Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam

Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam
Chapther 6 : Makan Malam


__ADS_3

Chapther 6 : Makan Malam


Malam Hari


Hari berangsur-angsur gelap , di kediaman vorte terdapat banyak rumor baru yang bermunculan lagi dan ini tentang satu orang yakni Akasia .Di ruang makan telah berkumpul Ayah dan anak laki-laki namun suasana diantara mereka begitu canggung , hingga pintu ruang makan terbuka dan nampak-lah sesosok gadis manis bergaun putih yang memasuki ruangan tersebut.


KREKKKK


Karena kedatangan gadis manis itu suasana canggung antara ayah dan anak laki-laki akhir nya mulai menipis .


Merasakan pandangan seseorang Akasia balas menatap orang tersebut , karena orang tersebut linglung Akasia memutuskan kontak dengan nya .Dia dengan tenang duduk berhadapan dengan orang yang melirik nya tadi , karena tidak ada yang berbicara ketiga orang dalam ruangan akhir nya memulai makan malam mereka .


HIngga sosok Will muncul membawa kereta dorong yang berisi berbagai macam dessert , will tersenyum.


“Ini dessert nya Nona , sesuai selera Nona koki secara khusus menggabungkan berbagai macam buah-buah han semoga Nona menyukai nya !”


“ Um ! “ Balas Akasia singkat.


Suasana kembali hening hingga Dante Helias memecahkan suasana canggung tersebut .


“ Carlnir bagaimana pelajaran mu di akademi ? ”


Carlnir menjawab dengan kaku “ Semua baik-baik saja tidak ada yang khusus ! “


Dia melirik kea rah Akasia untuk melihat reaksi nya , namun sayang nya gadis itu hanya memiliki ekspresi tenang di wajah nya .


Karena merasa ada seseorang yang menatap nya Akasia akhir nya bertemu pandang dengan tatapan orang tersebut , iris biru obsidian bertemu pandang dengan iris zamrud tersebut .


Carlnir merasa sorot mata yang ia lihat dari adik perempuan itu terbilang asing , dua bulan tidak bertemu mengapa adik perempuan banyak berubah .Dia merasa aneh dan tidak nyaman , entah mengapa dia merindukan gadis manis yang selalu tersenyum manis hanya untuk nya . Dan itu berangsur-angsur menghilang tenggelam ke dalam ingatan nya .


“ UHM …. “

__ADS_1


Dante Helias merasa putri nya menjadi semakin acuh terhadap orang di sekitar nya bahkan dia dan juga Carlnir tak terkecuali .


Akasia mengabaikan kedua orang itu dan tetap dalam mode makan , apakah dia harus peduli mana mungkin . Tapi beberapa hari terakhir ayah bajingan ini bertingkah aneh , tidak seperti deskripsi di dalam novel dia seperti nya melewatkan sesuatu tapi lupakan .


“ Terima Kasih atas makanan nya , saya permisi ! “


Akasia sudah bosan melihat kedua wajah para bajingan ini akan ada baik nya dia segera pergi , sebelum amarah meledak dari nya .


Klik …. Pintu tertutup .


Raut wajah Dante Hellias yang semula rileks berubah dingin .


“ Itu kamu bukan Carlnir !”


Wajah Carlnir berubah dan menjadi kakau dia melirik ayah nya ini , apakah dia ketahuan menguping mustahil dia sudah mneyembunyikan nafas nya .


“ Kamu mendengar nya bagus lah jika kamu tahu ! “


“ Sial ….. Mengapa begini !”


Karena dalam suasana hati yang kacau carlnir berlari keluar tanpa memedulikan orang-orang di sekitar nya , dia terus berlari tanpa arah hingga dia tanpa sadar tersesat . Dia telah berada di sebuah lorong yang gelap dan terlalu sedikit pencahayaan di lorong tersebut , Carlnir belum pernah mengetahui ada lorong gelap seperti ini di kediaman vorte .


“Dimana ini ?” ujar Carlnir bingung


TAP…TAP….


Carlnir melihat bahwa dia telah menuju ke sebuah ruangan layak nya penjara dia melihat seorang ksatria yang tergeletak pingsan .


“ Hei bangun ! kamu baik-baik saja !”


Carlnir berlari menuju ksatria yang satu nya kondisi nya sama persis ! , dia tertegun dan tidak tahu harus berbuat apa . Dia sepatut nya segera pergi dari tempat ini lalu mengapa dia terus menyelidiki tempat yang gelap ini . Carlnir melihat seorang ksatria yang seperti nya masiih sadar atau hanya setengah sadar .

__ADS_1


“ Kamu baik-baik saja !”


“ Penyusup … ruang bawah tanah …!” Ksatria itu kehilangan kesadaran nya .


Carlnir melirik ke arah sebuah tangga dan ada lorong gelap di bawah nya , Carlnir dengan berani turun ke bawah . Di sana sangat gelap dan lembab , hanya terdengar suara tetesan air mengalir . Carlnir dengan hati-hati melihat lorong yang gelap itu , namun tiba-tiba semua obor di lorong tersebut menyala seperti nya Carlnir tanpa sadar mengaktifkan tombol sihir nya .Namun setelah berjalan jauh dia mendenngar sebuah teriakan nyaring .


“ Tolong ….. Arg ..arg….! “


Penjara Bawah Tanah


Seorang gadis tengah bersandar malas pada dinding dan dia tengah duduk di Kasur yang terbuat dari kayu , dia melipat kaki nya dan melirik kea rah sekelompok wanita pelayan yang terus berteriak bahkan sebelum dia berbuat apa pun pada mereka .


“ Nona ampuni kami ! kami tidak sengaja kami di bawa pengaruh jalang Berry “ Ujar nya penuh kebencian .


“ Benar Nona kami tertipu dengan ucapan Berry dial ah yang selalu menghasut kami !”


Mendengar omong kosong para wanita ini Akasia merasa mual dan hampir muntah , betapa tidak tahu malu nya para wanita ini . Dia merasa ada seseorang yang mendekat kemari , walaupun kekuatan nya belum pulih namun persepsi nya semakin tajam sat dia menembus ke dunia ini . Seperti nya dia tahu siapa tamu tak di undang ini , ah dia kan memiliki sejumlah kejadian seru .


“ Siapa yang meminta kalian melakukan ini ? “ Ujar nya dingin .


Para wanita pelayan itu gemetar ketakutan , aura dingin dan tirani yang keluar dari tubuh Akasia sangat menyeramkan . Luka di dahi Akasia perlahan pulih dan salep yang di beri kan oleh dokter sangat efektif untuk nya .


“ MUlut kalian sangat tertutup rapat rupa nya ! “ Ejek nya


Swosh …….


Snap…..


Sebuah pisau terbang menuju kea rah pelayan tadi , namun sayang nya bukan pelayan tersebut yang kena melainkan dinding di belakang nya . Pelayan itu berkeringat deras.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2