Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 4.Terjebak


__ADS_3

"Gea!"


Entah sudah berapa kali Sarah mencari, tetapi


sosok yang dimaksud tidak juga menunjukkan batang


hidungnya.


"Selalu hilang!" Sarah menggerutu karena


kebiasaan Gea tidak juga berubah. Gadis itu terlalu


polos dan Sarah takut terjadi sesuatu yang buruk


kepadanya. Di antara rasa genting itulah peringatan dari Tante Riana kembali datang dan memenuhi isi


kepalanya.


Gea baru saja sembuh dari pemulihan. Satu tahun


berada dalam pengawasan kami. Tolong jaga Gea, jangan


biarkan Gea berinteraksi dengan laki-laki manapun saat di


kampus.'


Jujur saja, Sarah tidak begitu paham dengan


ucapan Tante Riana kepadanya. Tetapi mengingat


betapa polos dan cantiknya Gea, Sarah mulai paham


dengan maksud dari wejangan itu. Tampaknya Gea


pernah mengalami trauma ... dan itu semua disebabkan


oleh laki-laki.


Sambil menarik nafas dalam-dalam, Sarah


menajamkan matanya sekali lagi termasuk mengedarkan


pandangannya ke seluruh penjuru area kampus,


berharap menemukan Gea.


"Kamu ada dimana Gea ..." Sarah mulai putus asa.


"Siapa Gea?" Sentuhan di bahu kiri yang berlanjut


dengan pelukan mesra di tubuhnya membuat Sarah


terkesiap.


Sarah menoleh ingin tahu, dan berdecak begitu


tahu siapa sosok yang berhasil membuatnya terkejut.


Laki-laki yang saat ini tengah memeluknya posesif


adalah salah satu senior yang tergabung dalam pentolan

__ADS_1


yang diketuai oleh putra tertua—berdasarkan gosip yang


Sarah tahu adalah pemilik bisnis prostitusi di Jakarta.


"Apa aku mengagetkanmu, Sayang?" John


berbisik lembut di sisi telinga Sarah, membuatnya


kehilangan rasa nyaman. Apalagi dengan endusan bibir


dan hidung yang mulai mengarah pada tindakan tidak


senonoh membuat Sarah berusaha mati-matian untuk


melepaskan diri.


"Sebentar lagi upacara penyambutan akan dimulai


'kan? Sebaiknya kakak segera ke lapangan dan—""Berusaha mengusirku secara halus lagi, Sarah?"


John membiarkan nada geli keluar begitu saja dari


bibirnya. Sarah tersenyum kaku. Sarah tidak pernah bisa


berbohong di depan laki-laki yang selama beberapa


bulan ini melakukan flirting kepadanya. John memiliki


pembawaan ramah dan humoris, terbukti dengan


senyum yang selalu tersungging di bibirnya, tinggi di atas


rata-rata, tidak kekar tapi juga tidak kurus, memiliki


seorang model majalah.


"Malam ini aku akan menjemputmu." John


mencium bibir Sarah saat Sarah berniat membuka suara,


"Tidak ada penolakan. Aku menginginkanmu."


John mengedipkan mata dan berjalan mundur


menjauhi Sarah yang berdiri dengan wajah memerah.


Sarah terus berdiri seperti gadis bodoh sampai John


menghilang dari pandangan."Cukup Sarah! Sadar!" Sarah menggelengkan


kepalanya kuat-kuat, "Sekarang waktunya untuk mencari


Gea!"


Mencari Gea adalah misinya saat ini!


 


\*


 

__ADS_1


John Abraham berjalan melewati jajaran


mahasiswi baru dengan mengusung senyum ramah.


Sebagai salah satu anggota eksekutif himpunan


mahasiswa kampus, John sudah terbiasa mengikuti


kegiatan termasuk upacara penyambutan anak baru.


Tatapi kali ini John merasa berbeda. Baru saja tiba, John


dikejutkan dengan kedatangan sahabatnya yang baru saja


selesai melakukan ritual penyambutan. Begitu lelaki itu


turun podium, John mendekatinya.


"Sungguh kejutan." John menepuk bahu Rey,


takjub, "Apa yang membawamu kesini, Ray?"


"Bukan urusanmu." Rey hanya melirik sekilas, lalu


kembali menatap ke depan."Sepertinya bos punya mangsa baru." Bisik


pemuda berkulit hitam seraya menjilat bibir. Suara


pemuda itu begitu pelan sehingga hanya John saja yang


bisa mendengarnya.


Mangsa baru?


John kemudian mengamati sikap tidak biasa Rey


termasuk mengikuti arah pandangan yang ternyata setia


jatuh pada sosok cantik yang berada di barisan tengah.


Gadis itu tampak pucat dengan kepala tertunduk.


Sepertinya 'mangsa baru' yang dimaksud Sony adalah


gadis itu.


John mengenal Rey. Sahabatnya tidak pernah


mau apalagi menginjakkan kakinya di atas panggung


hanya untuk menyambut mahasiswa baru. Tapi kali ini


Rey melakukan hal yang sebaliknya. Rey terlalu tertutup,


dan tidak jarang memakai kekerasan apabila


keinginannya tidak terpenuhi. Memiliki ego tinggi, tak


heran jika Rey dicap sebagai pentolan kampus paling


dijauhi, tapi juga diidamkan-idamkan sebagai kekasih.

__ADS_1


jangan lupa vote like and komen


__ADS_2