Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 8


__ADS_3

Satu lengan Rey merangkul pinggang gadis itu dan


membelainya lembut. Sementara tangan yang lain jatuh


ke samping, melepas kancing baju gadis itu satu persatu


dan mengarah pada payudara kiri Gea yang ranum dan


berisi. Rey meremas buah dada gadis itu lalu memilin


dan mencubit bagian sensitifnya.


"Aku merindukanmu, Sayang." Rey melepaskan


bibirnya sekilas, lalu kembali mencium bibir Gea.


Sekujur tubuh Gea mulai panas. Ini pertama kali


Gea dicium oleh laki-laki. Tapi benarkah? Gea merasa


aneh. Dadanya terasa begitu sakit ketika Rey


menyentuhnya. Gea mengerahkan segenap kekuatan


dan seluruh kendali untuk melepaskan bibirnya dari


ciuman Rey. Usaha yang akhirnya membuahkan hasil


setelah Gea memalingkan wajahnya ke samping.


Deru napas mereka yang memburu mengisi


kekosongan ruang remang-remang itu. Rey masih


merengkuh pinggang Gea dengan posesif. bibirnya begitu dekat dengan bibir Gea yang kini terlihat


bengkak gea gemetar


karena melihat kondisi tubuh dan


pakaiannya yang kini tampak berantakan. Kancingnya


terlepas, bajunya terbuka hingga mengekspos bagian


dada, termasuk pengait bra-nya yang ikut koyak. Gea


merasa kesuciannya hilang bersamaan saat Rey mencium


dan menjamah tubuhnya. Air matanya jatuh, kemudian

__ADS_1


genangan air mata gadis itu mulai mengaburkan


pandangannya. Ketika tangan Rey terangkat ingin


menyentuh wajahnya, Gea menolak dengan menangis


kencang.


"HIKS!" Gea menangis.


"Diam." perintah singkat Rey dibalas dengan


suara isak tangis gadis itu.


"Berhenti menangis!" Tak ada rasa bersalah


sedikit pun dari kalimat yang keluar dari bibir Rey. Rey menarik kedua tangannya dari pinggang Gea, membuat


gadis itu kehilangan pegangan.


"Kalau kamu masih menangis, aku akan


mendorongmu ke sungai." Ancam Rey tanpa


meninggalkan kesan lembut.


"Tidak ... Gea tidak mau ...." Gadis itu


memeluk leher Rey, meminta perlindungan. Air matanya


bahkan semakin deras mengalir karena ancaman itu.


Tetesan deras itu jatuh membasahi kemeja Rey.


"Ti ... dak mau ..." Gea menangis hingga


sesenggukan.


"Kalau begitu diam dan berhentilah menangis."


Rey kembali mendekat dan meraih pinggang Gea. Rey


kembali pada sikapnya yang lembut dan memeluk Gea.


Selama beberapa menit mereka saling berpelukan. Rey


dengan kelembutan dan kerinduannya memeluk Gea, lalu Gea yang masih diselimuti rasa takut membalas


pelukan itu.

__ADS_1


Setelah Gea benar-benar tenang, Rey melepas


pelukannya. Rey melihat Gea setia dengan kepalanya


yang tertunduk dan kedua tangan terpaut erat


memegang ujung bajunya yang lepas.


Rey kemudian membantu Gea memasang kancing


baju satu per satu. Rey merapikan pakaiannya dengan


sabar.


Gea memberanikan diri untuk melihat wajah laki


laki di hadapannya. Kini terlihat sosok tampan Rey yang


lembut. Tangan kukuhnya turut merapikan rambut


panjangnya yang tergerai, berlanjut dengan menghapus


sisa air mata di pipinya yang pucat.


Mata itu? Kenapa Gea merasa pernah melihat


mata itu?


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi. Kamu


masih milikku dan akan tetap menjadi milikku..."


Ucapan Rey membuat jantung Gea berdebar dua


kali lebih kencang dari batas normalnya selama ini. Gea


semakin hanyut ketika Rey kembali mencium kening


dan bibirnya dengan lembut. Rey tidak bosan untuk


menciumnya dan Gea mulai merasa desiran aneh


dengan hal itu.


"Kamu adalah kekasih kecilku."


Gea pernah mendengar kalimat itu ... tapi di


mana?

__ADS_1


**jangan lupa vote , like and komen


ini baru aku upload jgn lupa di baca ya😊**


__ADS_2