
1.Pertemuan
Seorang gadis tampak begitu ceria dengan
pakaian yang tengah dipakainya saat ini. Dia terus
bernyanyi dengan merdu sampai lupa dengan
keberadaan sahabat baru yang saat ini tengah
memperhatikannya seraya menggelengkan kepala.
Geara Michelle Oeral atau biasa
dipanggil Gea tampak cantik dengan pakaian warna
putih yang serasi dengan kulitnya yang pucat. Pipinya
yang selalu memerah membuatnya tampak kekanak.kanakan. Sinar matanya yang lembut dan garis wajahnya
yang kecil memiliki daya pikat yang tinggi.
Gea begitu bahagia karena status barunya saat ini
membuat orang tuanya siap memberikan seluruh privasi
kepadanya, dan itu semua berkat sahabat baru yang
dipercaya oleh orang tuanya, Sarah.
"Jangan berhias terlalu cantik, Gea. Kamu tidak
tahu berapa banyak senior hidung belang di kampus.
Mereka benar-benar buruk." Sarah yang semula duduk
di sofa kini membaringkan diri sambil memainkan tablet
pintarnya.
"Iya ..." Gea buru-buru menyisir rambut dan
membiarkannya agar tetap tergerai dengan pita rambut
bentuk bunga menghiasi kepala. Setelah memoleskan
make up tipis warna kulit dan memakai name tag di dada,
barulah Gea menyambar tas rajutnya dan berjalan
__ADS_1
menghampiri Sarah.
Gea sudah siap!" Gea berseru ceria. Satu ciri
khas manis gadis berlesung pipi itu adalah ketika sedang
berbicara dengan seseorang selalu menyebut namanya
sendiri.1
Gea mengerutkan kening ketika Sarah tidak
meresponnya. Sarah tampak sibuk dengan tabletnya dan
mau tidak mau membuat rasa ingin tahu Gea
meningkat. Gea ingin melihat apa yang membuat
sahabatnya itu begitu konsen dengan tabletnya daripada
dengan dirinya.
"Lagi lihatin apa sih?" Gea mengambil duduk di
samping Sarah.
layar tablet Sarah. Gea terpana. Jantungnya berdebar
hanya dengan seulas senyum yang nampak dari fotowebsite kampus. Pose lelaki itu sederhana namun
memberi kesan luar biasa.
"Dia siapa?" Gea bertanya polos. Matanya masih
jatuh pada foto itu. Sarah buru-buru menoleh lalu
kembali duduk tegak. Dipegangnya bahu Gea dengan
menatap tajam padanya, "Hindari laki-laki ini. Dia
sangat berbahaya untukmu!"
Gea mengerucutkan bibir, lalu kembali
menundukkan kepala untuk melihat foto laki-laki itu.
Gea memperkirakan usia lelaki itu berada tiga atau
empat tahun di atasnya. Untuk sesaat Gea lupa untuk
__ADS_1
bernafas. Jantungnya kembali berlomba hanya dengan
melihat sosoknya yang berkharisma. Aneh ... Gea tidak
pernah merasa debaran seperti ini sebelumnya.
"Hei, kamu dengar nggak sih?" Sarah menarik
dagu Gea hingga mata mereka kembali bertemu.
"Iya, Gea dengar kok..." Gea berkata sedih. Sejak
menginjakkan kakinya di Ibukota, Sarah selalu
melarangnya untuk dekat dengan laki-laki manapun, dan
kali ini larangan Sarah membuat Gea sedih.
"Ini semua demi kebaikanmu. Aku tidak ingin
kamu menyesal." Sarah menyisir lembut anak rambut
milik Gea layaknya seorang kakak yang sayang dengan
adiknya. Lalu dipeluknya tubuh Gea penuh kasih, "Aku
menyayangimu seperti adikku sendiri, Gea. Sangat
menyayangimu."
"Aku juga menyayangimu, Sarah." Gea membalas
pelukan Sarah. Selama beberapa saat mereka saling
berpelukan. Gea begitu bahagia memiliki Sarah,
begitupun sebaliknya.
"Siap menjadi mahasiswi baru, lil'girl?" Seru Sarah
mencoba mencairkan suasana.
"Siap!" Gea menyambutnya dengan wajah yang
kembali berseri-seri. Sarah yang tahun ini telah
menjalani dua semester di kampus rela meluangkan.waktu untuk mengantar Gea ke t
jangan lupa vote like and komen
__ADS_1