Kelly Life Story

Kelly Life Story
Episode 10


__ADS_3

"Gimana Ren, mana temen lu?" Tanya Teman Darren.


"Nih" Darren berbalik dan memperlihatkan Kelly di kelompok nya.


"Gila, cantik banget" Sahut teman-teman yang melihatnya.


"Udah punya cowo dia" Ucap Darren duduk di kursi yang disediakan di lapangan sekolah.


"Siapa? Lu?"


"Bukan" Kelly pun hanya tersenyum kikuk lalu ikut duduk di samping Darren.


"Oke, kalau gitu langsung kita bahas aja biar cepet kelar gimana?"


"Lanjut" Darren beserta lainnya pun menyusun rencana dengan tenang dan saling bertukar pendapat memberi masukan, arahan satu sama lain sampai waktu menunjukkan pukul 5 sore.


"Di jemput?" Tanya Darren yang melihat Kelly memandangi ponselnya


"Iya"


"Oh, yaudah tungguin aja gue ambil motor sebentar" Kelly mengangguk dan melihat punggung jauh Darren.


"Kell, sory banget ya ada tambahan dadakan pramuka, kamu pulang naik Grab gapapa?" ~Chiko.


"Yaudah semangat" ~Kelly.


Kelly mendengus melihat kekanan kiri, tidak ada bemo.


Darren datang membawa motor CB nya.


"Gimana udah dijalan?" Tanya Darren.


"Ada kelas tambahan" Ucap Kelly.


"Kok dadak" Darren mematikan mesin motornya dan turun dari sepeda.


"Siapa?" Lanjut Darren.


"Chiko pacar gue"


Darren memandang sekilas wajah sedih Kelly, ia pun menarik tangannya yang membuat terkejut tanpa bicara sedikit pun Darren memasangkan helm di kepala kelly.


"Ehh, sakitt sakit, pelan-pelan dong" Keluh Kelly, Darren mengetuk pelan di kepala Kelly yang sudah memakai helm dan kembali naik ke sepeda nya.


"Ayo pulang"


Kelly tersenyum dan berlari kecil menaiki sepeda Darren.


"Laper gak? Mau makan?" Tanya Darren menancap gas dengan kecepatan normal.


"Nggak"


"Oh Puasa? "


"Dihh, emang mau makan apa?"


Darren tersenyum di kaca spion yang tertuju tepat di wajah Kelly dan terus berjalan hingga melewati rumah makan.


"Eh kemana? " Tanya Kelly, karna Darren berputar arah.


"Mau makan, laper" Darren memarkirkan motornya dan turun melepas helm, begitu juga Kelly yang ikut turun melepas Helmnya.

__ADS_1


"Ini restoran apaan gede banget" Tanya Kelly, Darren yang sedari tadi gemas mencubit pipi Kelly singkat lalu masuk kedalam tanpa menjawab, Kelly hanya pasrah mengikuti Darren dari belakang.


"Hallo, selamat datang" Ucap Karyawati yang bertugas menyambut pelanggan.


"Mau makan apa?" Tanya Darren memilih tempat duduk di ujung yang diikuti Kelly dan duduk berhadapan.


"Lu dapet uang dari mana? Kayanya orang kaya nih, masih kelas 10 udah makan di restoran bintang lima" Sahut Kelly mengambil menu makanan dan membukanya.


"What" Lanjut Kelly Terkejut sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Kenapa?" Tanya Darren menahan tawa.


"Ini bener harganya segini?"


"Iya, mahal? "


"Istimewa banget si ini, tapi sumpah ini harganya segini? Ayam bakar 25 ribu sama nasinya, nasi goreng 15 ribu, es teh cuma 5 ribu, ini beneran menu di restoran ini?" Tanya Kelly yang masih tidak percaya.


"Ini bukan restoran bintang lima, ini cuma restoran biasa cuma diubah sedikit gayanya, tapi harga makanan tidak di ubah agar pelanggan yang datang atau yang tidak pernah makan di tempat seperti ini bisa merasakan sensasi yang tidak pernah mereka rasakan" Ucap Darren melambaikan tangannya memberi kode kepada pelayan.


Kelly pun tersenyum kagum dan sangat menyukai cara berpikir restoran yang sekarang ia kunjungi, ia pun segera menanti kedatangan pelayan.


"Mbak, aku pesan es coklat, mie gepeng sama siomay ya terus makanan penutupnya brownies lumer" Ucap Kelly bersemangat.


"Baik total seluruhnya 45 ribu ya kak, untuk kaka sebelah sini ingin pesan apa?"


"Sama aja" Sahut Darren.


"Baik kalau begitu silahkan ditunggu ya kak, saya pesankan dulu" Kelly pun tertawa kegirangan menoleh kesana kemari mengamati lingkungan disekitar nya yang sangat mewah nan indah.


"Gila ini keren banget sih sumpah, mereka gak rugi?" Tanya Kelly.


"Kalau mereka merasa rugi, dari dulu restoran nya sudah tutup"


"Mereka juga pasti mikir buat kualitas tempatnya, harga makanannya jadi sebelum mereka mengubah tempat ini pastinya sudah berdiskusi secara keseluruhan"


"Sekarang, ini adalah tempat favorit gue"


"Yang dipinggir jalan dilupain?"


"Di pinggir jalan nomor 1, ini nomor 2"


Darren hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala melihat tingkah lucu gadis dihadapannya.


10 menit kemudian.


"Hallo, silahkan di nikmati" Ucap pelayan laki-laki menghidangkan makanan.


Dengan cepat Kelly menerkam makanannya dengan senang mencobanya satu persatu dengan lahap, Darren memandangi Kelly yang sangat menikmati makanannya, dan tersenyum lembut secara diam-diam.


"Sangat cantik dan imut" Ucap Darren dalam hati.


"Darren, lu ke-napa gak makan" Tanya Kelly dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya.


"Sudah-sudah makan aja, gue juga makan jangan bicara lagi" Darren memakan makanannya dan menghabiskan nya.


"Sudah kenyang?" Tanya Darren melihat Kelly yang memakan brownies lumer nya sedikit-sedikit.


"Nggak, ini enak banget, gue gak tega buat habisin"


"Pesen lagi aja"

__ADS_1


Kelly pun mengangguk dan memesannya 2 porsi.


"Buat siapa?" Tanya Darren.


"Buat cowo gue"


Deg


"Ohh, ya udah pesen aja" Ucap Darren melukis senyum di wajahnya.


"Baik total seluruhnya 104 ya kak, mau pembayaran seperti apa" Ucap kasir.


"Tunai, ini pas" Darren menyerahkan uangnya terlebih dahulu yang membuat Kelly terkejut.


"Baik terimakasih, Hati-hati dijalan"


"Ini uangnya" Ucap Kelly memberikan uang 100 ribu kepada Darren.


"Darren pun menerima dan memberi kembaliannya.


"Kok balik 60?" Tanya Kelly.


"Gue nraktir lu" Ucap Darren menghampiri motornya dan memakai helm.


"Ohh, makasih ya" Kelly menyimpan kembaliannya.


"Karna lu ada niatan tulus buat beliin cowo lu brownies gue gak mau bayarin, jadi cuma bisa bayarin makanan yang lu makan" Ucap Darren dalam hati.


Mereka pun pulang dengan kecepatan normal hingga sampai ke tujuan masing-masing.


-


"Sudah jam 7 waktunya jaga toko" Kelly berdiri menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan keluar menemui neneknya.


"sudah, kalau capek tidur aja" Kelly duduk merogo saku mendapati ponselnya segera ia mengetik sebuah pesan.


"aku memberikanmu sesuatu" ~Kelly.


"Otw" ~Chiko


Kelly pun tersenyum dan mengambil brownies yang sudah ia dinginkan di kulkas agar tidak cair,


"apa itu" tanya Nenek yang melihat bingkisan ditangan Kelly.


"brownis buat Chiko, Nenek mau ini ambil punyaku"


"kamu kira berapa usia nenek sekarang masih bisa makan makanan manis"


"hust, gak boleh ngomong gitu *


Kelly kembali tersenyum menunggu kedatangan sang kekasih dan berdiri kembali untuk berdandan sedikit agar terlihat rapi.


"Kelly, sudah makan?" tanya kakek yang datang dari luar.


"sudah, kakek sudah makan? "


"sudah, nungguin siapa?"


"Chiko"


"oh, ya udah ini makanan barang kali Chiko belum makan suruh dia makan, kakek mau masuk dulu badan keringat semua bau" Kelly pun tersenyum mengambil piring sendok untuk persiapan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2