Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam

Kelahiran Kembali Putri Antagonis : Putri Iblis Berperut Hitam
Chapter 8 : Mahkluk Iblis


__ADS_3

Chapter 8 : Mahkluk Iblis


Penjara Bawah Tanah .


“ gr….gr……st…gr….”


Mata makhluk itu menjadu merah , dia seperti nya menjadi sangat marah dan detik nerikut nya meraung ke-arah Akasia .


“ Roar …roar….roar….”


Makhluk itu berlari kencang menuju Akasia , cakar tajam nya mencoba menusuk ke-arah jantung Akasia . Akasia menangkis cakar tajam itu dengan hanya sebuah belati .


“ Mahkluk jelek ini , mati kau ! “


Akasia mencoba menendang perut bagian bawah mahkluk itu , dan benar saja mahkluk itu langsung terhempas dan menubruk dinding . Akasia tersenyum smirik , sebelum dia dapat menusuk mahkluk itu sebuah suara memanggil nya .


Brakkk.;;;;;;…..


“ Akasia apa yang kamu lakukan ! “ Seru nya kaget .


“ Carlnir ! “ Seru Akasia.


Akasia melirik kea rah laki-laki itu ya saydara tiri nya Carlnir , melihat tatapan khawatir nya membuat Akasia mendengeus jijik . Dia tidak akan pernah melupakan tatapan jijik orang ini terhadap pemilik tubh sli nya , karena tak memiliki bakat dalam sihir saudara tiri ini dengan sengaja terkadang mengejek pemilik tubuh asli sehingga menyebab kan nya bertambah depresi. Hal itu sangat menjijik kan , dia juga merasakan permusuhan teramat besar di tubuh ini .


“ Bua apa kau kemari ! “ Tanya Akasia acuh .


Carlnir tertegun Dan tidak tahu berkata apa , tapi Carlnir tertegun melihat ke sekeliling penjara . Semua nya hancur dan bahkan ada beberapa mayat pelayan di sini , dan salah satu nya ialah pelayan yang mati dengan mengenaskan .


“ Apa yang kamu laukan Akasia ? , Apakah kamu membunuh mereka semua ! “ Teriak Carlnir .


Akasia tesenyum mengejek .


“ Kalau iya kenapa huh ! “


“ Bagaimana bisa kamu sekejam iini, membunuh pelayan tanpa pandang bulu mereka juga manusia ! , Ku piker kamu benar-benar berubah tapi kamu lebih seperti iblis saat ini ! “ Gram Carlnir .


Akasia tidak bisa menahan tawa nya , dia terkikik geli dan berkata .


“ Mereka menusia kau bilang ! , Iblis ya !? “ Akasia berkata dengan acuh .


Darah nya menetes perlaham dari belati .


“ Kamu terluka ?” Tanya Carlnir tertegun.


Saat Carlnir mencoba memegang tangan Akasia , dia di tepis dengan kasar oleh Aksia .


“ Jangan sentuh aku ! , Kotor ! “ Ujar Akasi jijk .


Carlnir terpana , mengapa nada bicara adik perempuan nya berubah . Kemana nada hangat dan imut itu , lalu mengapa adik perempuan nya bisa terluka begini . Dan Tatapan itu mengapa sangat tidak enak , tatapan itu hanya di penuhi rasa jijik dan sarkas-me .


“ Kamu siapa yang melakukan ini ! “ Seru nya .


Namun Akasia tidak memperdulikan orang di depan nya , saat dia mellirik ke-arah dinding yang remuk itu .


“ Kemana pergi nya ?” Seru Aksia .


“ Siapa maksud mu ?” Tanya Carlnir .


Akasia mendengus dan tersenyum menyeringai , iris biru layak nya laut itu memancarkan aura membunuh ,


“ Kamu bilang aku iblis bukan kakak terkasih ? “ Ujat Akasia dengan senyum miring .


Carlnir terpana dengan perkataan adik perempuan ,tapi mengapa adik perempuan nya tersenyum begitu aneh .


Swosh …..


Sebuah belati mengarah tepat kepada nya , Carlnir terpana apakah adik perempuan nya akan membunuh nya di sini .


“ Apa yang kamu lakukan ? . Kamu ingin membunuh saudara mu ! “ Teriak Carlnir .


Snap …..


“ Tepat sasaran ! “ Ujar Akasia dengan Seringai .


“ gr…gr… Ohk …. Cough … ! “

__ADS_1


Brukk…..


Carlnir kaget dan langsung berbalik . melihat seorang wanita dengan pakaian pelayan tergeletak tak berdaya . Pelayan itu memiliki wajah yang menyeramkan urat biru di sekitar wajah nya Nampak jelas ,mata nya merah darah dan wajah abu-abu gelap bukan milik Manusia . Cakar panjang yang hitam Dan juga tajam . Sebuah belati menancap pada dahi nya , di tengah belati terdapat sebuah kristal bening samar dan tertancap pada dahi pelayan itu .


“ Mahluk apa ini ! Iblis ? “ Seru Carlnir kaget .


Dia menatap kembali ke-arah Akasia yang berjalan menuju mayat pelayan itu , dia dengan santai nya mengambil belati dan menggali krisla di dahi pelayan itu , Kristal itu sejernih dan sebening air .


“ Cantik ! Tapi berasal dari hal menjijikkan ! “ Seru ya jijik .


“Jadi alasan kamu membunuh mereka karena ini ! “Ujar Carlnir tertegun.


Akasia kembali tertawa dengan renyah .


“ pufth … ha…ha….a…”


“ Megapa tertawa ? “ Tanya Carlnir menyerengit .


Akasia berhenti tertawa dan mata nya menyipit dan berkata acuh .


“ Tentu nya tujuan ku kemari membunuh mereka semua , oh tidak bukan membunuh tapi menyiksa mereka hingga mati pun mereka tidak ingin ! “


“ Kau ! Mengapa sangat kejam pantas kamu tidak ingin di layani pelayan , kamu sekejam ini terhadap para pelayan mu sendiri ! “


“ Kejam kata mu , haruskah aku membiarkan mereka mencibir dan mengina ku ! “ Nada bicara Akasia berubah tajam .


“ Kamu bisa menasehati mereka dengan mudah ! “ Ujar Carlnir .


“ Kamu benar-benar naif , menasehati mereka baik sekali . Sebenar nya hukuman karena menghina seorang bangsawan bayaran sangat besar , seharus nya pelayan ini di hukum pancung Atau Mati ! “ Ujar nya dengan nada sarkastik.


Carlnir menyerngit bingung , dia juga merasa perkataan Akasia tidak salah tapi membunuh pelayan sembarangan juga salah .


“ Mereka juga mahluk hidup , bagaimana kamu bisa memperlakukan kehidupan seseorang dengan begitu mudah nya ! “


Wosh ….


Carlnir terpana kemana pergi nya Aksaia ,dia merasa ada orang di belakang nya dan reflek hendak memukul . Tapi genggaman nya di tahan dan di tangkap begitu saja .


“ Lamban sekali ! “ Ejek Akasia .


Akasia melompat kembali dan bersandar pada sebuah tiang , dia memainkan belati di tangan nya dengan mudah .


“ Mengapa seorang yang akan menjadi Ksatria begitu lemah !” Ejek Akasia .


Kali ini Carlnir mencoba menahan amarah nya dan berusaha agar tidak terpancing lagi ,satu hal yang dia harus tahu bahwa gadis di depan nya memang berubah . Namun kekejaman nya menjadi lebih ganas dari sebelum nya .


Swosh …..


“ Kemana pergi nya , cepat sekali ! “ Seru Carlnir kaget .


Sebuah suara bisikan sepeti lonceng peak terdengar di telinga nya , dengan nada nya yang acuh , jijik , bahkan cibiran terdengar jelas .


“ Kamu bilang mereka manusia bukan , dan adalah iblis. Kamu benar aku memang iblis yang telah mereka buat , apa kau tahu apa yang ku alami tidak Maksud ku Akasia Valeri selama 7 tahun terakhir heh …. Lucu sekali . Aku hanya ingin hidp tenang lantas mengapa kalian mengganggu ku terus , kau tahu apa yang di perbuat pelayan ini mereka hampir membuat ku meningeal . KU pikir kau akan tahu apa yang terjadi ku ada baik nya kau taya kan kepada Ayah mu yang dingin itu , kau tahu danau itu begitu dingin aku pikir akan mati di sana tanpa membalas dendam . Tapi keberuntungan masih ber[ihak pada ku , aku tidak mati heh membunuh sangat mudah untuk ku jadi jangan pernah memprovokasi ku lagi jika ingin nyawa mu selamat ! “ .


Syut…..


Srek….


Carlnir terpana dan setetes darah mengalir dari pipi nya , dia tertegun ternyata dia salah paham . Lalu apa yang sebenar nya terjadi selama dia pergi beberapa bulan ini ,Mengapa semua nya berubah .


“ DIa bukan Akasia kan! Tapi aura dan wajah nya sama lantas apa yang berbeda ! “ Seru nya terisak …


TAP…TAP….TAP.


Suara langkah kaki berat aari arah luar membangun kan Carlnur dari tertegun nya , suara berat dari sepatu besi milik ksatria menyapu pendengaran Carlnir . Sesosok laki-laki dengan tubuh kekar yang berpakaian ksatria khas seorang ketua , dengan kulit berwarna sawo matang dan senyum konyol di wajah nya membuat nya seperti ksatria konyol . Tapi dengan cepat wajah nya menjadi kaku dan serius .


“ Saya memberi salam kepada Tuan Muda ! “


Para Ksatria di belakang nya juga ikut hormat , namun agak nya perhatian mereka selalu tertuju pada penjara bawah tanah yang kacau balau . Ada banyak darah di mana-mana , dan yan membuat mereka terpana adalah sesosok mayat pelayan perempuan yang mengenaskan di sana .


“ Ini ! Apa yang terjadi Tuan Muda ? “ Tanya Kepala Ksatria itu syok .


Carlnir masih memikirkan kelainan Akasia , dan mengacuhkan kan kepala ksatria di depan nya .


“ Ketua ! Lihat ada beberapa mayat pelayan perempuan lin di sini ! “ Panggil salah satu Ksatria .

__ADS_1


Kepala Ksatria itu di panggil Zein dia adalah kepala ksatria divisi 1 .


“ Mengapa mayat ini membusuk ?” Ujar Zein ragu .


Zein melirik ke salah satu mayat pelayan wanita yang mata nya masih terbuka , namu darah di area dada nya tidak berhenti menetes . Dan itu mengeluarkan bau yang teramat busuk , ada noda hitam dari darah yang mengalir deras itu .


“ Kasihan sekali ! , Melihat bekas yang tertingal di dinding seperti nya bekas cakaran hewan buas . Tapi tidak ada hewan buas di sini , tembok ini seperti nya telah menghantam sesuatu ! “


Melihat lekukan tembok yang tidak terlalu dalam ,dan ada sebuah rantai yang terlilit pada badan obor seperti nya .


“ Apakah ini di buat sebagai cambuk ! , Tapi mengapa bau ini begitu busuk ! “ Ujar Zein jijik .


“ Ketua lihat mayat pelayan ini ,sangat aneh ! “ Panggil nya .


Zein dengan cepat menuju mayat yang berada tidak jauh dari Carlnir , dia terpana melihat wajah pelayan itu . Mata nya merah dan tidak seperti manusia , kulit nya pucat dan berwarna abu-abu hitam dan darah hitam yang busuk mengalir dari dahi dan tangan nya . Namun di dahi nya mengapa terdapat sebuah lubang yang tidak terlalu dangkal .


“ Pelayan ini bukan manusia lagi ! Dia berubah menjadi ,monster lantas apa penyebab nya ! “


Zein melirik Carlnir yang terdiam di sana , dia bisa melihat wajah nya pucat pasi . Tapi melihat pakaian yang rapI tanpa ada noda darah hitam di sekitarnya , berarti bukan Tuan Muda mereka yang membunuh semua pelayan ini lantas siapa . Zein tertegun dan melihat setetes darah di pipi Tuan Muda , jelas itu tergores oleh seuah bilah tajam .


“ Tuan Muda siapa yang melukai anda ? “ Tanya Zein khawatir .


Carlnir akhir nya tersadar dan mengeleng .


“ Tidak ada ! , Aku tidak sengaja tersandung tadi dan menabrak semak-semak ! “ Ujar Carlnir berkata omong kosong .


Tap……tap….


Carlnir langsung pergi dengann terhuyung-huyung , dia mengabaikan Zein dan berjalan ke luar .


Zein menatap Tuan Muda nya dengan samar , seperti nya Tuan Muda nya tahu sesuatu tapi di lihat dari eskpresi nya ada seberkas ketidakpercayaan dan ketakutan yang samar .


“ Kumpulkan mayat semua nya dan buat laporan sekarang juga ! “


“ Baik Ketua !” Ujar para Ksatria serentak.


Di dalam bayangan yang gelap , terdapat sebuah sosok samar yang selalu memantau setiap pergerakan para Ksatria .


“ Mahkluk apa itu ! “ Seru nya


Sosok dalam gelap itu berbalik pergi lalu menghilang .


...****************...


Gazebo


Sebuah bayangan melintas ke-arah gazebo , gerakan nya teramat cepat dan saat berhenti surai platinum itu berkibar . Ada senyum kecil melintas di wajah nya , tatapan nya selalu tertuju pada Kristal bening yang ada di tangan nya . Saat cahaya bulan mengenai nya sinar bulan itu memantul dan membuat seolah Kristal itu bercahaya .


“ Indah sekali ! Namun mengapa keluar dari hal yang begitu menjijik kan ! “ Seru nya sarkas.


Yah sosok itu tidak lain ialah Akasia , dia baru saja kabur setelah berbuat masalah .


“ Mengapa tidak keluar sekarang , kesabaran ku ada batas nya ! “ Ancam Akasia.


Swosh……


Suara cekikan menyapu pendengaran Akasia .


“ hik….heh…hi…heh…!”


Akasia sudah sangat waspada , namun lingkungan di skeitar nya tiba-tiba berubah . Akasia seolah melayang di langit yang luas , ada ribuan awan di sekeliling nya . Melihat tubuh nya yang melayang , Akasia tidak panic sama sekali dia malah tersenyum menyeringai .


“ Heh ,,,,,,, Trik murahan ini kamu pikIr bisa membuat ku takut ! “ Ejek Akasia sinis .


Akasia melipat tangan nya , dan melirik ke kanan dan ke kiri.


“ Mengapa tidak menunjuk-kan diri mu sekarang sebelum kesabaran ku habis ! “


Wosh …….


Awan di sekeliling Akasia bergerak bahkan Awan di baawah nya juga ikut bergerak , entah kemana awan ini akan membawa nya . Tapi sejak kapan dia berdiri di atas awan , dan apakah ini memang awan atau kapas terbang sih .


“ Tapi ini cukup menyenangkan ! Cepat melaju kencang ! “ Teriak Aksia dengan bahagia .


Setelah lama berputar awan itu akhir nya berhenti , tapi pemandangan di sekitar tetap sama hanya di selimuti awan putih yang layak nya salju .

__ADS_1


“ Kamu cepat sekali sadar ya ! “ Seru seseorang dengan suara yang kekanak-kanak kan.


__ADS_2