
"Kell, lu udah ngumpulin tugas IPA yang diminta sama bu Anggi kemarin?" Tanya Oji datang dan duduk di samping Kelly yang mengetik novel.
"Udah, di tas"
"Nah ini dia, Kelly gue emang the best" Oji pun mengambil buku di tas milik Kelly dengan senang hati.
"Untuk seluruh siswa-siswi yang berjabat Ketua kelas dan wakil ketua kelas segera menuju kantor sekarang, saya ulangi untuk seluruh siswa-siswi yang berjabat Ketua kelas dan wakil ketua kelas segera menuju kantor sekarang" Ucap Pak Tono lewat speaker.
"Hadeh perasaan dari kemarin ketua kelas mulu dah dipanggil, kenapa si" Ucap Oji yang jengkel.
Kelly pun hanya tersenyum sedikit dan melihat Darren yang sudah berjalan menuju keluar kelas, ia pun segera mengikuti Darren dari belakang.
"Tugas akuntansi lu udah?" Tanya Darren di sela-sela perjalanan mereka menuju kantor.
"Belum, gue gak bisa"
"Bagian mana?"
"Semua" Darren memutar bola matanya yang di balas Kelly senyuman kikuk.
Mereka berdua pun sampai di kantor dan segera duduk bersamaan kelas lain.
"Baik, kemarin saya sudah kasih kalian tugas visi-misi dan sudah saya Terima semua pagi tadi termasuk siapa kemarin yang pertama ngumpulin itu sangat bijak pemikirannya, saya senang membacanya" Ucap Pak Tono memberi kesan.
Kelly pun tersenyum memerah karna malu.
"Dan sekarang saya beri tugas lagi kepada kalian, minggu depan adalah ulang tahun Sekolah ini Lentera bangsa, jadi seluruh bapak/ibu guru meminta kalian yang berjabat Ketua dan wakil untuk bekerja sama membantu satu sama lain mempersiapkan apa saja dan mengusulkan sesuatu yang nanti bisa di rundingkan sebagai pertimbangan penambahan bahan untuk memeriahkan hari ulang tahun sekolah, apa kalian bersedia?"
"Bisa pak" Sahut seluruh ketua dan wakil seluruh kelas"
"Baik, apa ada pertanyaan?"
"Pak, itu nanti kita kerja samanya keseluruhan ketua dan wakil dari kelas 10 sampai Kelas 12, atau masing-masing dari kelas saja yang diatur oleh ketua dan wakil?" Tanya salah satu ketua kelas 11 kepada pak Tono.
"Keseluruhan ketua dan wakil jadi kalian bisa saling bertukar pendapat dan bisa dibantu juga oleh osis yang nantinya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini"
"Baik Pak"
"Kalau begitu, jika tidak ada pertanyaan lagi kalian boleh kembali"
seluruh siswa-siswi pun bubar dan kembali menuju kelas masing-masing.
"Adek kelas!" Teriak suara cowo yang memanggil.
Darren dan Kelly pun berbalik karna dia tidak menyebutkan nama.
"Saya kak?" Tanya Kelly.
"Iya kamu, nama kamu siapa?" Tanya Cowo tersebut yang merupakan Kakak kelas 12.
__ADS_1
"Kelly kak"
"Boleh minta nomor kamu?" Ucapnya dengan menyodorkan sebuah ponsel tepat di hadapan Kelly.
Darren yang mendengar berjalan menuju kursi dan duduk, menunggu Kelly yang berbicara dengan kakak kelasnya.
Kelly pun bingung harus bagaimana, karna jika dia tolak takutnya memberi kesan buruk terhadap kakak kelasnya dan jika memberi dia nomor juga takut kalau ngasih ke sembarang orang.
Kelly pun menghela nafas dengan kasar dan mengambil ponsel dari kakak kelasnya.
"Ini kak" Ucap Kelly dengan senyum paksaan.
"Terimakasih nanti gue chat ya, nama gue Evan" Ucap Kakak kelas tersebut dan pergi meninggalkan Kelly, Kelly pun berbalik dan melihat Darren yang bermain ponsel.
"Ayo" Ajak Kelly, Darren pun mendongak dan mengangguk.
-
"Kell, gue lupa akuntansi lu gimana udah?" Tanya Oji menghampiri Kelly yang baru saja masuk kedalam kelas bersamaan Darren.
"Belum" Ucap Kelly berjalan menuju kursinya dan duduk.
"Yah, eh bro lu udah akuntansi?" Tanya Oji kepada Darren.
"Udah" Sahut Darren merapikan headset dan memasukkan nya kedalam tas
"Pinjam dong bro, gue jiplak" Pinta Oji dengan wajah memelas.
"Yahh biasa hehe"
"Gue belum juga"
"Lah katanya udah, gimana sih"
"Udah soalnya doang maksudnya" Ucap Darren, Oji pun mendengus kesal dan kembali ke tempat duduk.
Kelly hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya.
Bel sekolah pun berbunyi, segera Oji dan lainnya merapikan diri.
"Selamat pagi anak-anak, bagaimana dengan tugas yang saya berikan kemarin apa sudah selesai?" Tanya Bu Nia yang duduk dan mengambil kertas berisikan absen.
"Belum bu" Ucap semua murid yang berada di kelas.
"Apa yang susah? Sama sekali tidak ada yang menyelesaikan nya?" Tanya bu Nia yang terkejut.
"Saya sudah" Ucap Darren berdiri dan berjalan ke depan, memberikan bukunya kepada bu Nia lalu kembali ke tempat duduk.
Bu Nia pun menerima dan melihat pekerjaan Darren, begitu pula Oji yang melirik Darren dengan pandangan tajam, Darren yang menyadari ada yang melihatnya segera ia kembalikan lirikan tersebut yang membuat Oji terkejut menghindari tatapan Darren.
__ADS_1
"Wakil ketua kelas lu, ngeri banget tatapannya" Ucap Oji mengadukannya kepada Kelly, ia pun melihat ke arah Darren namun hanya mendapati Darren yang sedang membaca buku.
"Siapa yang mengerjakan ini tadi" Ucap bu Nia dengan ekspresi kagum.
Darren pun mengangkat tangannya membuat bu Nia tersenyum dan berjalan menuju meja Darren.
"Sangat bagus, teruskan kalau kamu mendapatkan nilai yang bagus nanti saya cantumkan nama kamu di lomba akuntansi" Ucap Bu Nia, Darren pun mengangguk dan mulai memperhatikan pelajaran Akuntansi dengan fokus.
"Kell, lu tau gak ini gimana cara ngitungnya kok bisa totalnya ini" Ucap Oji yang bingung dengan pelajaran akuntansi.
"Gue juga gak tau, males banget kalau itung-itungan kaya gini" Keluh Kelly dengan wajah bencinya dan pergi ijin kekamar mandi untuk menghindari pembelajaran.
Bu Nia pun mempersilahkan.
Kelly berjalan keluar dengan nafas lega, segera ia mengubah ekspresi nya dengan senang dan berjalan menuju mart membeli jajan.
"Semuanya totalnya 15 ribu ya kak" Ucap Kasir yang juga murid di SMK lentera bangsa jurusan pemasaran.
"Ini" Kelly menyodorkan uangnya dan mengambil bingkisan jajannya
"Uangnya saya Terima 20 ribu ya, ini kembaliannya 5 ribu terimakasih sudah berbelanja disini silahkan datang kembali"
Kelly berjalan keluar dengan bingkisan yang lumayan di tangannya, ia berjalan menuju toilet dan memakannya dengan senang.
"Lu gak suka akuntansi, kenapa masuk jurusan ini" Ucap Darren yang datang dan melihat Kelly sedang makan.
Kelly terkejut dan tersedak, Darren menghampiri Kelly membuka segel botol minuman yang di beli Kelly lalu memberikan nya.
"Lu kenapa bisa disini, bikin kaget aja" Ucap Kelly dan meminum minumannya.
Darren duduk di samping Kelly didepan toilet perempuan yang berada di lorong.
"He, gue tanya" Kelly memukul lengan Darren pelan.
"Lu gak suka akuntansi, kenapa masuk jurusan ini?" Tanya Darren mengulangi ucapannya.
"Gue terpaksa masuk sini, yang gue mau multimedia karna gue suka foto dan edit, tapi dimasukan disini" Ucap Kelly melanjutkan memakan cemilannya.
Darren mengambil makanan dari tangan Kelly dan menyimpan nya di belakang punggung, membuat Kelly terkejut melihat tingkah Darren.
"Kenapa lu ngambil makanan gue?" Tanya Kelly terheran dengan sikap Darren.
"Gue ajarin akuntansi, mau?" Sahut Darren melihat mata dalam Kelly.
"Gue gak bisa akuntansi, dan gue gak mau buat belajar akuntansi"
"Kenapa? Lu gak kasihan sama orang tua lu?"
"Gue gak punya orang tua" Ucap Kelly menatap tajam ke arah Darren.
__ADS_1
"Lu ada masalah Keluarga?"
Bersambung...