Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 3


__ADS_3

"Apa kamu takut padaku?" katanya saat sampai di


depan Gea. Mereka berdiri begitu dekat dan Gea


menyadari kalau lelaki itu lebih tinggi satu kepala


darinya, padahal saat ini dia sedang mengenakan high


heels setinggi 5 cm.


Lelaki ini memancarkan aura yang membuat Gea


merinding. Apalagi dengan keadaan di sekitar mereka


yang sepi. Dia bisa saja melakukan hal-hal buruk pada


Gea. Wajah tampan tidak menjadi jaminan bahwa lelaki


itu baik. Itulah yang selalu papanya katakan kepadanya.


"Ha ... hari ini ada u ... upacara penyambutan


mahasiswi baru ... Gea takut terlambat." Gea mendengar suaranya sendiri yang agak bergetar. Sebagian karena


takut, lalu sebagian lagi karena kedekatannya dengan


lelaki asing itu.


Lelaki itu mengulurkan tangannya mendekati


wajah Gea. Buku-buku jarinya membuat gerakan


menyapu pipinya yang lembut, membuat rasa takut Gea


semakin besar. Bahkan saat tangan besar itu menjauh


dan turun ke dada untuk menyentuh name tag-nya,


tubuhnya tiba-tiba gemetar.


Gea ketakutan karena baru kali ini mendapat


sentuhan berbau intim dari seorang lelaki.


"Geara Michelle Oeral." Laki-laki itu berkata


dengan nada dan tatapan memuja saat membaca tulisan


latin di name tag yang Gea pakai.

__ADS_1


Gea terkejut ketika laki-laki itu menyentuh tangan


mungilnya, lalu membawanya ke bibir. Laki-laki itu


mencium tangannya begitu lama dan tanpa sadar


membuat Gea berkaca-kaca karena rasa takut.Gea seharusnya menolak dan menarik tangannya


jauh-jauh dari lelaki asing itu, tapi tubuhnya tidak


sedikitpun bersahabat dengan pikirannya. Gea


menerima perlakuan laki-laki itu kepadanya, termasuk


saat ciuman lain datang dan dengan berani mendarat di


pipinya.


"Aku akan mengantarmu."


 


\*


 


Gea berjalan dengan satu tangan yang setia


tidak tahu namanya. Gea merasa deja vu saat matanya


jatuh pada punggung lebarnya yang kukuh. Gea seperti


pernah mengalami hal ini sebelumnya.


Gea berkali-kali mengusap matanya yang berair.


Matanya terus menatap ke segala arah, berharap


menemukan Sarah. Gea yang selama ini mendapat


perlindungan dari orangtuanya mulai tidak berdaya saat


berada di luar, sendirian.Gea menundukkan kepala saat mereka melewati


beberapa mahasiswi yang tiada henti menyapa lelaki


yang saat ini tengah menggenggam tangannya.


"Pagi, Rey!"

__ADS_1


Rey? Jadi nama laki-laki asing itu adalah Rey ...


Perut Gea mual ketika mereka tiba di lapangan


OSPEC. Para kerumunan yang sebelumnya tengah


bergosip dengan kelompok masing-masing mulai


bungkam karena kedatangannya bersama Rey. Mata


mereka jatuh sepenuhnya pada sosok Rey yang memang


lebih mendominasi dan mendatangkan minat kaum


hawa. Mereka berbisik membicarakan sosoknya yang


jangkung dan tampan. Mereka baru memperhatikan


keberadaan Gea saat Rey mendekatkan wajahnya dan


membisikkan sesuatu di telinga Gea.


"Setelah upacara selesai, tetaplah diposisimu.


Tunggu sampai aku datang." Bisik Rey diakhiri dengan


mencium pipinya sekali lagi.


Gea mencengkeram ujung roknya dengan kepala


tertunduk. Padahal mereka baru pertama kali ini


bertemu tapi kenapa laki-laki itu berani menciumnya di


depan umum? Seolah mereka memiliki hubungan ...


Remasan di ujung roknya semakin kuat saat


mengetahui siapa sosok Rey sebenarnya. Lelaki itu


berjalan menjauhi Gea untuk kemudian naik ke atas


panggung bersama para senior lain.


Gea merasa nafasnya tercekat ketika tahu secara


pasti bahwa Rey bukan hanya sebatas senior biasa ...


laki-laki itu ternyata ketua dari himpunan seluruh

__ADS_1


mahasiswa Aero University.


jangan lupa vote like and komen


__ADS_2