Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 2


__ADS_3

waktu untuk mengantar Gea ke tempat pembekalan


OSPEK .


"Kamu suka?" Sarah tertawa kecil melihat Gea.


Gea mengangguk cepat. Bibir mungilnya setia


tertarik membentuk senyum lebar manakala mobil yang


ditumpanginya melewati beberapa gedung tinggi yang


megah. Tidak membutuhkan waktu lama, mobil sedan


warna kuning yang Gea tumpangi berhenti tepat di


depan sebuah perguruan tinggi elit yang telah dicita


citakan oleh Gea selama ini, gedung tinggi dengan


platform besar bertuliskan selamat datang.


[SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU


UNIVERSITAS INTERNASIONAL AERO].


 


\*


 


Berbagai macam suara terdengar nyaman di


telinga Gea. Tawa para mahasiswi baru, bisik-bisik para


penggosip, langkah kaki para senior dengan


kelompoknya masing-masing, berikut suara para dosen


yang tengah bercengkrama dengan anak didiknya. Suara


suara itu membentuk suatu nyanyian kesibukan yang


tiada pernah berhenti. Nyanyian yang melantun pelan.


Di tengah-tengah kesyahduan nyanyian kesibukan hanya


suara Sarah yang terdengar begitu konsisten dengan


nada suara kaku."Di depan sana ada Fakultas Teknik. Hindari

__ADS_1


gedung itu. Lalu di samping kiri ada ..." Sarah tidak


sadar bahwa Gea telah berada di dunianya sendiri. Mata


gadis itu bahkan tertarik lurus pada gedung yang telah


diberi catatan hitam oleh Sarah. Fakultas dengan rumbai


gelap bertuliskan nama salah satu jurusan, dan taman


yang dipenuhi bunga Lily berhasil menyita perhatian


Gea.


[JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF ]


Kedua kakinya perlahan mulai bergerak menjauhi


Sarah. Gea mengikuti instingnya memasuki taman. Saat


kakinya menginjak semakin dalam, matanya tanpa sengaja menangkap sosok jangkung yang beberapa saat


lalu berhasil mencuri ketertarikannya. Laki-laki itu


tampak sibuk dengan sebatang rokok yang terselip di


sudut bibirnya. Kepulan asap putih mengelilinginya


Gea dibuat takjub dengan apa yang baru pertama


kali dilihat oleh matanya. Gea yang selama satu tahun


penuh ini berada dalam rumah dengan pengawasan


super ketat, termasuk menjalani homeschooling pilihan


sang ayah, tampak begitu polos saat melihat sosok


tampan itu. Bahkan saat lelaki itu menoleh dan


mendapatinya tengah memandang dan menatap


sosoknya yang misterius, Gea masih setia dengan


kepolosannya, tanpa dosa.


Sekilas Gea melihat keterkejutan di wajah laki-laki


itu. Namun berikutnya senyum tipis penuh kharisma


tersungging di bibirnya.

__ADS_1


“Apa kamu tersesat?" Suara yang dalam dan


rendah mengalun bagai musik nan indah di telinga Gea.


Laki-laki itu membuang rokoknya, menginjaknya sampai


abu rokok hilang tak tersisa, lalu berjalan mendekat.


Melihat matanya, nafas Gea kembali tertahan.


Mata lelaki itu begitu coklat gelap, hampir hitam, dan


Gea tidak nyaman melihat wajah lelaki itu secara


langsung, sehingga pandangannya dengan cepat


meninggalkan matanya dan beralih dengan melihat ke


tempat lain.


"Tatap lawan bicaramu saat bicara.” laki-laki itu


menjepit dagu Gea dan memaksa wajahnya agar


terangkat.


Gea yakin wajahnya tidak bisa lebih merah lagi


daripada saat ini. Gea seperti tersengat aliran listrik saat


tangan lelaki itu menyentuh dagunya. Gea berusaha


mengendalikan diri dan berharap suara yang keluar dari


bibirnya tidak bergetar, tapi yang terjadi adalah


sebaliknya. Sentuhan laki-laki itu telah membuat hatinya


bergetar.


"I-iya ..." laki-laki itu tersenyum tipis mengetahui


Gea gugup dan ketakutan.


“Ge ... Gea harus pergi ....” Gea mencengkeram


roknya sambil menoleh ke belakang mencari Sarah,


tetapi lelaki itu melangkah mendekat, mencegahnya


pergi.

__ADS_1


jangan lupa vote like and komen😊


__ADS_2