
Chapther 6 : Makan Malam
Malam Hari
Hari berangsur-angsur gelap , di kediaman vorte terdapat banyak rumor baru yang bermunculan lagi dan ini tentang satu orang yakni Akasia .Di ruang makan telah berkumpul Ayah dan anak laki-laki namun suasana diantara mereka begitu canggung , hingga pintu ruang makan terbuka dan nampak-lah sesosok gadis manis bergaun putih yang memasuki ruangan tersebut.
KREKKKK
Karena kedatangan gadis manis itu suasana canggung antara ayah dan anak laki-laki akhir nya mulai menipis .
Merasakan pandangan seseorang Akasia balas menatap orang tersebut , karena orang tersebut linglung Akasia memutuskan kontak dengan nya .Dia dengan tenang duduk berhadapan dengan orang yang melirik nya tadi , karena tidak ada yang berbicara ketiga orang dalam ruangan akhir nya memulai makan malam mereka .
HIngga sosok Will muncul membawa kereta dorong yang berisi berbagai macam dessert , will tersenyum.
“Ini dessert nya Nona , sesuai selera Nona koki secara khusus menggabungkan berbagai macam buah-buah han semoga Nona menyukai nya !”
“ Um ! “ Balas Akasia singkat.
Suasana kembali hening hingga Dante Helias memecahkan suasana canggung tersebut .
“ Carlnir bagaimana pelajaran mu di akademi ? ”
Carlnir menjawab dengan kaku “ Semua baik-baik saja tidak ada yang khusus ! “
Dia melirik kea rah Akasia untuk melihat reaksi nya , namun sayang nya gadis itu hanya memiliki ekspresi tenang di wajah nya .
Karena merasa ada seseorang yang menatap nya Akasia akhir nya bertemu pandang dengan tatapan orang tersebut , iris biru obsidian bertemu pandang dengan iris zamrud tersebut .
Carlnir merasa sorot mata yang ia lihat dari adik perempuan itu terbilang asing , dua bulan tidak bertemu mengapa adik perempuan banyak berubah .Dia merasa aneh dan tidak nyaman , entah mengapa dia merindukan gadis manis yang selalu tersenyum manis hanya untuk nya . Dan itu berangsur-angsur menghilang tenggelam ke dalam ingatan nya .
“ UHM …. “
__ADS_1
Dante Helias merasa putri nya menjadi semakin acuh terhadap orang di sekitar nya bahkan dia dan juga Carlnir tak terkecuali .
Akasia mengabaikan kedua orang itu dan tetap dalam mode makan , apakah dia harus peduli mana mungkin . Tapi beberapa hari terakhir ayah bajingan ini bertingkah aneh , tidak seperti deskripsi di dalam novel dia seperti nya melewatkan sesuatu tapi lupakan .
“ Terima Kasih atas makanan nya , saya permisi ! “
Akasia sudah bosan melihat kedua wajah para bajingan ini akan ada baik nya dia segera pergi , sebelum amarah meledak dari nya .
Klik …. Pintu tertutup .
Raut wajah Dante Hellias yang semula rileks berubah dingin .
“ Itu kamu bukan Carlnir !”
Wajah Carlnir berubah dan menjadi kakau dia melirik ayah nya ini , apakah dia ketahuan menguping mustahil dia sudah mneyembunyikan nafas nya .
“ Kamu mendengar nya bagus lah jika kamu tahu ! “
“ Sial ….. Mengapa begini !”
Karena dalam suasana hati yang kacau carlnir berlari keluar tanpa memedulikan orang-orang di sekitar nya , dia terus berlari tanpa arah hingga dia tanpa sadar tersesat . Dia telah berada di sebuah lorong yang gelap dan terlalu sedikit pencahayaan di lorong tersebut , Carlnir belum pernah mengetahui ada lorong gelap seperti ini di kediaman vorte .
“Dimana ini ?” ujar Carlnir bingung
TAP…TAP….
Carlnir melihat bahwa dia telah menuju ke sebuah ruangan layak nya penjara dia melihat seorang ksatria yang tergeletak pingsan .
“ Hei bangun ! kamu baik-baik saja !”
Carlnir berlari menuju ksatria yang satu nya kondisi nya sama persis ! , dia tertegun dan tidak tahu harus berbuat apa . Dia sepatut nya segera pergi dari tempat ini lalu mengapa dia terus menyelidiki tempat yang gelap ini . Carlnir melihat seorang ksatria yang seperti nya masiih sadar atau hanya setengah sadar .
__ADS_1
“ Kamu baik-baik saja !”
“ Penyusup … ruang bawah tanah …!” Ksatria itu kehilangan kesadaran nya .
Carlnir melirik ke arah sebuah tangga dan ada lorong gelap di bawah nya , Carlnir dengan berani turun ke bawah . Di sana sangat gelap dan lembab , hanya terdengar suara tetesan air mengalir . Carlnir dengan hati-hati melihat lorong yang gelap itu , namun tiba-tiba semua obor di lorong tersebut menyala seperti nya Carlnir tanpa sadar mengaktifkan tombol sihir nya .Namun setelah berjalan jauh dia mendenngar sebuah teriakan nyaring .
“ Tolong ….. Arg ..arg….! “
Penjara Bawah Tanah
Seorang gadis tengah bersandar malas pada dinding dan dia tengah duduk di Kasur yang terbuat dari kayu , dia melipat kaki nya dan melirik kea rah sekelompok wanita pelayan yang terus berteriak bahkan sebelum dia berbuat apa pun pada mereka .
“ Nona ampuni kami ! kami tidak sengaja kami di bawa pengaruh jalang Berry “ Ujar nya penuh kebencian .
“ Benar Nona kami tertipu dengan ucapan Berry dial ah yang selalu menghasut kami !”
Mendengar omong kosong para wanita ini Akasia merasa mual dan hampir muntah , betapa tidak tahu malu nya para wanita ini . Dia merasa ada seseorang yang mendekat kemari , walaupun kekuatan nya belum pulih namun persepsi nya semakin tajam sat dia menembus ke dunia ini . Seperti nya dia tahu siapa tamu tak di undang ini , ah dia kan memiliki sejumlah kejadian seru .
“ Siapa yang meminta kalian melakukan ini ? “ Ujar nya dingin .
Para wanita pelayan itu gemetar ketakutan , aura dingin dan tirani yang keluar dari tubuh Akasia sangat menyeramkan . Luka di dahi Akasia perlahan pulih dan salep yang di beri kan oleh dokter sangat efektif untuk nya .
“ MUlut kalian sangat tertutup rapat rupa nya ! “ Ejek nya
Swosh …….
Snap…..
Sebuah pisau terbang menuju kea rah pelayan tadi , namun sayang nya bukan pelayan tersebut yang kena melainkan dinding di belakang nya . Pelayan itu berkeringat deras.
...****************...
__ADS_1