
"Lu di sekolah ambil jurusan apa?" Tanya Kelly sembari berpegangan kebelakang jok motor.
"Akuntansi"
"Hah sama dong!" Sahut Kelly, mengeratkan pegangan nya.
"Pelan-pelan!" Lanjut Kelly yang merasa Darren mulai mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.
"Rumah lu dimana?" Tanya Darren melihat kaca spion yang mengarah tepat diwajah Kelly.
"Di jalan Indah"
Darren pun mengangguk dan fokus menyetir.
-
Rumah.
"Oke, makasih ya" Kelly turun dari sepeda motor.
"Yaudah gue duluan ya" Ucap Darren yang di balas Kelly Anggukkan.
"Kelly pinter banget ya milih cowo, tadi siang udah ganteng banget pakai sepeda motor matic, sekarang CB makin ganteng" Gosip tetangga Kelly yang menyaksikan.
"Bukannya Kelly udah punya Cowo yang namanya Chiko, motornya Satria"
"Padahal dia keliatan diem"
"Diem-diem punya antrian"
Kelly yang mendengar hanya menoleh dan menatap tajam ke arah tetangganya, menunjukkan ekpresi dingin yang tenang.
Ia pun lanjut masuk kedalam rumah dan disambut pertanyaan yang dilontarkan kakeknya.
"Darimana"
"Jalan-jalan"
"Kamu di cari sama Pak RT, gak pernah kumpul sama orang kampung tapi malah keluyuran diluar"
"Dari dulu gak pernah kumpul sama orang kampung, dan sekarang minta aku kumpul sama mereka? Gak terlambat?" Ucap Kelly dengan nada jengkel.
__ADS_1
"Diam! Kamu dari kecil terlalu dimanjakan"
"Dimanjakan? Darimana kata tersebut yang pantas kakek lontarkan? Apa yang dimaksud dimanjakan adalah aku yang tidak punya Ayah dan ditelantarkan oleh Ibu kandung sendiri? Sehingga Kakek dan nenek memungutnya? Atau yang dimaksud dimanjakan adalah ketika kakek nenek masih bekerja diluar sana dan aku dirumah sendiri menjaga seorang anak kecil yang bahkan aku juga belum bisa dikatakan dewasa karna masih umur 10 tahun tapi diberi tanggung jawab momong anak kecil yang umurnya 4 tahun? Atau yang dimaksud dimanjakan adalah kalau anak kecil itu menangis dengan sendirinya tapi aku yang disalahkan dan dihukum pake hanger baju?" Ucap Kelly dengan air mata yang sudah mengambang di pelupuk matanya, menahan nangis.
"Memungut? Apa yang kamu ucapkan kamu anak kandung dari putri kami bagaimana bisa disebut memungut" Tegas Kakek Kelly dengan nada lantang.
"Kalau begitu apa aku harus berterima kasih kepada kalian karna sudah merawatku? Tapi saat aku kecil , saat dimana aku sangat membutuhkan perhatian kakek nenek untuk menjadi sandaran pundakku karna tekanan dari anak kalian dan kekerasan, dimana kalian waktu itu?"
"Ibu mu saja sangat baik kepada orang lain bahkan kepada anak kecil lainnya, bagaimana bisa dia melakukan hal tersebut kepadamu dan menyebutnya kekerasan?" Ucap Nenek Kelly membuka suara.
"Lantas untuk apa aku ucapkan kata-kata tersebut? Apa aku ingin mengadu domba keluarga sendiri? Bukankah saat ini kalian ingin aku mengerti kemauan kalian untuk mengikuti kegiatan karang taruna agar bisa memahami sedikit tentang sosialisasi, tapi apa lingkungan dimana aku tumbuh mengajarkan hal seperti itu apa keluarga yang baru saja ku sebut juga dapat mengerti apa yang aku mau?"
"Lalu apa yang kamu mau?"
"Oh sekarang baru mengatakan? Kalau aku mau air mata dibalas air mata, bagaimana?"
Semuanya pun diam membisu dan Kelly sudah tidak dapat menahan air matanya ia langsung pergi meninggalkan kakek, neneknya dan masuk kedalam kamar, mengunci pintu dan mematikan lampu.
Ia menangis menjerit sambil memeluk erat guling manahan teriakannya agar tidak terdengar oleh kakek, neneknya.
"Kakek, nenek" Ucap Kelly sembari terus menangis histeris karna menyesal dengan apa yang tidak seharusnya di katakan, tentang masalalu nya yang sudah menjadi tabu baginya untuk di ungkit namun tanpa sangaja ia lontarkan begitu saja.
-
Pagi hari.
Kelly terbangun dari tidurnya karna mendengar ketokan pintu dari neneknya yang membangunkannya. Ia pun beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu mendapati neneknya yang tersenyum.
"Sudah bangun, ayo mandi terus sarapan Keburu telat, kakekmu sudah nunggu didepan" Ucap nenek Kelly pergi menyiapkan sarapan.
Kelly pun tersenyum lembut dan mengambil handuknya berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
20 menit kemudian.
"Nek, sarapannya aku makan ya" Ucap Kelly yang dibalas Neneknya Sahutan iya.
Kelly pun menyantap sarapannya dengan senang hingga bersih dan meminum susu yang telah disiapkan. Ia kembali ke kamar, meringkas buku yang telah dijadwalkan dan berpamitan kepada Neneknya.
"Berangkatnya hati-hati" Ucap Nenek Kelly sambil mencuci piring, Kelly menghampiri dan mengucapkan kalimat maaf dengan menundukkan kepalanya, membuat nenek Kelly berhenti dan melihat mata dalam Kelly.
"Berangkat lah ke sekolah dan belajarlah dengan baik"
__ADS_1
Kelly pun mengangguk dan tersenyum kaku, ia pergi ke luar rumah dengan berat hati.
"Sudah sarapan dan berpamitan sama nenekmu?" Tanya kakek Kelly sambil memanaskan sepeda.
"Sudah" Sahut Kelly mengunci pagar rumah dan kakeknya menaiki sepeda motor, Kelly menghampiri dan ikut naik.
Mereka pun berangkat menuju lokasi sekolah, dengan suasana yang canggung.
"Maaf" Ucap Kelly, namun tidak ada respon yang ditunjukkan kakeknya.
"Walau kakek gak percaya dengan yang aku ucapkan kemarin, tapi itu fakta yang masih tersimpan jelas diingatan ku" Lanjut Kelly yang masih tidak mendapatkan respon.
Ia pun memutuskan diam dan menenangkan diri sendiri, hingga sampai di sekolah.
Kelly turun dan berpamitan dengan kakeknya.
Ia berbalik dan berjalan.
"Nanti pulang jam berapa" Ucap Kakek Kelly. Kelly pun berbalik dan menjawab.
"Nanti ada tambahan pelajaran karna masih awal, nanti aku telfon" Kata Kelly berbohong. Kakek Kelly pun terdiam dan pergi meninggalkan Kelly.
Kelly berjalan masuk ke sekolah dan di kejutkan Oji yang keluar dari Mart mini sebelah gerbang yang memang disediakan untuk sekolah sendiri.
"Kemarin dari mana, WA belum dibalas sibuk amat" Ucap Oji cengegesan.
"Nulis novel gak sempet buka WA" Sahut Kelly berubah ekspresi ceria.
"Nulis novel di bemo?"
"Oh yang itu, itu dari rumah ibuku" Ucap Kelly dan berjalan menaiki anak tangga bersamaan Oji, tanpa disadari Darren juga berjalan di belakangnya dan mendengar semua pembicaraan Kelly dan Oji.
"Kemana Gea?" Tanya Kelly.
"Gak tau, gue aja baru keluar mart langsung lihat lu yaudah gue samperin, btw muka lu kenapa kok pucat"
"Belum makan"
Mereka memgobrol hingga masuk kelas dan duduk secara pisah.
Bersambung...
__ADS_1