Keira'S Life Story

Keira'S Life Story
Question


__ADS_3

Selama perjalanan Keira hanya melamun, setelah dari rumah ibu, Daren bilang akan mengajak Keira ke suatu tempat. Pikirannya berkecamuk, apalagi setelah apa yang ibu Daren katakan tadi.


'Ibu mohon jangan sakiti dia Ra, kau tahu dia sangat mencintaimu bukan? Sejak malam kau menerimanya, dia selalu terlihat bahagia. Berdamailah dengan masa lalumu. Jika tidak bisa melupakan, maka cukup simpan rapi masa lalu itu dalam hatimu.'


Bisakah ia berdamai? Bisakah ia melupakan? Keira terus mencoba kendati itu terasa tidak mungkin. Sangat sulit melupakan seseorang yang sudah seperti bayanganmu sendiri, bagian dari dirimu, duniamu.


Dave memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap dunia Keira. Seluruh dunianya hanya tentang pria itu. Jadi, bagaimana bisa Keira melupakan? Semua begitu rumit untuknya. Selalu, dunia tidak pernah berpihak padanya.


Keira selalu hidup sendiri. Orang tuanya hanya fokus pada dunia mereka, dunia bisnis. Mereka terlalu larut dalam dunianya hingga melupakan putri semata wayang mereka. Hingga Dave hadir sebagai warna baru bagi Keira, mengisi seluruh kekosongan dan rasa kesepiannya selama ini.


Hanya dalam beberapa Minggu Dave berhasil mengambil seluruh atensi dalam dunia Keira. Dave memberikan kebahagiaan dan euphoria yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Bersama Dave, Keira merasa sempurna. Ia merasa begitu disayangi, dicintai, dan dihargai.


Dave tidak pernah memberikan kecewa padanya, hanya senyum dan kebahagiaan. Hingga Keira lupa jika untuknya bahagia memang tidak pernah ada. Bahagianya semu, sementara. Keira merasa jika ia sudah mengenal Dave. Tapi ternyata semua salah, Keira memang tidak pernah mengenalnya.


Dave menunjukan persona nya. Dia pergi setelah mengambil seluruh atensi dalam dunia Keira, hingga Keira sendiri tidak bisa mengendalikannya. Dave pergi dengan meninggalkan luka yang tidak akan pernah bisa disembuhkan, kecuali oleh Dave sendiri. Dave mengambil segalanya, maka Dave juga harus mengembalikan apa yang telah dia ambil.


"Ra?!"


Keira tersentak, ia langsung mengalihkan pandangannya pada presensi disebelahnya yang kini tengah menatap khawatir.


"Hei, kau tidak apa-apa? Apa ibu mengatakan sesuatu tadi?"


"Tidak, aku hanya sedang melamun tadi. Kita sudah sampai?"


Keira menatap sekeliling, ia membelalakkan matanya. Jadi ini tempat yang Daren maksud? Apa-apaan pikirnya.


Pun Daren mengetahui reaksi gadisnya itu, ia tersenyum lantas bersuara.


"Bukan ini tempatnya, kau belum chek-up bukan? Kita periksa kau dulu, setelah itu kita pergi okay?"


Keira mengangguk, tak ada gunanya menyembunyikan sesuatu dari Daren, ia pasti mengetahuinya.


***


Chen hospital


Rumah sakit Asia pertama di kota ini. Kebetulan ini milik keluarga Chen, keluarga Daren tentunya. Sudah sekitar 15 tahun rumah sakit ini didirikan oleh ayah Daren. Dan sekarang Daren yang mengelolanya.


Mereka berjalan menyusuri setiap koridor rumah sakit. Para perawat dan dokter lainnya tersenyum ramah saat mereka berpapasan.


"Ra, kau duluan aku akan mengurus datanya dulu."


Meskipun rumah sakit ini miliknya tapi peraturan tetap peraturan bukan?


Pun Daren sudah seperti suami yang sangat perhatian, tapi Keira bahkan belum mencintainya sampai saat ini. Dia memang kurang pandai bersyukur.


Keira mengangguk mematuhi. Ia pun berjalan sendiri menuju ruangan dokter yang selama ini merawatnya.


Daren kembali ke bagian penerimaan pasien ( resepsionis rumah sakit) ia akan mengurus beberapa data dan administrasi lebih dulu. Sesampainya di sana ia langsung menyebutkan nama Keira.

__ADS_1


Saat menunggu, tidak sengaja mata Daren menangkap hal yang familiar untuk pandangan matanya. Ia mengedip beberapa kali untuk memastikan, dan ternyata ia memang salah lihat. Objeknya sudah menghilang.


"Doctor?!"


Daren terkesiap, lantas ia mengangguk sembari mengambil sebuah map yang resepsionis di berikan.


"Thank you."


Jawabnya.


***


"Keadaannya sudah semakin baik, kau meminum obatnya hanya jika diperlukan saja. Dan aku harap kau bisa tidur tanpa obat ini lagi Ra."


Jelas dokter itu dengan tatapan sendunya. Sungguh, Keira seperti sedang dikasihani sekarang. Dan dia tidak menyukai itu, Keira hanya merasa jika hanya dia satu-satunya yang paling menderita dimuka bumi ini.


"Aku selalu menemaninya hingga Keira tertidur, jadi kau tidak perlu khawatir. Keira akan lepas dari obat itu."


Keira tersenyum, begitupula dengan dokter itu. Memang benar setiap malam sejak kejadian itu Daren selalu menemani Keira. Apalagi setelah Daren tahu jika Keira mengonsumsi obat hanya untuk bisa tidur dengan tenang tanpa memimpikan orang itu. Hah, bahkan saat tidur pun Dave selalu hadir dalam mimpi Keira.


Sejak kepergian Dave untuk tidur pun sangat sulit untuk Keira lakukan. Jika ia tidur maka mimpi buruknya akan hadir, maka yang dia lakukan adalah terjaga hingga pagi. Dan sejak saat itulah Keira mulai mengonsumsi obat tidur.


Dan karna itu pula Keira hampir kehilangan nyawanya. Untung saja Daren mengetahui lebih awal, ia membawa Keira kerumah sakit. Dan dokter bilang jika Keira over dosis obat tidur. Daren pun mulai mengawasi Keira hingga rela menunggu sampai Keira terlelap tanpa obatnya.


"Kalau begitu kami permisi dulu dok,"


"Sudah kubilang panggil saja Eliza. Hanya ada kita disini."


Jawab Eliza disela kekehannnya.


***


"Masih lama tidak? Ini sudah hampir sore dan kita belum sampai? Kau mau mengajakku kabur ya?"


"Sebentar lagi, kau tidurlah lagi. Nanti kubangunkan."


Jawab Daren. Sungguh Keira sangat menggemaskan. Bagaimana tidak, dari tadi ia terus mengeluh dan bertanya sudah sampai atau belum. Kan Daren jadi gemas sendiri dengan raut wajah kesal Keira. Itu membuatnya semakin cantik, pikir Daren.


Keira pun melanjutkan tidurnya.


Setelah dua puluh menit, Daren menepikan mobilnya tidak jauh dari tempat yang ia tuju.


"Ra, bangun sudah sampai."


Keira menggeliat, mengucek matanya sebentar. Ia melihat sekelilingnya, banyak orang berlalu lalang di depan sana.


"Kita dimana?"


Keira bertanya tanpa mengindahkan pandangannya.

__ADS_1


Daren tidak menjawab, ia langsung keluar begitu saja. Keira mencebik kesal, ia pun mengikuti kemana Daren berjalan.


Mereka berjalan beriringan, dengan saling berpegangan tangan.


"Kita akan kemana?"


Keira kembali dengan pertanyaannya.


Lagi-lagi Daren mengabaikan pertanyaan sang gadis. Ia terus berjalan, menikmati angin sore dengan hangatnya tangan mereka yang saling menggenggam satu sama lain.


Puas berjalan-jalan, Daren berhenti disalah satu kursi yang tersedia di taman itu, Tuileries Garden, Paris.



(Seperti itulah gambarannya><)


Tuileries Garden




Mata keira berbinar, Daren benar-benar sahabatnya. Ia tahu kesukaannya.


"Kau suka?"


"Tentu saja, aku sangat menyukai sunset, meskipun keindahannya hanya sementara. Seperti kebahagiaanku."


Entahlah, Daren hanya merasa jika Keira tidak benar-benar bahagia bersamanya. Terbukti dari ucapannya.


"Ra?"


Keira menoleh,


"Jika Dave kembali, apa kau juga akan kembali padanya? Jika dia meminta maaf, dan menjelaskan kenapa dia pergi. Apa kau akan kembali bersamanya? Apa kau akan meninggalkanku?


Deg


___


persona : Topeng


part terpanjang><


like rate nya ya itu akan sangat membantu🤣


Terimakasih yang sudah mampir🤣😊


see ya!šŸ‘

__ADS_1


__ADS_2