi? Ron terkejut mendengar suara teriakan ketika
ia membuka pintunya, hingga ia terjengkang ke belakang. Terdengar suara wanita mengutuk dirinya dari dalam kamar mandi.
Ron berteriak meminta maaf sampai wanita itu keluar dari kamar mandi. Tak segan, ia berlutut meminta maaf kepada wanita tersebut. Hingga Ron menawarkan kompensasi padanya untuk makan siang di sebuah kafe.
Wanita itu adalah Lily. Ia luluh ketika Ron dengan tulus berlutut meminta maaf dengannya, Ia menerima ajakan Ron untuk makan siang sebagai permintaan maaf.
Kembali di cafe
Ron tertawa terbahak-bahak dan merasa tak percaya bahwa dari kejadian itu Ia dan Lily menjalin hubungan asmara. Namun sayang, semuanya harus berakhir hari ini.
Selesai makan siang, Ron mengajak Lily ke taman kota yang tak jauh dari kafe. Jantungnya berdegup kencang. Dengan gemetar, Ron menjelaskan semuanya, tentang perjodohan yang dilakukan Ayahnya, dan tentang hubungan mereka.
__ADS_1
Ron sudah menebak apa yang akan terjadi. Lily tak terima dan menangis. Ron memeluk dan mengecup kening Lily dengan tulus. Ia sungguh sangat menyayangi Lily. Namun apa daya, hubungan mereka harus kandas.
Flasback off
Butir kristal bening tak henti meleleh di pipi putihnya. Hidung mungilnya memerah. Gadis tersebut bangkit dan bergegas pulang ketika sadar bahwa langit sudah senja.
***********************************************
Ia sampai dirumahnya tepat setelah matahari tenggelam dengan sempurna.Ia menyeka keringat yang menetes di dahinya, jemarinya terulur untuk memegang gagang pintu. Tapi, pintu sudah lebih dulu dibuka dari dalam.
Terlihat seorang wanita cantik berdiri di depan pintu dengan memakai celemek.
"Ayo masuk, Ibu tau kau butuh waktu untuk sendirian" katanya.
"Iya bu, maaf"
Gadis tersebut masuk ke dalam rumahnya yang cukup mewah. Ia duduk disofa dan menunduk, malu menatap wajah ibunya.
Ibu duduk didepan putri semata wayangnya itu. Dengan lembut, ia elus kepala putrinya yang sedang patah hati. Ia tahu, kekasih putrinya ini terikat perjodohan. Untuk hal asmara, Ibu tak terlalu ikut campur. Kecuali ada hal yang sangat serius.
"Tapi bu, kami menjalin hubungan selama 5 tahun. 5 tahun bukan waktu yang sebentar bu" isak Lily.
"Ibu tau, Ibu sangat mengerti perasaanmu, Ibu sudah mencoba membujuk Ayahnya Ron untuk membatalkan perjodohan itu. Namun perjodohan itu sudah turun temurun dan tidak boleh dilanggar" Ibu mengelus rambut Lily.
Tangis Lily akhirnya kembali pecah. Ia memeluk Ibu dan menangis di dekapannya. Sang Ibu hanya bisa menenangkan dan mengusap bahu putrinya.
Setelah agak tenang, Ibu mengajak Lily untuk makan, tapi Lily menolak. Lily izin pamit pada Ibu untuk kekamarnya yang ada dilantai dua. Ibu menghela napasnya dan membiarkan putrinya menenangkan diri.
Kaki jenjang Lily berjalan menapaki anak tangga. Sungguh, Ia tak tahan dengan semuanya dan Ia berniat untuk bunuh diri malam ini.
Katakanlah Lily lemah, memang! Lily adalah tipe orang yang sangat setia jika sudah menjalin cinta. Karena itu ketika Ia ditinggal menikah, pikiran sehatnya hilang tertutupi rasa sakit dan marah.
Kaki Lily berbalik turun menapaki tangga. Ia berjalan ke arah gudang belakang dengan mengendap-ngendap agar tidak ketahuan Ibunya yang sedang di dapur.
__ADS_1
Eits, jangan mengira Ibunya tak tahu. Ibunya tahu dan ketika Lily sudah didalam gudang, Ibu berlari ke kamar Lily sambil membawa sebuah obat tidur, Ibu memasukkan obat tersebut ke dalam segelas air putih yang selalu tersedia diatas nakas Lily.
Dia melakukan ini karena Ia menebak pasti Lily akan melakukan hal nekat malam ini. Ia yakin 90% Lily akan meminum air ini ketika akan melaksanakan aksi nekatnya. Ibu segera keluar kamar dan kembali ke dapur agar tak memancing kecurigaan Lily.
Sementara itu, Lily sibuk mencari dan mengotak-atik isi gudang untuk mencari tali. Lalu, Ia menemukan sebuah gulungan tali tambang yang pas untuk Ia pakai.
Lily berjalan mengendap-ngendap ketika melewati dapur. Ia menapaki tangga dengan sedikit berjinjit agar tak menimbulkan suara.
Sesampainya di kamar, ia langsung mengikat tali tersebut di plafon kamarnya yang terdapat paku biasa ia gunakan untuk menggantung lampu tidur.
Ia gugup, apakah ia sanggup melakukan ini?
Lily merasa kerongkongannya sedikit kering. Ia melihat segelas air putih di atas nakas, dan tanpa curiga sedikit pun Ia meminum habis airnya hingga tak bersisa.
Perlahan tapi pasti, obatnya mulai bekerja. Lily merasa kepalany sedikit pusing, dan Ia mengantuk.
Bruk!
Tubuh Lily terjatuh dilantai. Ibu yang dari tadi mengintip kegiatan putrinya langsung mengangkat dan membaringkan tubuh Lily di tempat tidur nya.
Sungguh, Ibu tak tega melihat putrinya seperti ini. Ia bisa apa? Ia sudah berusaha untuk membujuk, tapi hasilnya nihil.
Ibu mengambil tali tambang tersebut dan membawanya keluar rumah. Ibu membakar dan membuang tali tambangnya. Ia akan melakukan apa pun demi membuat putrinya bahagia.
Kemudian, sebuah mobil hitam berjalan memasuki pekarangan rumah. Lalu, dari dalam mobil keluar seorang pria paruh baya yang menenteng sebuah tas. Itu adalahnya ayahnya Lily.
Ayah heran melihat istrinya sedang membakar sesuatu pada malam buta seperti ini. Ia berjalan mendekati istrinya, dan melihat istrinya membakar sebuah gulungan tali tambang.
"Kenapa kau membakarnya, Sayang?" tanyanya.
"Kau tahu? Lily ingin bunuh diri dengan ini"
"Apa karena masalah perjodohan itu?" Ayah terkejut mendengar istrinya.
__ADS_1
Next^_^
Jgn lupa Favorite and Like!!!:)