Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 6


__ADS_3

menatap liar dengan seringai menakutkan. Dan satu


lelaki yang lain menatapnya biasa tanpa meninggalkan


senyum ramah.


“Apa kau yang bernama Gea?” tanya laki-laki


dengan rambut pompadour. Tatapan matanya tampak


lembut, tetapi Gea sudah terlanjur takut.


“Bu-bukan ….” Gea menggelengkan kepala, lalu


berusaha menghindar dan kembali berjalan. Namun,


tangannya tiba-tiba ditarik oleh lelaki berkulit gelap.


“Jangan bohong.” Dengan gerakan tak terbaca,


lelaki itu menyingkap jaket rajut warna krem milik Gea,


hingga name tag-nya terlihat jelas. Gea lupa untuk


melepas name tag itu.


“Kau berani bohong sama kami, hah?” lelaki itu


tampak murka.


“John, bagaimana kalau gadis ini aku berikan


pelajaran terlebih dahulu? Aku bisa ....” sambung laki


laki itu seraya menyenggol John.


“Ti-tidak mau ....” Gea menggeleng, takut.


“Masih banyak gadis di luar sana yang bisa kau


mainkan, Son. Jangan sentuh gadis ini.” John


memperingatkan dengan serius.


“Cih! Lagi-lagi itu.” Soni memutar bola matanya.


“Ikutlah dengan kami.” John berkata sepenuh


hati, "Kami berjanji tidak akan menyakitimu."


Gea berusaha meminta bantuan dengan


memandang ke kanan dan kiri, namun tak ada dari


orang-orang di sana yang berani untuk sekadar


melihatnya.


“Percuma meminta bantuan. Mereka semua


pencundang,” sahut John, seolah tahu isi hati Gea.

__ADS_1


Gea yang merasa tidak punya pilihan lain,


akhirnya mengangguk setuju.


Gea berjalan diimpit oleh dua lelaki itu menuju ke


halaman belakang. Lengang dan sepi, begitulah kata


yang tepat untuk mendeskripsikan tempat itu.


Cukup lama berjalan, akhirnya mereka sampai di


depan sebuah rumah berukuran sedang. Rumput ilalang


tampak tumbuh subur di sekitar pelataran.


“Masuk,” pinta John.


Suara musik dengan volume yang cukup keras


menyambut kedatangan mereka. Kepulan asap rokok


dan bau alkohol memenuhi ruangan. Gea yang merasa


enggan untuk masuk hanya berdiri di tempat.


“Sampai kapan kau akan berdiri di sana? Masuk.”


"Gea mau pulang ….”


“Baru juga sampai.” John menarik tangan Gea,


membawanya masuk.


Gea melihat ke belakang, dan pintu telah tertutup.


Gadis itu lalu mengedarkan pandangan dan menatap ke


setiap penjuru ruangan dengan perasaan takut. Ruangan


yang cukup luas dengan beberapa area permainan dan


meja bar yang menyediakan berbagai jenis minuman. Di


setiap sudut ruangan, Gea melihat beberapa lelaki


tengah bermain billiard. Ada pula dari mereka yang


tengah bercumbu mesra. Saat itulah Gea mengalihkan


pandangannya, malu.


“Lewat sini.”


Gea mengikuti John, berjalan dengan kepala


tertunduk. Ketika melewati sekumpulan lelaki dengan


celana robek dan rokok terjepit di mulut, semua


pandangan tertuju kepada dirinya, hingga ia merasakan

__ADS_1


tangannya tiba-tiba berkeringat.


John membawa Gea menuju ke lorong gelap dan


remang-remang lalu berhenti di depan sebuah pintu


besar berwarna putih.


“Masuklah."


Gea mencengkeram ujung roknya, bingung. Dia


tidak mengenal siapa pun di sini. Tempat ini begitu


menakutkan untuknya. Tanpa suara, Gea menundukkan


kepala dan menangis.


“Jangan menangis. Kau mau pulang, ‘kan?” Tanya


John dengan nada iba.


Gea menganggukkan kepalanya dengan polos.


Jari-jari lentiknya menyapu air mata yang menetes


lembut di pipinya, "Mau ..."


“Kalau begitu masuklah.”


Gea mencebikkan bibir. Gea tidak mau masuk,


Gea hanya ingin pulang.


"Masuklah. Di dalam sana akan lebih aman


untukmu." Ucap John sekali lagi.


"Apa setelah ini Gea boleh pulang?" Tanya Gea


polos."Tentu saja."


Gea mengangkat kepalan sambil menyeka air


matanya yang setia mengalir. Sambil menarik nafas, Gea


memberanikan diri untuk masuk. Saat kakinya telah


menginjak lantai marmer warna hijau, suara klik pada


pintu membuatnya sadar bahwa ia berada dalam bahaya.


Gea kemudian berbalik dan kembali menghampiri


pintu.


“Buka pintunya! Buka!” Gea menggedor berkali


kali, namun tak ada reaksi.


"Tolong buka pintunya! Tolong ..." Gea meratap

__ADS_1


di dalam ruang berbentuk kamar yang ditempatinya saat


ini.


__ADS_2