Kekasih Kecil Ku

Kekasih Kecil Ku
eps 5


__ADS_3

"Santai, Rey. Tatapan matamu saat ini membuat


gadis itu ketakutan." John menyenggol bahu Rey yang


tiga senti lebih tinggi darinya. Padahal John sudah cukup


tinggi untuk rata-rata normal, 186 cm.


John lagi-lagi dibuat terkejut dengan perubahan


ekspresi pada wajah Rey. Walaupun setia dengan sikap


antipatinya tapi John melihat wajah sang sahabat


terganggu. Kerutan kecil di dahi termasuk kedua rahang


yang terpahat simetris perlahan mulai berubah tegang.


Puncak dari perubahan itu adalah ketika Rey tiba-tiba


hendak turun meninggalkan panggung, membuat John


buru-buru mencegah.


"Acara belum selesai." John mencengkram bahu


Rey, dan terkejut ketika Rey menoleh dengan tatapan


mata seolah ingin membunuhnya.


Ada apa denganmu, Rey?—jawaban atas pertanyaan


itu ternyata ada pada gadis itu. John menatap ke arah


barisan mahasiswi baru. John melihat langkah tergesa


gadis dengan pita bentuk bunga di kepala. Langkahnyanyaris berlari menjauhi lapangan, membuat Rey semakin


geram.


"Aku akan membawanya untukmu. Jadi tetap


diposisimu." Sangat sulit membuat Rey ikut terjun


dalam kegiatan kampus, terlebih dengan posisi Rey


sebagai ketua himpunan. John harus menggunakan


kesempatan ini.


Rey beralih mencengkeram bahu John, lalu


membisikkan satu kalimat bernada perintah kepadanya.


Kedua alis John terpaut mendengar permintaan itu.


Tetapi yang membuatnya terkejut adalah ...

__ADS_1


"Bawa Gea ke basecamp." Rey kemudian menatap


tepat di mata John, "Jangan biarkan gadis itu kabur.


Kalau perlu kunci pintunya sampai aku datang."


Gea? Nama gadis itu mengingatkannya dengan


Sarah. Apa gadis itu adalah gadis yang sedang dicari oleh


Sarah?


"Aku akan melakukannya, tapi berjanjilah untuk


bersikap gentle padanya." Setelah itu John pergi


meninggalkan Rey yang tidak sedikit pun menjawab


permintaan John.


Langkah lebar John diikuti oleh Sony yang tanpa


sepengetahuannya telah mendengar percakapan mereka.


"Aku akan ikut denganmu. Aku siap


menggunakan tenagaku untuk membawa gadis itu."


Ucapnya antusias dengan niat terselubung.


Langkah John terhenti, "Kita tidak sedang


Sambil menepuk bahu Sony, John memberi


peringatan kepadanya, "Jangan macam-macam. Rey bisa


membunuhmu jika kau bermain-main dengannya."


 


\*


 


"Setelah upacara selesai, tetaplah diposisimu. Tunggu


sampai aku datang." Tidak! Gea mau pulang... Pulang!


Gea mengangkat kepalanya yang sempat


tertunduk lama, dan saat terangkat matanya tanpa


sengaja bertemu pandang dengan Rey yang tidak


sedikitpun lelah untuk menatap dirinya dari atas


panggung. Rey menatapnya dengan sorot mata yang

__ADS_1


membuat Gea takut.


Gea menarik diri dari tengah barisan saat upacara


masih menyisakan beberapa menit. Ingatan akan


perilaku dan pelecehan laki-laki asing itu menjadi


pemicu tindakannya saat ini.


Gea berjalan menjauhi lapangan. Langkah


cepatnya perlahan mulai berubah menjadi lari. Keceriaan


yang selalu ditampilkannya setiap hari tak tampak sedikit


pun di wajahnya.


"Hei, tunggu!"


Gea menoleh dan terkejut mendapati dua pemuda


tengah mengejarnya.


Tidak mungkin! Mereka pasti sedang mengejar orang


lain!—Gea membatin dalam hati.


“Hei, tunggu!”


'Hindari laki-laki ini. Dia sangat berbahaya untukmu!'


Ucapan Sarah beberapa waktu lalu membuat gadis


berwajah oriental itu khawatir. Sebagai mahasiswi baru


Gea tidak pernah sedikit pun menonjolkan diri. Ia tidak


pernah mengenal siapa pun, kecuali Sarah, sahabat baru


yang telah dianggapnya sebagai kakak.


“Hei, aku bilang tunggu!”


Gea mengabaikan teriakan di belakangnya dan


terus berlari sampai berada tepat di depan sebuah


gerbang besi. Namun, mata hitam polosnya seketika


membulat, terkejut karena dua orang lelaki yang semula


berada di belakang tiba-tiba muncul menghadang.


Gea mengamati dua lelaki di depannya. Masing


masing memakai jaket hitam berlogo aneh. Mereka

__ADS_1


melihat Gea penuh selidik. Salah satu di antaranya


__ADS_2