Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam

Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam
Chapter 4 : Jadwal Padat


__ADS_3

Chapter 4 : Jadwal Padat


“ Mulai besok kamu akan mulai pelajaran tata karma layak nya bangsawan muda lain , jadwal mu telah di sesuai kan oleh Will kamu bisa bertanya pada nya ! “


Akasia hanya diam di luar , namun dia menatap remeh tata karma dia ialah master nya .


“ Will , bacakan untuk Akasia !“ Pinta Dante Helias.


“Nona pelajaran Tatat karma anda di mulai jam 09.30 pagi ini , karena ini masih pagi anda bisa berkeliling bersama saya terlebih dahulu .Jam 10.30 anda akan belajar tentang filsafat , di lanjutkan dengan Bahasa , sejarah ,literature , dan di waktu sore belajar seni . Yang Mulia secara khsusus mengundang guru-guru terbaik untuk anda !”.


Selama 23 tahun kehidupan masa lalu nya , dia sudah bosan mempelajari seluruh hal itu apakah dia akan mengulang pelajaran nya lagi membosankan sekali .


“ Hm ! “ Balas Akasia singkat


Dante Helias bertanya dengan ragu , dia ingin mengecek sesuatu tentang kejadian kemarin apakah putri nya mengingat nya . Namun dari sikap nya yang tenang ini , dia ragu putri nya akan menjawab nya dengan jujur . Senyuman manis yang dia ingat di benak nya menghilang , di depan nya seakan bukan Putri nya dia merasa berhadapan dengan orang lain namun wajah ini persis sama jadi dimana letak perbedaan nya .


“ Apakah kamu ingat apa yang terjadi kemarin ? “ Tanya Dante Helias .


Akasia melirik ayah bajingan ini sebentar , dia tidak mengingat apa pun kemarin namun samar-samar merasa ada sesuatu yang salah di sini . Jadi Akasia melirik kepala pelayan lagi , walaupun wajah nya tenang namun sebenar nya begitu gugup .Akasia tersenyum bukan senyum .


“Tidak ! , memang apa yang terjadi ? “


Mata nya menyipit.


Dante Helias merasa gadis di depan nya terlalu banyak berubah , dia tidak sepolos dan sebodoh dulu . Sekarang gadis ini bagaikan landak yang akan menunjukkan duri nya bila di serang atau pun hanya di didekati , dan raut wajah yang tidak sesuai dengan usia nya.


“Tidak ada ! “


Akasia sudah bosan dengan ayah bajingan ini jadi dia pergi saja .


“Terima Kasih atas makanan nya, Permisi !”.


Akasia beranjak pergi meninggalkan meja makan , dengan muka acuh dia menutup pintu sebelum pergi dia tersenyum smirk menatap ayah bajingan itu .


Tatapan Dante Helias menjadi dingin di detik berikut nya .

__ADS_1


“ Will apakah kejadian kemarin sudah di tutupi , bagaimana dengan para pelayan itu ?”Tanya nya.


“ Yang Mulia , para pelayan itu masih di rawat karena luka mereka sangat serius . Dua orang tenggelam dan salah satu nya tangan dan kaki nya patah , dua lain nya bahkan lebih buruk kedua kaki patah dan tidak akan bisa berdiri seumur hidup dan cacat , dan yang terburuk ialah seorang pelayan bernama Berry pelayan ini yang memiliki nasib tragis di antara ketiga pelayan . Wajah nya hancur , tulang rusuk nya rusak , kedua tulang kaki nya patah bahkan tangan pun tak terkecuali dan seumur hidup tidak akan pernah bisa bangun dari Kasur . Menurut penyelidikan pelayan bernama Berry ini yang sering menganiyaya Nona Muda sewaktu Yang Mulia tidak ada di mansion ,mungkin ini lah penyebab Nona Muda kehilangan kendali ! “


Will juga berada di tempat Akasia membunuh semua pelayan itu , karena beruntung keempat pelayan itu ternyata masih hidup.Dia juga tidak bisa melupakan sorot mata kejam Nona Muda nya , yah sorot mata yang ksosong yang bagaikan jiwa hilang .Untuk sementara waktu Will tidak percaya dengan apa yang dia lihat , namun itu semua benar ada nya.


“Mereka sangat berani ! , setelah mereka sadar usir mereka dari sini dan diam-diam jual mereka ke pasar budak . Betapa pelayan yang berani , Will peringatkan semua orang untuk tidak berani melakukan hal lain untuk Putri ku ! “ Ucap nya dingin.


Tanpa kedua orang itu sadari sesosok gadis bergaun biru tengah bersandar di dekat pintu , dengan senyum yang manis dia akhir nya berjalan pergi . Akasia sama sekali belum meninggalkan area ruang makan , karena dia merasa ayah bajingan itu menyembunyikan sesuatu dan benar saja dugaan nya .


“Aku hampir membunuh pelayan ! , sayang sekali aku tidak ingat dengan jelas apakah ayah bajingan itu melakukan sesuatu pada ingatan ku . Mengapa hanya ingatan lama yang ku ingat , sedangkan untuk ingatan kemarin menghilang .Sepertinya hanya ramuan itu lah yang bisa membuat ingatan ku kembali ,namun jika menyelinap keluar sekarang tidak bisa tubuh ini masih terlalu lemah ! “


...****************...


Jam 09.30 ,Ruang Belajar


Akasia telah mengelilingi Mansion Vorte sendirian tanpa di temani Will , dia merasa aneh karena setiap Ksatria yang berpapasan dengan nya langsung menghindar seperti kucing . Apakah dia semenakutkan itu untuk di pandang , saat ini dia sedang menunggu guru tata karma nya yah bersama dengan pelayan konyol di samping nya ini .


“Nona anada pasti akan menjadi bangsawan yang hebat di masa depan , dan pasti banyak orang yang akan melamar di pintu untuk anda Nona . Oh saya hamper melupakan sesuatu apakah anda akan meminta petugas untuk membawakan gaun untuk anda Nona , karena gaun itu sudah saya jual semua hanya tersisa sedikit gaun untuk anda nona ! “


“Nona mengapa anda berkata seperti itu ,karena beberapa surat undangan telah menumpuk di kamar Nona . Apakah anda tidak akan menghadiri pesta teh para Nona Bangsawan itu “


Akasia tertegun pesta tapi mengapa dia bisa melupakan hal itu , pemilik asli nya pernah menghadiri suatu pesta hingga menyebabkan rumor buruk untuk nya . Kali ini dia tidak akan membiarkan rumor buruk itu berkembang , dari sinilah kata gadis jahat tersebar hingga ke pergaulan kelas atas.


“ Oh undangan pesta teh dari siapa ?”


“Itu nanti anda bisa membaca nya sendiri Nona , saya hanya pelayan tidak sopan membca surat milik anda ! “


“ hm ! “


Pintu di ketuk …….. Tok …. Tok …


“ Masuk ! “


Seorang wanita bangswan masuk ke ruang belajar tersebut ,dari atas kepala hingga kaki wanita itu memancarkan aura bangsawan khas hingga ke tulang .Tatapan wanita beralih menatap kea rah Akasia , seolah nampak seperti dengan menilai sikap Akasia ,Wanita itu ternyata tersenyum dan menyapa Akasia .

__ADS_1


“ Halo Nona Muda ,Senang bertemu dengan mu saya Countess Selener yang akan menjadi guru tata karma anda semoga kita berkeja sama dengan baik !”


Akasia yang bersandar malas pada sofa menatap kea rah wanita itu yang dipanggil Countess Selener itu , dengan wajah acuh dia mengangguk dan langsung berdiri .


“ Senang bertemu dengan mu Countess Selener , Saya Akasia Valeri Vorte anda bisa memanggil saya Akasia agar lebih mudah saja karena anda adalah guru saya mulai hari ini . Mohon kerja sama nya !”Ujar Akasia anggun.


Countess Selener tertegun , dia belum pernah di perlaukan sesopan ini oleh gadis bangsawan yang lebih tinggi dari nya , dan dari cara menyapa nya tadi itu sudah sempurna , cara bicara yang sopan , tidak sombong atau rendah diri .


“Tentu saja Nona Akasia ! “


Pelajaran Tata Krama Akasia berlangsung dengan lancar , mulai dari tata karma memberi salam pun sudah sangat sempurna . Dilanjutkan dengan tata karma Minum The juga sudah sempurna , Countess Selener merasa rumor di luar tentang gadis ini adalah kebohongan belaka . Di lihat dari sikap dan cara berbicara nya sudah sangat sopan an sempurna , lalu dari mana dating nya rumor tak berdasar itu ah dia mengerti sesuatu pasti karena banyak yang cemburu dengan gadis ini .


“Anda pasti bingung kan Guru !? , sebenar saya memang bisa tata karma dari dulu saya belajar sendiri karena ragu mungkin ada yang salah dengan tata karma sehingga saya membiarkan ayah saya memanggil anda kemari !” jelas nya .


Countess Selener tertegun belajar sendiri , sungguh luar biasa ternyata orang jenius memang berbeda .Setelah kelas tata karma berakhir , Akasia mendapatkan kesan baik dari Guru pertama nya itu saat di lanjutkan dengan pelajaran sejarah , matematika , hingga filsafat semua nya sempurna . Semua guru yang menemui Akasia tertegun , ada yang syok , bahkan ngeri . Karena Akasia tidak ingin membuang waktu nya sekarang tinggal dua pelajaran tersisa yakni Bahasa dan kesenian .


“Senang Bertemu dengan mu Nona Vorte , Saya Issidore Telles yang akan mengajar kan anda bahasa kuno . Mohon Kerja sama nya !”


Issidore menatap gadis di depan nya dengan kagum ,sebelum nya dia berpikir akan sangat susah mengajar Nona Bangsawan Vorte ini karena banyak rumor buruk tentang nya . Tapi melihat sekarang pasti itu hanya rumor tak berdasar .


“Mohon Kerja sama nya Guru Issid bisakah saya memanggil anda seperti itu , Guru Issid boleh memanggil saya Akasia atau Valeri terserah anda !”.


Issidore tertegun dan akhir nya balas tersenyum , tanpa basa-basi lagi dia mulai mengajarkan dasar-dasar huruf kuno siapa tahu Akasia dengan mudah mengingat nya hanya sekali baca .Issidore sangat bahagia , melihat murid nya bahkan bisa berbahsa kuno dalam satu kali belajar .


“Untuk kelas hari ini telah berkahir Nona Akasia , tugas anda hari ini buat lah Salinan arti dari kalimat kuno yang saya buat ini !”


Issidore hendak pergi tapi mendengar ucapan Akasia tadi membuat nya tertegun , apakah murid nya ini sudah menjawab langsung pertanyaan nya .


“Apakah jawaban tadi benar Guru Issid ?”


Issidore mengangguk bodoh dan akhir nya pergi , rumor baru bermunculan bahwa gadis jahat berubah menadai gadis bermartabat dalam semalam .Menguasai seluruh pelajaran dalam sehari , dan membuat semua guru yang mengajarkan gadis yang diluki jahat itu bahagisa dan senang .


“Semua hal itu pernah ku pelajari hanya mengingat kembali apa sulit nya ,dan bahsa kuno itu milik Yunani apa sih sulit nya !”


Pelajaran terakhir Akasia seni , karena tidak mau mmebuang waktu Akasia langsung memainkan piano dan membuat guru nya takjub .Beberapa hari berlalu dan kegiatan Akasia selalu sama , setelah belajar di sore hari dia akan pergi menuju taman besar dan memainkan piano di sana . Banyak pelayan kadang berhenti dan menonton Akasia secara diam-diam .

__ADS_1


__ADS_2