
"Ra?"
" Haaah, dia tidak datang lagi."
"Ra, sebaiknya kita pulang. sudah larut, besok kesini lagi oke? ayo."
Menghela nafas, gadis itu berbalik menghadap presensi yang selama 2 tahun ini menemaninya dengan mata berairnya.
Dia, Keira Knightley. Terhitung 2 tahun lebih dia berdiri disini, rooftop kantornya sendiri. Menunggu seseorang yang tidak pasti.
"Menurutmu, dia akan kembali atau tidak?"
Ucapannya bergetar, menahan sesak dihatinya dan air mata yang menggenang, siap tumpah jika satu kali saja ia berkedip, pun pria dihadapannya ini tidak tahu harus berbuat apa, lantas dia hanya memeluk sembari mengatakan apa yang selalu ia katakan saat sahabatnya itu mulai lelah dengan penantiannya.
"Jika dia mencintaimu dia akan kembali, jika kau lelah maka berhentilah. Tenanglah aku akan selalu bersamamu Ra."
flashback on
__ADS_1
"Kei, aku sangat mencintaimu, sungguh. Aku tidak ingin pergi, tidak ingin kau membenciku."
"Kau kenapa? kau akan kemana memangnya? kau ini aneh sekali. Dengar, kita akan bersama. selamanya."
"Kuharap begitu."
flashback of
Keira POV
Aku selalu mengingat itu, percakapan terakhir kami. Hari itu dia mengajakku pergi, dia ingin liburan, katanya. Kami mengunjungi berbagai tempat wisata, wahana dan galeri seni. Aku sangat bahagia waktu itu. Tapi, sikapnya berbeda dari biasanya, dia aneh.
Dan benar saja, besoknya dia tidak datang ke rumahku. Biasanya sebelum ke kantor, dia akan mampir. Aku mencoba untuk berpikir yang baik-baik saja. Hingga siang dia belum menghubungi ku. Aku pun menelponnya, tapi nomornya tidak aktif.
Aku mencarinya ke kantor, rumah dan tempat dimana sering ia datangi. Bahkan aku mencarinya ke bandara, mencari setiap list penerbangan dengan nama Dave Aland Dominic, setiap list orang yang datang dan pergi keluar negeri. Tapi nihil, aku tetap tidak menemukan nya. Apa yang Dave lakukan hingga aku tak bisa menemukan jejaknya?
Satu Minggu pencarian tidak menghasilkan apa-apa, aku menyerah. Tapi aku tetap menunggunya ditempat favorit kami. Aku terus menunggunya hingga saat ini. 2 tahun lebih, tapi tidak ada tanda tanda dia akan kembali.
Hari ini, Minggu 31 Desember 2017. Aku akan menunggunya sekali lagi, jika dia tetap tidak datang maka aku akan berhenti. Seperti biasa aku menunggu hingga larut, dan lagi lagi penantian ku hanya sia-sia. Dia tidak datang, dia merubah cinta ku menjadi kebencian.
__ADS_1
Aku membencinya, aku menyerah.
"Ra,"
Selalu suara itu yang kudengar. Aku berbalik, sekali lagi aku menangis dan dia memelukku. Aku menangis sekencang yang kubisa. Berharap itu bisa sedikit mengurangi rasa sesak dan sakit dalam hatiku. Dia terus memelukku, mengusap punggung dan mencium pucuk kepala ku sesekali.
"Daren...hiks...Daren aku membencinya, apa salahku, hiks...kami baik-baik saja tapi kenapa dia pergi? hiks...Daren aku menyerah, hiks... Dar-
"Tenanglah, bukan kau yang salah. Tapi laki-laki brengsek itu. Dengar, banyak yang mencintai mu di luar sana. Banyak yang ingin kau bahagia, termasuk aku. Ra, aku tidak ingin kau menangis lagi. Relakan dan lupakan, kau pasti bisa. Aku akan terus menemani mu hingga kau bisa hidup lagi. Aku ingin Keira ku, Keira kecilku yang selalu ceria. Kau berhak bahagia dengan atau tanpanya."
Aku melepas pelukannya, menatap matanya dalam.
"Daren kau mau membantu ku? apa penawaran mu masih berlaku? buat aku mencintaimu, aku- aku ingin melupakannya. Kumohon."
Daren hanya tersenyum, kemudian memelukku lagi.
POV end
dan tanpa mereka sadari, seseorang menyaksikan adegan itu dengan senyuman nya. kendati itu menyakiti dirinya -
__ADS_1