
Chapter 8 : Mahkluk Iblis
Penjara Bawah Tanah .
“ gr….gr……st…gr….”
Mata makhluk itu menjadu merah , dia seperti nya menjadi sangat marah dan detik nerikut nya meraung ke-arah Akasia .
“ Roar …roar….roar….”
Makhluk itu berlari kencang menuju Akasia , cakar tajam nya mencoba menusuk ke-arah jantung Akasia . Akasia menangkis cakar tajam itu dengan hanya sebuah belati .
“ Mahkluk jelek ini , mati kau ! “
Akasia mencoba menendang perut bagian bawah mahkluk itu , dan benar saja mahkluk itu langsung terhempas dan menubruk dinding . Akasia tersenyum smirik , sebelum dia dapat menusuk mahkluk itu sebuah suara memanggil nya .
Brakkk.;;;;;;…..
“ Akasia apa yang kamu lakukan ! “ Seru nya kaget .
“ Carlnir ! “ Seru Akasia.
Akasia melirik kea rah laki-laki itu ya saydara tiri nya Carlnir , melihat tatapan khawatir nya membuat Akasia mendengeus jijik . Dia tidak akan pernah melupakan tatapan jijik orang ini terhadap pemilik tubh sli nya , karena tak memiliki bakat dalam sihir saudara tiri ini dengan sengaja terkadang mengejek pemilik tubuh asli sehingga menyebab kan nya bertambah depresi. Hal itu sangat menjijik kan , dia juga merasakan permusuhan teramat besar di tubuh ini .
“ Bua apa kau kemari ! “ Tanya Akasia acuh .
Carlnir tertegun Dan tidak tahu berkata apa , tapi Carlnir tertegun melihat ke sekeliling penjara . Semua nya hancur dan bahkan ada beberapa mayat pelayan di sini , dan salah satu nya ialah pelayan yang mati dengan mengenaskan .
“ Apa yang kamu laukan Akasia ? , Apakah kamu membunuh mereka semua ! “ Teriak Carlnir .
Akasia tesenyum mengejek .
“ Kalau iya kenapa huh ! “
“ Bagaimana bisa kamu sekejam iini, membunuh pelayan tanpa pandang bulu mereka juga manusia ! , Ku piker kamu benar-benar berubah tapi kamu lebih seperti iblis saat ini ! “ Gram Carlnir .
Akasia tidak bisa menahan tawa nya , dia terkikik geli dan berkata .
“ Mereka menusia kau bilang ! , Iblis ya !? “ Akasia berkata dengan acuh .
Darah nya menetes perlaham dari belati .
“ Kamu terluka ?” Tanya Carlnir tertegun.
Saat Carlnir mencoba memegang tangan Akasia , dia di tepis dengan kasar oleh Aksia .
“ Jangan sentuh aku ! , Kotor ! “ Ujar Akasi jijk .
Carlnir terpana , mengapa nada bicara adik perempuan nya berubah . Kemana nada hangat dan imut itu , lalu mengapa adik perempuan nya bisa terluka begini . Dan Tatapan itu mengapa sangat tidak enak , tatapan itu hanya di penuhi rasa jijik dan sarkas-me .
“ Kamu siapa yang melakukan ini ! “ Seru nya .
Namun Akasia tidak memperdulikan orang di depan nya , saat dia mellirik ke-arah dinding yang remuk itu .
“ Kemana pergi nya ?” Seru Aksia .
“ Siapa maksud mu ?” Tanya Carlnir .
Akasia mendengus dan tersenyum menyeringai , iris biru layak nya laut itu memancarkan aura membunuh ,
“ Kamu bilang aku iblis bukan kakak terkasih ? “ Ujat Akasia dengan senyum miring .
Carlnir terpana dengan perkataan adik perempuan ,tapi mengapa adik perempuan nya tersenyum begitu aneh .
Swosh …..
Sebuah belati mengarah tepat kepada nya , Carlnir terpana apakah adik perempuan nya akan membunuh nya di sini .
“ Apa yang kamu lakukan ? . Kamu ingin membunuh saudara mu ! “ Teriak Carlnir .
Snap …..
“ Tepat sasaran ! “ Ujar Akasia dengan Seringai .
“ gr…gr… Ohk …. Cough … ! “
__ADS_1
Brukk…..
Carlnir kaget dan langsung berbalik . melihat seorang wanita dengan pakaian pelayan tergeletak tak berdaya . Pelayan itu memiliki wajah yang menyeramkan urat biru di sekitar wajah nya Nampak jelas ,mata nya merah darah dan wajah abu-abu gelap bukan milik Manusia . Cakar panjang yang hitam Dan juga tajam . Sebuah belati menancap pada dahi nya , di tengah belati terdapat sebuah kristal bening samar dan tertancap pada dahi pelayan itu .
“ Mahluk apa ini ! Iblis ? “ Seru Carlnir kaget .
Dia menatap kembali ke-arah Akasia yang berjalan menuju mayat pelayan itu , dia dengan santai nya mengambil belati dan menggali krisla di dahi pelayan itu , Kristal itu sejernih dan sebening air .
“ Cantik ! Tapi berasal dari hal menjijikkan ! “ Seru ya jijik .
“Jadi alasan kamu membunuh mereka karena ini ! “Ujar Carlnir tertegun.
Akasia kembali tertawa dengan renyah .
“ pufth … ha…ha….a…”
“ Megapa tertawa ? “ Tanya Carlnir menyerengit .
Akasia berhenti tertawa dan mata nya menyipit dan berkata acuh .
“ Tentu nya tujuan ku kemari membunuh mereka semua , oh tidak bukan membunuh tapi menyiksa mereka hingga mati pun mereka tidak ingin ! “
“ Kau ! Mengapa sangat kejam pantas kamu tidak ingin di layani pelayan , kamu sekejam ini terhadap para pelayan mu sendiri ! “
“ Kejam kata mu , haruskah aku membiarkan mereka mencibir dan mengina ku ! “ Nada bicara Akasia berubah tajam .
“ Kamu bisa menasehati mereka dengan mudah ! “ Ujar Carlnir .
“ Kamu benar-benar naif , menasehati mereka baik sekali . Sebenar nya hukuman karena menghina seorang bangsawan bayaran sangat besar , seharus nya pelayan ini di hukum pancung Atau Mati ! “ Ujar nya dengan nada sarkastik.
Carlnir menyerngit bingung , dia juga merasa perkataan Akasia tidak salah tapi membunuh pelayan sembarangan juga salah .
“ Mereka juga mahluk hidup , bagaimana kamu bisa memperlakukan kehidupan seseorang dengan begitu mudah nya ! “
Wosh ….
Carlnir terpana kemana pergi nya Aksaia ,dia merasa ada orang di belakang nya dan reflek hendak memukul . Tapi genggaman nya di tahan dan di tangkap begitu saja .
“ Lamban sekali ! “ Ejek Akasia .
Akasia melompat kembali dan bersandar pada sebuah tiang , dia memainkan belati di tangan nya dengan mudah .
“ Mengapa seorang yang akan menjadi Ksatria begitu lemah !” Ejek Akasia .
Kali ini Carlnir mencoba menahan amarah nya dan berusaha agar tidak terpancing lagi ,satu hal yang dia harus tahu bahwa gadis di depan nya memang berubah . Namun kekejaman nya menjadi lebih ganas dari sebelum nya .
Swosh …..
“ Kemana pergi nya , cepat sekali ! “ Seru Carlnir kaget .
Sebuah suara bisikan sepeti lonceng peak terdengar di telinga nya , dengan nada nya yang acuh , jijik , bahkan cibiran terdengar jelas .
“ Kamu bilang mereka manusia bukan , dan adalah iblis. Kamu benar aku memang iblis yang telah mereka buat , apa kau tahu apa yang ku alami tidak Maksud ku Akasia Valeri selama 7 tahun terakhir heh …. Lucu sekali . Aku hanya ingin hidp tenang lantas mengapa kalian mengganggu ku terus , kau tahu apa yang di perbuat pelayan ini mereka hampir membuat ku meningeal . KU pikir kau akan tahu apa yang terjadi ku ada baik nya kau taya kan kepada Ayah mu yang dingin itu , kau tahu danau itu begitu dingin aku pikir akan mati di sana tanpa membalas dendam . Tapi keberuntungan masih ber[ihak pada ku , aku tidak mati heh membunuh sangat mudah untuk ku jadi jangan pernah memprovokasi ku lagi jika ingin nyawa mu selamat ! “ .
Syut…..
Srek….
Carlnir terpana dan setetes darah mengalir dari pipi nya , dia tertegun ternyata dia salah paham . Lalu apa yang sebenar nya terjadi selama dia pergi beberapa bulan ini ,Mengapa semua nya berubah .
“ DIa bukan Akasia kan! Tapi aura dan wajah nya sama lantas apa yang berbeda ! “ Seru nya terisak …
TAP…TAP….TAP.
Suara langkah kaki berat aari arah luar membangun kan Carlnur dari tertegun nya , suara berat dari sepatu besi milik ksatria menyapu pendengaran Carlnir . Sesosok laki-laki dengan tubuh kekar yang berpakaian ksatria khas seorang ketua , dengan kulit berwarna sawo matang dan senyum konyol di wajah nya membuat nya seperti ksatria konyol . Tapi dengan cepat wajah nya menjadi kaku dan serius .
“ Saya memberi salam kepada Tuan Muda ! “
Para Ksatria di belakang nya juga ikut hormat , namun agak nya perhatian mereka selalu tertuju pada penjara bawah tanah yang kacau balau . Ada banyak darah di mana-mana , dan yan membuat mereka terpana adalah sesosok mayat pelayan perempuan yang mengenaskan di sana .
“ Ini ! Apa yang terjadi Tuan Muda ? “ Tanya Kepala Ksatria itu syok .
Carlnir masih memikirkan kelainan Akasia , dan mengacuhkan kan kepala ksatria di depan nya .
“ Ketua ! Lihat ada beberapa mayat pelayan perempuan lin di sini ! “ Panggil salah satu Ksatria .
__ADS_1
Kepala Ksatria itu di panggil Zein dia adalah kepala ksatria divisi 1 .
“ Mengapa mayat ini membusuk ?” Ujar Zein ragu .
Zein melirik ke salah satu mayat pelayan wanita yang mata nya masih terbuka , namu darah di area dada nya tidak berhenti menetes . Dan itu mengeluarkan bau yang teramat busuk , ada noda hitam dari darah yang mengalir deras itu .
“ Kasihan sekali ! , Melihat bekas yang tertingal di dinding seperti nya bekas cakaran hewan buas . Tapi tidak ada hewan buas di sini , tembok ini seperti nya telah menghantam sesuatu ! “
Melihat lekukan tembok yang tidak terlalu dalam ,dan ada sebuah rantai yang terlilit pada badan obor seperti nya .
“ Apakah ini di buat sebagai cambuk ! , Tapi mengapa bau ini begitu busuk ! “ Ujar Zein jijik .
“ Ketua lihat mayat pelayan ini ,sangat aneh ! “ Panggil nya .
Zein dengan cepat menuju mayat yang berada tidak jauh dari Carlnir , dia terpana melihat wajah pelayan itu . Mata nya merah dan tidak seperti manusia , kulit nya pucat dan berwarna abu-abu hitam dan darah hitam yang busuk mengalir dari dahi dan tangan nya . Namun di dahi nya mengapa terdapat sebuah lubang yang tidak terlalu dangkal .
“ Pelayan ini bukan manusia lagi ! Dia berubah menjadi ,monster lantas apa penyebab nya ! “
Zein melirik Carlnir yang terdiam di sana , dia bisa melihat wajah nya pucat pasi . Tapi melihat pakaian yang rapI tanpa ada noda darah hitam di sekitarnya , berarti bukan Tuan Muda mereka yang membunuh semua pelayan ini lantas siapa . Zein tertegun dan melihat setetes darah di pipi Tuan Muda , jelas itu tergores oleh seuah bilah tajam .
“ Tuan Muda siapa yang melukai anda ? “ Tanya Zein khawatir .
Carlnir akhir nya tersadar dan mengeleng .
“ Tidak ada ! , Aku tidak sengaja tersandung tadi dan menabrak semak-semak ! “ Ujar Carlnir berkata omong kosong .
Tap……tap….
Carlnir langsung pergi dengann terhuyung-huyung , dia mengabaikan Zein dan berjalan ke luar .
Zein menatap Tuan Muda nya dengan samar , seperti nya Tuan Muda nya tahu sesuatu tapi di lihat dari eskpresi nya ada seberkas ketidakpercayaan dan ketakutan yang samar .
“ Kumpulkan mayat semua nya dan buat laporan sekarang juga ! “
“ Baik Ketua !” Ujar para Ksatria serentak.
Di dalam bayangan yang gelap , terdapat sebuah sosok samar yang selalu memantau setiap pergerakan para Ksatria .
“ Mahkluk apa itu ! “ Seru nya
Sosok dalam gelap itu berbalik pergi lalu menghilang .
...****************...
Gazebo
Sebuah bayangan melintas ke-arah gazebo , gerakan nya teramat cepat dan saat berhenti surai platinum itu berkibar . Ada senyum kecil melintas di wajah nya , tatapan nya selalu tertuju pada Kristal bening yang ada di tangan nya . Saat cahaya bulan mengenai nya sinar bulan itu memantul dan membuat seolah Kristal itu bercahaya .
“ Indah sekali ! Namun mengapa keluar dari hal yang begitu menjijik kan ! “ Seru nya sarkas.
Yah sosok itu tidak lain ialah Akasia , dia baru saja kabur setelah berbuat masalah .
“ Mengapa tidak keluar sekarang , kesabaran ku ada batas nya ! “ Ancam Akasia.
Swosh……
Suara cekikan menyapu pendengaran Akasia .
“ hik….heh…hi…heh…!”
Akasia sudah sangat waspada , namun lingkungan di skeitar nya tiba-tiba berubah . Akasia seolah melayang di langit yang luas , ada ribuan awan di sekeliling nya . Melihat tubuh nya yang melayang , Akasia tidak panic sama sekali dia malah tersenyum menyeringai .
“ Heh ,,,,,,, Trik murahan ini kamu pikIr bisa membuat ku takut ! “ Ejek Akasia sinis .
Akasia melipat tangan nya , dan melirik ke kanan dan ke kiri.
“ Mengapa tidak menunjuk-kan diri mu sekarang sebelum kesabaran ku habis ! “
Wosh …….
Awan di sekeliling Akasia bergerak bahkan Awan di baawah nya juga ikut bergerak , entah kemana awan ini akan membawa nya . Tapi sejak kapan dia berdiri di atas awan , dan apakah ini memang awan atau kapas terbang sih .
“ Tapi ini cukup menyenangkan ! Cepat melaju kencang ! “ Teriak Aksia dengan bahagia .
Setelah lama berputar awan itu akhir nya berhenti , tapi pemandangan di sekitar tetap sama hanya di selimuti awan putih yang layak nya salju .
__ADS_1
“ Kamu cepat sekali sadar ya ! “ Seru seseorang dengan suara yang kekanak-kanak kan.