
Chapter 2 : Amnesia
********************
“Berhenti!”
Seorang Pria berjalan keluar bersamaan dengan beberapa pria berpakaian ksatria , fitur wajah pria itu beberapa mirip dengan gadis itu bahkan iris biru laut dan surau playinum itu persis sama . Bahkan wajah dingin itu pun sama , para ksatria segera bergegas mengangkat pelayan yang telah tenggelam ke danau .
Untuk sementara waktu gadis itu tidak memiliki reaksi , iris gelap biru obsidian itu bertemu pandang dengan mata pria dingin itu . Gadis itu dengan acuh mengabaikan Pria dingin , dia menatap kearah Berry lagi dan dalam satu langkah dia menginjak kaki Berry hingga Berry yang pingsan berteriak pilu .
“ Argh….ARGH….argh..”
Para ksatria melihat adegan ini menatap ngeri kea rah gadis itu , masih belum ada reaksi khusus pada wajah gadis itu . Dia perlahan menuju kea rah Pria dingin itu , dia seolah tidak peduli dengan apa yang dia lakukan .Setelah berada tidak jauh dari hadapan Pria itu , kejadian berikut nya mengejutkan semua orang . Gadis itu menerjang menuju Pria dingin itu dan hendak menusuk nya dengan tusuk rambut yang berlumuran darah , tapi Pria itu dengan gesit menghindar ,
“ Lindungi Yang Mulia ! “ Teriak salah seorang Ksatria .
Para ksatria itu berkumpul mengeremuni gadis itu untuk membatasi pergerakan nya .
“Akasia apakah kamu tahu apa yang telah kamu lakukan !? , apakah kamu akan membunuh ku” Tanya Pria itu dingin.
Tidak ada reakasi khusus di wajah gadis itu, dia masih menunduk dan saat dia mendongak dia menatap Pria itu dengan dingin dan berkata dengan cemooh .
“ Saya tidak kenal dengan anda! “ Ujar nya dingin
Pria itu kaget dengan ucapan putri nya itu , dia dengan cepat mengendalikan wajah dingin nya itu .Bahkan para ksatria pun kaget dengan ucapan gadis itu , karena mereka lengah gadis itu tersenyum smirik dia melompat tinggi sekali dan membuat gerakan berputar . Karena para ksatria itu lambat bereaksi , mereka terpental ke belakang tanpa mereka sadari gadis itu telah menghilamg dari hadapan mereka .
Dan saat para ksatria mengalihkan pandangan mereka , salah seorang ksatria berteriak.
“ Yang Mulia di belakang anda !”
Pria itu memiliki reaksi cepat , dia menghindar dari serangan gadis itu mundur beberapa langkah . Dia menatap kea rah putri nya seolah terasa asing itu , namun wajah yang masih sama tapi yang berbeda ialah mata itu yang hanya ada pembunuhan di dalam nya , kosong ya itu kosong seolah tidak memiliki jiwa .
“Ups … Sayang Sekali meleset !”
Suara manis gadis itu seperti lonceng perak yang menyuarakan kematian untuk mu .
Gadis itu kembali mencoba menyerang Pria itu . gadis itu hendak menebas pria itu dengan pedang di tangan nya .Tidak ada yang menyadari nya sebelum nya , karena gerakan gadis itu terlalu cepat .
“ Hati-hati Yang Mulia ! “ Teriak para ksatria
Mereka sangat tegang dan takut saat ini , Nona Muda mereka menjadi aneh .
__ADS_1
Pria itu hanya dalam posisi menghindar dan bertahan , dia tidak bisa menyerang karena setiap gerakan nya di blok oleh Putri nya . Putri nya tidak mebiarkan nya bernafas dia tercekik di setiap gerakan , gerakan Putri nya terlalu aneh saat mengayunkan pedang itu cepat dan mematikan di detik berikut nya . Dia tidak ingin menyakiti putri nya jadi saat ada kesempatan dia meinju perut Putri nya dengan kekuatan yang ringan . Mengambil kesempatam saat Putri nya mundur , dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak tidak jauh dari lokasi pertarungan mereka .
Siapa tahu serangan berikut nya datng dengan cepat , jadi Pria itu menangkis ya dan mulai bertahan lagi . Kali ini kedua bilah pedang tajam saling bebentur .
TRINGH
“ Sadarlah Akasia !?” Pria itu mencoba memanggil Putri nya
Akan tetapi tidak ada reaksi di pihak lain , saat serangan gadis itu semakin membabi buta Pria dingin itu membuat keputusan ekstrim pada akhir nya . Kali ini dia menyerang balik Putri nya , dia pikir akan mengakhiri pertarungan ini dengan cepat siapa sangka dengan seprempat kekuatan nya bahkan itu tidak cukup . Serangan itu sangat ganas dan selalau menusuk pada titik lemah nya , Pria dingin itu tidak ingin menyakiti putri nya jadi dia mengambil keputusan ekstrim lagi . Pria itu membiarkan putri nya menusuk nya saja , pedang nya terpental jauh .
Woshhh
“ Yang Mulia !” Teriak para ksatria
Gadis itu hendak menusuk kea rah perut prisa dingin itu , namun dia behenti dan memegang kepala lantaran nyeri . Dia terhuyung kebelakang dan bahkan pedang di tangan nya dilemparkan nya ke tanah begitu saja , mata gadis itu terpejam erat dan menahan rasa akit yang luar biasa , dan detik berikut nya dia terjatuh ke dalam pelukan hangat namun terasa dingin saat menutup mata dia melihat sekilas sosok pria yang ingin dia bunuh .
“Rahasiakan ini dari orang luar ! Jangan sampai tersebar ke luar jika tidak !”
Sebelum pria dingin itu menyelesaikan ucapan nya , para ksatria segera menganggguk paham. Pria dingin menggendong gadis itu dam dengan cepat menghilang dari pandangan para ksatria .
Kamar Akasia
Saat membuka mata di detik beerikut nya , gadis itu memandang sekeliling dengan waspada . Dia merasa tempat ini sangat asing , dia tanpa sengaja melirik kea rah cermin dan tertegun gadis itu dengan cepat bangun berlari menuju kearah cermin .
Di cermin Nampak sesosok gadis manis dengan pipi cubby yang memiliki lemak bayi ,dengan kulit putih yang agak pucat tidak menyembunyikan fitur wajah manis nya malah menjadi kecantikan kecil yang halus .Dia memegang dai nya yang terbungkus kain kasa , sebuah rasa sakit menyerbu masuk ke kepala nya namun itu di sadarkan akibat ketukan pintu.
TOK TOK
“ Nona saya akan masuk , saya membawa bubur untuk anda !”
“Masuk !” ujar gadis itu
Seorang pelayan imut masuk ke dalam kamar gadis itu , di tangan nya tedapat nampan berisi bubur . Pelayan itu tersenyum dan ada lesung pipit di kedua pipi nya , seperti nya pelayan itu masih seorang remaja usia nya sekitar 17 tahun .Gadis sudah berada di ats Kasur seperti semula , dia melirik gadis pelayan yang masuk itu namun tidak memiliki reaksi berlebihan .Pikiran nya sedang kacau dan dia tidak bias mengingat siapa pun saat ini .
Pelayan itu menaruh nampan tersebut di meja sebelah Kasur gadis itu , mengambil sebuah kursi lalu duduk di sana . Gadis pelayan itu meniup sedikit bubur itu dan berkata .
“ Ayo buka mulut anda , bubur ini bagus untuk anda Nona ayo makan selagi hangat!”
Gadis itu dengan enggan memakan bubur itu, setelah beberapa suapan akhir nya bubur itu habis .
“Kamu siapa ?” Tanya gadis itu
__ADS_1
Gerakan pelayan itu berhenti dan menatap gadis itu tertegun .
“ Nona apakah anda melupakan saya , Saya Marry pelayan sekaligus pengasuh anda !”
Gadis itu bingung , pengasuh dia sepertinya tidak memiliki pengasuh . Gadis itu akhir nya mengingat sesuatu , dia telah masuk ketubuh orang lain saat ini .
“ Saya tidak mengingat apapun !” ujar gadis itu
Marry sangat kaget dan berteriak memanggil dokter , seorang laki-laki dengan jas putih dengan cepat menyapu pandangan milik gadis itu . Wajah gadis itu sanngat tenang saat laki-laki berjas putih yang notaben nya ialah dokter menatap mata nya , gadis itu dengan cepat membuang muka dengan acuh .
“Dokter cepat priksa Nona saya , apakah ada masalah dengan tubuh nya mengapa dia tidak bisa mengingat apapun tentang saya !?” Marry sangat khawatir dengan kondisi Nona nya.
“Tenang lah Marry ! , sepertinya Nona Muda kehilangan ingatan nya semua ingatan nya menghilang . Jadi Nona Muda siapa nama anda ?” Tanya dokter itu ramah
Gadis itu tetrtegun” Nama ku ! Siapa ?” ujar nya bingung
Marry tidak bias menahan tangisan nya dan dia mengebor memeluk Gadis itu .
“ who….wo… Nona mengapa anda bahkan melupakan nama anda sediri , pelayam sangat sedih untuk nona !”
“ Marry berhenti ! lepas ini sesak!” ujar gadis itu terbata-bata .
Marry akhir nya melepaskan pelukan erat nya pada gadis itu , namun dia tidak berhenti menangis.
“ Ah maaf kan saya karena tidak sopan, Nona perkenalkan nama saya Berdi dokter peribadi keluarga anda !” ujar nya tersenyum.
“ Berapa lama aku tertidur?” Tanya gadis itu “ Dan siapa nama ku ?”
“ Anda koma selama 3 hari ! dan untuk nama anda adalah Akasia Valeri Vorte!”
“Aku koma …..3 hari …. Akasia Valeri Vorte !” Suara nya teramat kecil
Akasia memegang kepala nya karena sakit itu berdenyut , Akasia kembali tergelatak di atas Kasur dan mnggertakkan gigi nya . Sebuah adegan berputar di kepala nya seperti film , rasa sakit itu bertambah semakin nyeri karena tidak bias menahan nya lagi dia menutup mata nya dan kehilangan kesadaran nya .
“ Nona apakah anda baik-baik saja Nona !” Teriak Marry
“Minggir!” pinta Berdi
Marry mundur beberapa langkah , Berdi memeriksa Akasia yang tiba-tiba pingsan .
“Nona Muda hanya demam biasa , cepat ambil air panas lalu kompres dahi Nona Muda . Fisik Nona Muda masih lah lemah , karena kehilangan banyak darah waktu itu dan terlalu lama berada di air yang dingin!”
__ADS_1
Marry mengompres Akasia dan mengelap keringat nya , setelah melakukan semua pekerjaan nya Marry pergi dari kamar Akasia bersama Berdi .