Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 9 Menculik Gea


__ADS_3

Satu hari kemudian ....


"Mau sampai kapan kau merokok seperti itu?"


John memandang Rey yang saat ini tengah duduk


tenang di balkon apartemen sembari menghisap rokok.


Kepulan asap tertebaran hingga ke indra penciumannya.


Sejak insiden siang itu, Rey masih setia memasang


wajah datar. Auranya yang tidak sedikitpun bersahabat,


membuat John menarik diri.


John ingat dengan kemarahan Rey. Untuk


pertama kalinya, John melihat Rey murka dan bertindak


gila seperti itu.


"**GARA-GARA KAU GEA KABUR,


*********?!"


Sumpah serapah keluar dari mulut Rey. Seluruh


tubuh lelaki itu bereaksi membentuk emosi yang


membuat para penghuni basecamp siang itu takut untuk


mendekat ataupun membantu sosok yang tengah di


hujani pukulan dan tinju. Rey memukul Sony,


mengharuskan sosok malang itu dilarikan segera ke


rumah sakit.


maafkan aku son---John menarik nafasnya yang


berat, merasa bersalah karena menjadikan Sony sebagai


sasaran empuk kemarahan Rey. John tidak menyangkal


bahwa Rey akan semarah ini, dan ini semua adalah


salahnya. Tanpa sepengatahuan Rey, John membantu


Gea kabur.


Ketika Rey berada dalam satu ruang tertutup


bersama Gea, John mengatur rencana dengan meminta


Sony untuk memancing Rey keluar ruangan. Dengan

__ADS_1


dalih mendapat panggilan darurat dari bisnis rahasia


sang ayah, cukup berhasil membuat Rey percaya. John


menggunakan kesempatan emas perginya Rey dengan


membantu Gea kabur.


John terkejut mendapati kondisi Gea yang


memprihatinkan. Pakaian yang dikenakan gadis itu


kusut, matanya bengkak seolah baru saja menangis.


Ada hubungan apa ... Rey dengan gadis itu?--


John


tidak menyangka Rey tertarik dengan Gea, junior


sekaligus sahabat Sarah, gadis incarannya saat ini.


Sepengetahuannya, Rey hanya mengencani para gadis


glamor dengan pakaian kekurangan bahan. Walaupun


John sendiri tak bisa menampik Gea sangat cantik,


bahkan tubuh gadis itu jauh dari kata biasa. Tetapi, lebih


dari itu, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah status


Siapa Gea? Kenapa Rey bersikap di luar nalar seperti


itu?


"Mau ke mana?" Rey menatap John dari atas ke


bawah. Rey melihat penampilan rapi John, kemeja polos


putih dipadu celana jeans slim fit, serta sneaker berwarna


serupa dengan kemeja.


"Biasa," balas John seraya melihat jam yang


melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Rey kembali mengisap rokok dan menatap


pemandangan luar dari pinggir balkon.


"Bagaimana kabar gadis itu? Apa kau serius


dengannya?" tanya John ingin tahu. Namun, laki-laki


yang disindir hanya menatap dingin John dengan tangan

__ADS_1


yang masih setia memainkan puntung rokok.


Rey kembali setia dengan sikap diamnya. Lama


dalam hening membuat suasana menjadi tegang.


Auranya semakin gelap ketika Rey bangkit sambil


membuang puntung rokoknya ke asbak. Rey berjalan


menghampiri John. Langkahnya begitu pelan membuat


John waspada. Bahkan saat Rey berdiri lebih tinggi di


hadapannya, John merasa aura mencekam di seluruh


sudut ruangan.


"Kau satu-satunya sahabat yang kupercaya, John."


Rey melangkah lebih dekat lalu membisikkan sesuatu di


telinga John. Tangannya begitu erat memegang bahu


John. "Jangan pernah mengkhianatiku." Rey kemudian


menepuk bahu John lalu berjalan menuju sofa untuk


mengambil kunci mobilnya.


"Jadi kau sudah tahu, akulah yang membantu Gea


kabur?" John membalikkan tubuh dan memandangi Rey


yang tengah memakai jaket.


Keterdiaman Rey membuat John kesal. Bahkan


ketika Rey hendak pergi tanpa sedikit pun menjawab


pertanyaannya, John makin murka dibuatnya.


"Gea sahabat Sarah, Rey! Aku tidak ingin kau


mempermainkan gadis itu!"


Rey berhenti dengan tangan memegang engsel


pintu. "Urus saja urusanmu sendiri," ucapnya.


"Rey!" John berteriak memanggil namanya.


Blam! Panggilan lantang John dijawab oleh suara


bantingan pintu. Rey pergi tanpa basa-basi,


meninggalkan John.

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2