Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam

Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam
Chapter 9 : The Book Chaos Heaven’s ( Buku Kekacauan Surga )


__ADS_3

Chapter 9 : The Book Chaos Heaven’s ( Buku Kekacauan Surga )


Lautan Pengetahuan


Akasia berbalik namun dia tidak menemukan sosok yang dia cari , lalu dari mana kah datang nya suara anak kecil tadi.


“ Keluar sekarang ! “ Teriak nya


Suara itu terkikik geli dan hendak berkata .


“ Mendekat-lah ! , berjalan lah lurus ke depan dan jangan mencoba melihat ke belakang ! “ Ujar suara itu mengingat-kan .


Akasia mendengus kemana dia harus berjalan ke depan , di depan nya tidak ada sama sekali awan putih yang tengah ia tapaki saat . Apakah suara itu mencoba membingungkan nya atau apa sih .


“ Majulah ! , Aku tidak mempermainkan-mu sama sekali !” Ucap nya lagi.


Akasia masih dengan sikap waspada , namun dia perlahan maju dan berjalan kedepan . Akasia berhenti dan menarik nafas nya , di depan nya ialah jurang yang entah akan membawa nya kemana jika terjatuh . Lagi pula saat ini ia tengah berada di alam misterius , dan sekeliling nya terdapat awan putih selembut kapas . Menghilang kan keraguan nya , Akasia langsung melangkah ke depan . Siapa tahu jalan yang tadi nya kosong , kini terbentuk sebuah awan di bawah kaki Akasia.


Sudut mulut nya melengkung samar ,mengapa dia merasa tengah bermain game saat ini . Tapi dia mengapa memiliki firasat buruk di hati nya , setelah mencapai 10 langkah Akasia di terpa oleh cahaya yang menyilaukan . Sontak Akasia menutup mata nya , setelah dia bangun Akasia merasa berada di tempat yang familiar . Akasia melirik ke ruangan di sekitar nya yang gelap dan suram , dan bahkan melihat tangan mungil di depan nya .


“ Aku kembali kesini lagi ! “ Ujar Akasia tertegun.


Akasia kembali lagi ke diri nya yang berumur 7 tahun di masa lalu , dulu dia selalu tekunci di sebuah ruanan gelap tanpa cahaya . Ruangan ini terasa hambar , dingin , lembab , dan gelap sekali tidak ada ruang terbuka hanya setitik keccil cahaya yang menembus masuk . Masa kecil nya yang ini tidak dapat dia lupakan seumur hidup , karena dari hal kecil ini lah dia memulai kehidupan kecil nya .


Gambar kembali berubah , kini Akasia di hadapkan kepada masa di mana dia tidak bisa melawan ataupun membela diri nya sendiri . Dan di depan nya ialah orang yang teramat di kenal nya ,


“ Sudah kubilang bangun ! , Bangun ! Anak lemah ! “ Suara itu begitu dingin dan terasing .


Plak …….


Sebuah cambuk terayun dan meyentuh sebuah kulit putih halus , sesosok gadis itu hanya bisa terduduk dan menunduk tidak ada perlawanan pada nya . Cambuk itu di biarkan begitu saja menyentuh kulit halus nya , kali ini cambuk itu mengenai punggung nya dan meninggalkan bekas yang cukup dalam .


“ Apakah kamu bisu ! Bicara sebenar nya mengapa kau selalu kalah hah ! “ Teriak nya garang .


Namun tiak ada yang menyadari bahwa sorot mata gadis itu ada sedikit keanehan .


“ Haruskah ? Merepotkan ! “ Desah nya


Orang itu tertegun namun kemarahan nya tidak lah surut , tapi semakin menjadi-jadi .


“ Kau anak kurang ajar ! “


Ctarr …..


Cambuk itu kini mengenai pipi dengan sedikit lemak bayi , yah itu tergores lebar dan mengeluarkan darah . Dan tubuh kecil itu akhir nya ambruk begitu saja , Tapi sorot mata nya sangat dingin .Yah gadis kecil ini ialah Akasia dahulu , dia tidak tahu bagaimana bisa kembali masa kelam ini . Namun dia tidak perduli apakah dia kembali , karena masa ini di mana dia akan bangkit dan menuju jalan kebeabsan . Dia tidak pernah melupakan hari ini , dia selalu merangkak ketakutan tapi seiring waktu ketakutan nya hilang digantikan dengan rasa ingin menjadi kuat dan memgalahkan orang sombong itu . Orang yang mencambuk nya tadi ialah Ayah nya .


Huh haruskah dia barusan menyebut orang biadab kejam itu sebagai ayah nya , Huh …. Dia sangat bingung mengapa ayah nya sangat membenci nya sampai mati bahkan ibu nya sendiri sama . Sebenar nya apa salah nya , dia menghela nafas itu hanya lah masa lalu nya yang suram walaupun dia tidak mendapat kasih sayang kedua orang tua nya , dia masih mendapat kasih sayang dari sang Kakek mengingat nya membuat nya hangat .


“ Aku tidak tahu maksud mu menunjukkan masa lalu ku ini , Namun satu hal yang pasti aku tidak akan tengelam ke dalam klise masa lalu pahit ini . Jika aku tidak mengalami hari ini kau pikir dari mana datang nya aku yang sekarang ! “ Ejek nya .


Swosh …….


Akasia kembali ke tempat nya semula , dia kembali di kelilingi oleh awan selembut kapas . Akan tetapi terdapat empat pilar yang mengelili sebuah batu ya seperti batu , namun di atas batu tersebut terdapat sebuah buku yang amat di kenali nya . Buku itu dengan sampul mawar hitam dengan pola timbangan dengan prisai .


“ Ternyata benar kau yang membawa ku kemari ! Apa tujuan mu sebenar nya ! “


Wosh……

__ADS_1


Hening ……..


Tidak ada jawaban .


Akasia melirik kea rah 4 pilar yang mengelilingi buku itu dan mencobamenyentuh nya , ada sengatan listrik tiba-tiba yang membuat nya mundur beberapa langkah .


“ Ini kah Array sihir dalam novel-novel fantasi sungguh menakjub kan ! “ Ujar Akasia kagum .


“ tsk “


“ Array sihir ini sangat rendah , mengapa eksperimu mu begitu menjijik kan ! “ Ujar buku itu jijik .


Akasia mendengus .


“ Array lemah ini bahkan mengurung mu kasihan sekali ! “ Ejek Akasia balik .


Tidak ada balasan dari pihak lain .


“ Buku tuli apakah kau bisu ? Cepat katakana bagaimana cara membebaskan mu ! “.


“ Kobarkan dirimu sendiri ! “ Seru nya karena kesal .


Akasia mengabaikan ucapab buku kikuk itu , menurut novel-novel fantasi yang pernah di abaca . Seharus nya kita harus menemukan pola dari array ini , karena itu mirip sekali dengan formasi dia hanya memplajari formasi perang bukan sihir atau array . Kecuali ada acara yang lain tapi ini sangat beresiko , Akasia melirik buku itu dengan tajam .


“ Hei aku menemukan cara tapi ini sangat berbahaya , Apakah kamu ingin mencoba nya !? “


Buku itu tidak menjawab perkataan Akasia sama sekali , Karena tidak mendapat balasan dari buku kikuk itu . Akasia langsung menuju ke depan array dia menggigit tangan nya hingga berdarah , Akasia membuat sebuah lingkarang dengan tanda kedua belas zodiac dan berbagai macam lingkarang symbol aneh di dalam nya .


“ Ku harap ini akan berhasil ! , Tapi apakah tubuh ini memiliki sedikit saja mana ck ! “


Duarr……….


Tapi saat Akasia sadar kembali ida telah berada di sebuah gazebo .


“ Di mana ini ? , Ouc …. “


Akasia memegang kepala nya yang terus menerus berdenyit itu sangat menyakit kan , tapi dia seperti nya sedang berhalusinasi ada sebuah suara yang berbicara di kepala nya .


“ Apakah kau jadi bodoh setelah ledakan ? “ Cibir nya


Akasia masih setengah sadar dan belum menanggapi suara di benak nya itu .


“ Kapan aku kembali ! “


Akasia melirik kea rah liontin hitam di pangkuan nya dengan heran , dia akhir nya mengingat sesuatu .


“ Apakah kau di sana buku kikuk kau mendengar ku ! “


“ Tsk …. Akhir nya kau sadar juga ! “ Ujar nya jijik .


“ Sekarang jelakan siapa kau dan apa yang membuat mu membawa ku kemari ? “ .


Buku itu seperti nya mendengus dan berkata dengna nada sinis .


“ Kau bahkan tidak menyadari Kakek yang luar biasa ini , huh aku The Book Chaos Heaven’s


Yang tercipta dari kekacauan energy semesta dan tidak sengaja berteleportasi ke dunia aneh mu itu “

__ADS_1


Akasia hanya tersenyum tipis , dia bilang dunia nya aneh dasar bodoh itu tentu nya teknologi mereka jauh lebih maju .


“ Kau seperti nya mengutuk ku “ Ujaar Chaos Heavens curiga .


“ Harus kan aku memanggil mu dengan nama buku terus menerus , siapa nama mu ?”


“ Huh panggil aku tuan agung ! “ Ujar nya bangga .


Akasia mengerut kan kening nya , buku ini seperti nya mengalami gagar otak . Tapi apakah buku punya otak dan organ layak nya manusia begitu , he…he…mengapa dia ingin mencoba membenah buku ini sekarang .


“ Mengapa fluktasi emosi nya sangat membara , jangan bilang kamu tengah memikirkan hal jahat lagi ! “ Ujar nya rgu .


“ Kau benar ling-ling , aku tengah berencana bagaimana membedah mu dan melihat isi di dalam tubuh mu itu ! ‘ Seru nya mengancam .


“ Gadis sial siapa ling-ling nama aneh apa yang kamu berikan pada ku , dan mengapa nada nya terdengar seperti nama gadis aku tidak ingin nama gadis perempuan busuk tercela ! “ Ujar nya kesal .


Akasia terkekeh dan lanjut neggoda Ling-ling.


“ Astaga Ling-Ling ternyata laki-laki ya ! , Tapi bagaimana kita tahu kamu laki-laki apakah buku juga memiliki perbedaan gender ! “ Ujar nya mengejek .


“ Gender ? Kata-kata sial apa yang kau ucapkan gadis busuk ? “


“ Tentu nya jenis kelamin … Ups buku seharus nya tidak memiliki jenis kelamin kan ! “ Ujar nya mengejek .


Kali ini Ling-ling mengabaikan penuturan Akasia seperti nya dia sangat kesal dengan perkataan Akasia , Akasia hanya bisa tersenyum miring .


“ Aku merasa liontin ini sangat akrab !Di mana aku pernah melihat nya ! “ Seru nya .


Seolah liontin hitam itu seperti nya berkedip , Akasia ragu apakah dia salah lihat tadi Liontin ini berkedip.


“ Aku tidak mengerti alasan aku ada di sini ! , Tapi satu hal perlu diketahui bahwa hidup ku hanya milik ku . Bukan nya aku di anggap gadis jahat , bagimana jika berganti peran dengan Protogonist . Aku terlalu banyak membaca novel fantasi , haruskah melakukan serangan balik ah tidak itu membosankan . Akan lebih baik aku akan membalas kan dendam mu ya Akasia ! “


Sebuah perasaan nyaman menembus ke dalam tubuh Akasia , dia menutup mata nya dan dengan tenang menarik aliran energy yang tiba-tiba masuk ke tubuh nya . Perasaan ini sungguh luar biasa , aliran energy aneh ini terus merembak ke pembuluh darah dan itu ternyata menuju jantung .


Energi itu berkumpul di skeitar jantung nya dan mengembun setelah memadat , energy itu tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh nya . Sebuah rasa sakit menyengat terasa di tubuh nya , tulangnya terasa retak dan perasaan di tusuk ribuan jarum ini begitu menyakut kan , Akasia menggertak-kan gigi nya karena rasa sakit itu . Tapi dia bertahan karena rasa sakit ini sama sekali tidak sepadan dengan masa lalu nya yang memilukan .


“ Apa ini sebenar nya ! “


Setelah satu jam berlalu , rasa sakit itu akhir nya berlalu akan tetapi digantikan dengan cairan hitam pekat yang keluar di tubuh nya . Seluruh wajah nya di tutupi cairan hitam yang berbau pekat itu , Akasia merasa jijk untuk sesaat tapi dia tertegun .


“ Hei Ling-ling apakah energi barusan itu milik mu ? “


“ Tentu saja tuan agung telah mendetoks tubuh mu dan mencuci sumsum hingga ke tulang mu , tubuh mu terlalu lemah dan menyedihkan ! “


Akasia sedikit lingling apakah dia salah memasuki novel , apakah ini novel xianxia atau wuxia .


“ TSK …. Tubuh pemilik asli terlalu lemah , bahkan seekor semut bisa mengalah kan nya ! “


“ Cepat bersihkan tubuh ku ini sangat busuk ! “


Hening …….


“ Buku ****** ! mengapa pekerjaan nya setengah-setengah sih ! “ Ujar nya kesal .


Akasia dengan jengkel kembali ke kamar nya , dan dengan marah melempar gaun nya ke tempat sampah . DIa berendam selama setengah jam dan mengulangi nya hingga ke tujuh kali nya , dan mulut nya tidak berhenti mengutuk Ling-Ling.


“ Buku busuk , kotoran ini sama busuk nya dengan mu . Bahkan mandi dengan bunga tujuh rupa hingga air suci pun tidak akan menghilangkan bau ini ! “

__ADS_1


__ADS_2