Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
KEKASIH KECILKU Eray Dewi Pringgo


__ADS_3

1.Pertemuan


Seorang gadis tampak begitu ceria dengan


pakaian yang tengah dipakainya saat ini. Dia terus


bernyanyi dengan merdu sampai lupa dengan


keberadaan sahabat baru yang saat ini tengah


memperhatikannya seraya menggelengkan kepala.


Geara Michelle Oeral atau biasa


dipanggil Gea tampak cantik dengan pakaian warna


putih yang serasi dengan kulitnya yang pucat. Pipinya


yang selalu memerah membuatnya tampak kekanak.kanakan. Sinar matanya yang lembut dan garis wajahnya


yang kecil memiliki daya pikat yang tinggi.


Gea begitu bahagia karena status barunya saat ini


membuat orang tuanya siap memberikan seluruh privasi


kepadanya, dan itu semua berkat sahabat baru yang


dipercaya oleh orang tuanya, Sarah.


"Jangan berhias terlalu cantik, Gea. Kamu tidak


tahu berapa banyak senior hidung belang di kampus.


Mereka benar-benar buruk." Sarah yang semula duduk


di sofa kini membaringkan diri sambil memainkan tablet


pintarnya.


"Iya ..." Gea buru-buru menyisir rambut dan


membiarkannya agar tetap tergerai dengan pita rambut


bentuk bunga menghiasi kepala. Setelah memoleskan


make up tipis warna kulit dan memakai name tag di dada,


barulah Gea menyambar tas rajutnya dan berjalan

__ADS_1


menghampiri Sarah.


Gea sudah siap!" Gea berseru ceria. Satu ciri


khas manis gadis berlesung pipi itu adalah ketika sedang


berbicara dengan seseorang selalu menyebut namanya


sendiri.1


Gea mengerutkan kening ketika Sarah tidak


meresponnya. Sarah tampak sibuk dengan tabletnya dan


mau tidak mau membuat rasa ingin tahu Gea


meningkat. Gea ingin melihat apa yang membuat


sahabatnya itu begitu konsen dengan tabletnya daripada


dengan dirinya.


"Lagi lihatin apa sih?" Gea mengambil duduk di


samping Sarah.


layar tablet Sarah. Gea terpana. Jantungnya berdebar


hanya dengan seulas senyum yang nampak dari fotowebsite kampus. Pose lelaki itu sederhana namun


memberi kesan luar biasa.


"Dia siapa?" Gea bertanya polos. Matanya masih


jatuh pada foto itu. Sarah buru-buru menoleh lalu


kembali duduk tegak. Dipegangnya bahu Gea dengan


menatap tajam padanya, "Hindari laki-laki ini. Dia


sangat berbahaya untukmu!"


Gea mengerucutkan bibir, lalu kembali


menundukkan kepala untuk melihat foto laki-laki itu.


Gea memperkirakan usia lelaki itu berada tiga atau


empat tahun di atasnya. Untuk sesaat Gea lupa untuk

__ADS_1


bernafas. Jantungnya kembali berlomba hanya dengan


melihat sosoknya yang berkharisma. Aneh ... Gea tidak


pernah merasa debaran seperti ini sebelumnya.


"Hei, kamu dengar nggak sih?" Sarah menarik


dagu Gea hingga mata mereka kembali bertemu.


"Iya, Gea dengar kok..." Gea berkata sedih. Sejak


menginjakkan kakinya di Ibukota, Sarah selalu


melarangnya untuk dekat dengan laki-laki manapun, dan


kali ini larangan Sarah membuat Gea sedih.


"Ini semua demi kebaikanmu. Aku tidak ingin


kamu menyesal." Sarah menyisir lembut anak rambut


milik Gea layaknya seorang kakak yang sayang dengan


adiknya. Lalu dipeluknya tubuh Gea penuh kasih, "Aku


menyayangimu seperti adikku sendiri, Gea. Sangat


menyayangimu."


"Aku juga menyayangimu, Sarah." Gea membalas


pelukan Sarah. Selama beberapa saat mereka saling


berpelukan. Gea begitu bahagia memiliki Sarah,


begitupun sebaliknya.


"Siap menjadi mahasiswi baru, lil'girl?" Seru Sarah


mencoba mencairkan suasana.


"Siap!" Gea menyambutnya dengan wajah yang


kembali berseri-seri. Sarah yang tahun ini telah


menjalani dua semester di kampus rela meluangkan.waktu untuk mengantar Gea ke t


jangan lupa vote like and komen

__ADS_1


__ADS_2