
Chapter 3 : Dante Helias Vorte
Tidak tahu sudah berapa lama Akasia tertidur , saat dia bangun hari sudah menunjukkan malam . Memegang kepala yang terasa sakit di tambah berat ini , Akasia berjalan menuju balkon kamar nya dan bersandar pada pagar pembatas .Semilir angin melewati wajah yag putih namun pucat itu ,kain kasa masih melilit dahi nya .
“Akasia Valeri Vorte …… siapa yang menyangka aku akan terbawa ke dunia novel seperti ini ! , aku menyesal mengutuk novel laknat itu ….. Ah lagi-lagi mulut ku tidak bisa di rem … “
Akasia Valeri melepaskan kain kasa yang melilit dahi nya dan membuang kain kasa tersebut , tapi siapa tahu apa yang di lakukan Akasia di detik berikut nya . Dia melompat dari balkon kamar nya , tinggi nya itu bukan main sekitar dua kaki .
Wosh ……
Namun agak nya Akasia mendarat dengan mulus ,masih mengenakan piyama di tubuh nya dan berjalan tanpa alas kaki menuju entah kemana .
“ Dalam ingatan Akasia Valeri … seharus nya ada gazebo di dekat sini , tempat gadis malang ini menangis dan bersembunyi , Ck …. Ck… gadis naif ini !” Ejek nya sinis .
Dalam tubuh Akasia Valeri Vorte ini terdapat seorang jiwa dari dunia lain yang mengambil tubuh Akasia ,beberapa hari lalu saat Akasia Valeri terjatuh ke dalam danau dan tenggelam dia sudah lama tidak bernafas lagi , Dan sekarang tubuh tanpa jiwa itu di ambil alih oleh Selenia Victoria .
“ Ketemu juga ! , Haruskah aku bersyukur karena masih hidup atau mengutuk orang yang mengirim ku kemari .Aku Selenia Victoria tidak pernah membalas kebaikan dengan kejahatan , jadi di sini aku berjanji akan membuat hidup Akasia Valeri Vorte bahagia dan akan dihormati hingga tidak ada yang berani mengangkat kepala nya di depan mu inilah janji Selenia Victoria untuk mu ! “
Suara manis seperti lonceng itu bergemuruh di antara angin malam yang dingin , malam ini ialah saksi atas janji Selenia Victoria terhadap Akasia Valeri Vorte .Di bawah bulan yang bersinar terang , sosok gadis kecil dengan piyama putih terduduk di dalam gazebo sambal bersandar pada tiang dan menatap kea rah bulan di langit . Sinar bulan menyapu wajah gadis itu , surai platinum itu seolah bersinar di malam yang gelap ini .
“Sepertinya rasa sakit itu menghilang setelah janji yang kubuat , tenang saja rasa sakit di masa lalu akan ku balas beribu kali lipat . Namun apa yang terjadi kemarin setelah aku menyebrang , ingatan ku yang itu masih terbilang samar ! . Karena di beri kesempatan untuk hidup akan ku jalani dengan baik ! “
...****************...
Pagi Hari
Keesokan pagi nya , Akasia telah bangun sangat pagi bisa di bilang itu masih fajar . Pagi-pagi sekali Akasia menuju taman di mansion tersebut dan berkeliling sambal berlari , karena relative pagi tidak ada orang-orang atau pelayan yang di temui Akasia .
“ Tubuh ini terlalu lemah berlari 20 putaran halaman saja rasa nya berat sekali ! “
Karena tubuh lemah itu tidak bisa menanggung berlari lebih jauh lagi , Akasia terpaksa kembali ke kamar nya itu pun bukan melewati pintu melainkan lewat balkon kamar nya . Ya Akasia tanpa rasa takut memanjat tembok , dia takut ketahuan oleh orang lain . Tapi dia di kejutkan oleh teriakan seseorang di dalam kamar nya .
“ Kya …. Pencuri tolong !”
“ Syut… Diam dan berhenti berteriak ! , Ini aku Marry bukan pencuri !”
Akasia ingat pelayan ini ialah pelayan pribadi pemilik tubuh asli , hanya pelayan ini yang membela sampai akhir pemilik tubuh asli dia hanya berbeda 10 tahun dengan gadis pelayan ini . Ya sekarang dia menjadi anak berumur 7 tahun .
“ Nona apakah itu anda ?” Tanya nya dengan suara serak .
“ Um …. , Ini aku !”
“ Wo…wo … Nona akhir nya anda sadar , apakah anda sudah sehat tidak demam lagi kan !? , kalua ada yang sakit cepat beritahu kepada saya ?!”
Melihat orang yang memeprhatikan nya dengan teliti entah mengapa dia merasa iri pada pemilik tubuh asli , padahal ada banyak orang yang mencintai pemilik tubuh asli tapi karena cinta nya yang buta itu lah yang membuat diri nya bodoh .
“ Sudah lah aku baik-baik saja Marry ! , jadi buat apa pagi-pagi datang ke kamar ku ?” Tanya nya
__ADS_1
“ Hampir saja saya melupakan hal sepenting itu !” Marry menepuk dahi nya kesal .
Marry dengan cepat membawa Akasia ke dalam kamar mandi , dia sudah menyiap kan air hangat bertabur kelopak bunga di sana . Setelah mandi , Marry tanpa berperasaan menyeret Akasia menuju meja rias sambal mengeringkan rambut Akasia dan menyisir Marry berkata.
“ Nona ayo cepat bersiap-siap kepala pelayan akan menjemput anda nanti , Apakah Nona tahu anda akan bertemu siapa hari ini ?” Tanya nya riang.
“Tidak tahu ! “ Jawab Akasia cuek.
“ Nona …. Anda pasti bahagia karena Yang Mulia akan sarapan bersama anda , maka nya Kepala Pelayan yang menjemput anda !”.
“ Oh , siapa Yang Mulia ? “ Tanya Akasia cuek
“ Astaga saya hampir lupa bahwa anda kehilangan ingatan anda , Yang Mulia yang saya maksud adalah Ayah anda bukan nya selama ini anda ingin sekali sarapan semeja dengan Yang Mulia ! ‘'.
Akasia menutup mata nya sebentar , karena sebuah ingatan tentang ayah pemilik tubuh asli berputar di kepala . Sepertinya ayah pemilik tubuh asli selalu mengabaikan pemilik tubuh asli ini , ia selalu di beri tatapan dingin oleh ayah pemilik tubuh asli .
“ Oh … !” jawab nya datar.
“ Nona tidak bahagia bertemu dengan Yang Mulia bukan nya Nona selalu berharap ….” .
Perkataan Marry di potong dengan dingin oleh Akasia .
“ Jangan pernah menyebut orang yang di sebut ayah di depan ku lagi , dia bukan ayah ku !” Jawab Akasia dingin.
Masa depan mendatang dia akan memutuskan hubungan dengan keluarga pemilik asli , akan lebih baik dia kembali ke keluarga ibu pemilik asli . Dia hanya memiliki ingatan yang samar tentang ibu pemilik asli , namun keluarga di belakang ibu pemilik asli sangat berkuasa dia harus membuat pemilik asli di akui oleh Kakek satu-satu nya . Namun dia harus menyingkir kan keterikatan nya dengan keluarga ini dulu ,rencana nya akan di mulai dari sekarang sebenar nya dia tidak sabar bertemu dengan pahlawan wanita yang bodoh.Masih ada 2 bulan sebelum plot di mulai , dia harus dengan cepat mempersiapkan segala nya tentu nya juga tubuh pengganti .
“ Marry buang semua gaun ini ! , mau di sumbangkan atau di jual terserah … ah tentu saja jual saja semua gaun ini ! “
Marry yang bingung hanya bisa mematuhi perintah Nona nya , dia merasa selera dan cara berbicara Nona Muda nya berubah seketika . Apakah karena kehilangna ingatan bahkan perilaku seseorang dapat berubah .
Setelah mengusir Marry keluar , Akasia memilih sebuah gaun berwarna biru laut yang sesuai dengan iris mata nya . Mengambil pita biru senada dengan gaun nya dan mengikat rambut nya ekor kuda menyamping , melihat pantulan diri nya di cermin Akasia megangguk puas ternyata saat dia membuka pintu kamar nya . Seorang Kakek dengan pakaian pelayan khas sedang menunggu nya, dia tertegun sejenak dan dengna cepat kembali ke ketenangan sebelum nya .
“Apakah anda kepala pelayan ? “ Tanya Akasia .
Suara seperti lonceng perak itu membangun kan sang kepala pelayan , dia cukup tertegun karena Nona Muda nya bersikap sopan pada nya . Seperti nya pasal Nona nya kehilangan ingatan itu benar ada nya .
“Halo Nona saya Will , Kepala Pelayan Di Mansion Vorte saya akan membawa anda menemui Yang Mulia karena beliau telah lama menunggu anda ! “ .
Will mencoba melihat reaksi Nona Muda nya saat mendengar Yang Mulia di sebut kan , biasanya Nona Muda nya akan tersenyum bahagia dan berlari menuju Yang Mulia , sayang nya kali ini berbeda karena Akasia bukan dia yang dulu .
“ Hm … Tunjukkan jalan nya ! “ Ujar Akasia acuh .
Wiil tertegun dengan reaksi yang tidak biasa dari Nona Muda nya , apakah gadis di depan nya benar-benar Nona Muda angkuh itu . Karena kehilangan ingatan bisa merubah sifat seseorang dalam sekejap , dia menantikan reaksi Yang Mulia . Bila diperhatikan lagi , tampilan Nona nya juga berubah apakah itu ilusi nya saja aura acuh dan dingin itu keluar darin tubuh Nona Muda nya . Seperti nya kecelakaan itu membawa berkah tersendiri bagi Nona , semoga perubahan Nona muda nya ini adalah hal baik.
Saat Will bersama dengan Akasi melewati lorong yang di penuhi para pelayan , Akasia bisa mendengar ucapan yang mengosipkan nya dari para pelayan .Namun dia mengabaikan tatapan penasaran dari para pelayan itu , dia dengan acuh berjalan tanpa melihat kea rah pelayan yang mnggosip kan nya itu .
“Jadi gadis jahat itu benar-benar kehilangan ingatan nya !”.
__ADS_1
“Huss… berhenti memanggil nya seperti itu ! , kalian harus sopan apakah kalian tahu Nona Muda hamper meninggal kemarin akibat beberapa pelayan !”.
“Benarkah terus sekarang bagaimana keadaan para pelayan itu ?”.
“Mereka semua masih dalam perawatan , karena seperti nya mereka di siksa habis-habisan oleh Yang Mulia di masa depan kita tidak bisa lagi menggertak Nona Muda . Karena Nona Muda tetap lah seorang bangsawan dan kita hanya budak rendah “ .
“ Kalian semua hanya tahu cara bergosip ! , apa guna nya memberi kalin gaji dna makanan bahkan tempat tinggal kalua mulut kalian berbicara omong kosong ! , Minta maaf pada Nona Muda sekarang juga “ Ujar Will dingin karena tidak tahan lagi dengan suara berisik para pelayan yang bergosip.
Para pelayan yang bergosip tadi menunduk dan meminta maaf .
“ Baik Kepala Pelayan! , Nona mohon maaf kan mulut kami yang lancang ini ! ‘”Tubuh mereka bergetar ketakutan , mereka takut di pukul lagi oleh Nona Muda mereka . Namun mereka terkejut karena reaksi Nona Muda berbeda dari pikiran mereka.
“ Hn… Mari Pergi ! “ jawab Akasia acuh.
Will tertegun dan mengikuti kemana pergi nya Nona Muda nya itu ,para pelayan menatap bodoh ke arah kepergian Akasia Valeri . Dan rumor baru dengan cepat menyebar tanpa di sadari oleh Akasia.Karena Akasia masih belum berbuat jahat yang jauh , dia bisa mengubah nya secara perlahan dan menghilangkan rumor buruk yang sengaja di sebarkan itu .
“Silahkan masuk Nona seperti nya Yang Mulia sudah menunggu anda ! “.
Akasia masuk ke dalam sebuah ruangan yang luas itu , terdapat sebuah meja panjang dan berbagai makanan tersusun rapi . DI ujung meja panjang terdapat seorang laki-laki tampan yang memiliki fitur sama dengan Akasia , ya dial ah Dante Helias Vorte ayah dari pemilik asli .Akasia terdiam dan dengan raut wajah acuh dia tetap berdiri dan tidak duduk di kursi , Will sedikit berkeringat mengapa suasana antara ayah anak ini begitu canggung.
Dante Helias menatap Putri nya dengan tatapan menyelidik sekarang , dia sudah mendengar soal rumor bahwa Putri nya kehilangan ingatan dan ternyata hal itu benar ada nya . Namun ingatan kemarin masih segar di benak nya , ya gadis yang berlumuran darah dan mata kosong tanpa jiwa itu tidak pernah akan hilang dari benak nya .
“Duduklah !”.
Akasia bukan nya duduk di dekat kursi Dante helias , Akasia malah memilih kursi yang terjauh dari Dante Helias .Will melotot tak percaya , bahkan Dante Helias tidak menyangka reaksi putri nya akan seperti ini .
“Duduk lebih dekat !” Pinta Dante Helias dengan nada dingin.
Akasia tidak bergerak seinci pun dan mengabaiakan Dante Helias , Dante Helias ingin marah namun tertahan .
“Apakah kamu baik-baik saja ? “ Tanya nya canggung .
“ Ya “ Jawab Akasia singkat dan terdengar acuh .
Hening …… kRIk…Krik…
Suasana kembali hening . pembicaraan canggung ini dengan cepat di selesaikan oleh Will.
“ Ah Nona saya telah menyiapkan pudding ke sukaan anda , bukankah anda menyukai dessert ini ! “.
Akasia melirik pudding berwarna ungu itu dari bau dan warna nya , dia tahu bahwa pudding ini ialah pudding rasberi kesukaan pemilik asli namun dia benci hal manis jadi tidak cocok dengan selera nya.
“Ganti ! gigi ku bisa rusak karena makan makanan manis , bawa kembali pudding kaca !”.
Will dan Dante Helias tertegun ,bahkan pelayan yang menyajikan makanan pun sama .
“ Ah baiklah Nona Muda !”.
__ADS_1
Pudding kaca dengan cepat datang , sebuah pudding bening yang isian nya Nampak jelas buah-buah han ialah Yang Akasia sukai .Acara sarapan ini berjalan dengan khidmat ,setelah membereskan semua bekas makanan di meja para pelayan dengan cepat mundur hanya tersisa Will , Dante Helias dan Akasia di ruangan tersebut .