Kelly Life Story

Kelly Life Story
Episode 7


__ADS_3

"Nggak kok" Jawabnya merubah ekspresi gembira.


Darren yang melihat Kelly seperti menutupi sesuatu hanya bisa mengangguk percaya.


"Yaudah, ayo naik" Ajak Darren kepada Kelly.


"jajan gue belum habis tapi lu ambil" Ucap Kelly memelas.


"Makan, terus kembali ke kelas" Darren melempar makanannya dan di tangkap Kelly dengan cepat.


Kelly pun tersenyum dan menghabiskan nya.


-


Rumah.


"HP an terus, Gak belajar kamu" Ucap suara perempuan membuka pintu kamar Kelly dengan kasar.


Kelly melirik dingin ke arah sumber suara dan duduk.


"Udah" Kata Kelly singkat.


"Kapan, kok mama gak tau" Kelly pun menatap tajam ke arah Orang tersebut yang merupakan ibu kandung nya.


"Emang mama dari tadi di rumah ya? Tapi kok aku juga gak tau? " Tanya Kelly.


"Belajar lagi yang lain sekarang" Perintah Mamanya dan pergi meninggalkan kamar Kelly.


Kelly berjalan keluar kamar lalu duduk di teras dekat toko rumahnya, membuka buku dan membacanya.


"Kok keluar lagi, tadi kan sudah jaga toko sekarang istirahat aja nanti malem baru jaga lagi" Ucap Nenek datang melihat Cucunya yang membaca buku. Kelly pun hanya terdiam dan mendongak sebentar menunjukkan ekspresi senyum.


"Baca buku sebentar, terus nanti istirahat lagi" Sahut Kelly.


"Kamu lagi, kenapa kamu datang-datang sudah nyuruh anakmu baca buku lagian di sekolah juga sama seperti belajar" Ucap Nenek kepada mama Kelly yang duduk di teras sedang mengamati Kelly.


"Kalau di sekolah doang belajarnya dia nganggur nanti dirumah" Kata Mama Kelly.


"Kalau aku nganggur, terus mama apa? Nitipin anak-anaknya ke kakek neneknya selama 17 tahun bukannya kerja malah Kesana-kesini godain laki-laki"


"Jaga ucapanmu, apa di sekolah kamu tidak di ajari sopan santun!" Ucap mama Kelly dengan suara lantang dan menggebrak meja yang di sampingnya, Kelly pun tak mau kalah dan menutup bukunya.


"Sekolah? Kalau begitu aku tanya apa mama di sekolah juga tidak diajarkan cara bertanggung jawab kepada semua hal termasuk keluarganya? " Mama nya pun kehabisan kesabaran dan menampar Kelly dengan keras, membuat neneknya terkejut dan mendorong anaknya.


Kelly pun hanya tertawa dan menatap dingin ke arah mamanya yang juga menatapnya. Mereka saling melempar pandangan benci, membuat sang nenek yang berada di posisi mereka tidak bisa berkata-kata.


"Ada apa ribut-ribut begini" Ucap Kakek Kelly keluar kamar dengan suara kerasnya.


Kelly beralih pandangan melihat kakeknya, menunjukkan ekspresi sakit tapi senang, kakeknya pun terdiam karna baru pertama kali dia melihat Cucu nya menunjukkan ekspresi seperti itu.


"Ini, Kelly semakin menjadi-jadi tidak tau aturan sopan santun kepada orang tuanya" Jawab Mama Kelly.


"Heh" Kelly kembali tertawa sinis dan pergi meninggalkan rumah.


"He, Kelly! Kembali!" Teriak Mama Kelly yang melihat punggung jauh anaknya.


-

__ADS_1


"Pak, Bemo!" Kelly memanggil Bemo untuk menepi dan menaikinya.


"Kelly, wajah lu kenapa?" Tanya Gea kebetulan berada di Bemo melihat Tampang temannya yang berantakan.


"Gue gak papa, tadi wajah gue kebentur dinding waktu ambil minyak" Ucap Kelly duduk di samping Gea dan merogo sakunya.


"Mau kemana? " Tanya Gea lagi.


"Oh, mau beli barang" Kelly menghela nafas kasar karna tidak membawa ponselnya.


"Dimana? Mau gue temani?"


"Gak usah, pak di jalan cempaka ya" Ucap Kelly kepada supir Bemo.


"Lu, mau kemana?" Tanya Kelly merapikan diri.


"Pulang, dari perpustakaan tadi"


"Rumah lu dimana?"


"Di perumahan uranus" Kelly pun hanya ber"oh ria dan diam melihat keluar jendela.


"HP lu dimana?"


"Oh dirumah gue cas lowbet" Sahut Kelly cepat.


Gea dan Kelly pun berhenti bicara dan terdiam satu sama lain, karna Gea melihat Kelly seperti menyembunyikan sesuatu ia tidak ingin menggalinya lebih dalam yang membuat Kelly tidak nyaman. Begitu pula Kelly yang menunduk berusaha menahan tangisnya didepan teman sekolahnya.


-


Kelly pun merogo sakunya dan menyadari dia tidak membawa apapun, Gea yang paham langsung menyuruh Kelly untuk turun.


"Gue aja yang bayar, besok waktu sekolah lu lunasi" Ucap Gea tersenyum lembut, Kelly pun mengangguk dan pergi meninggalkan Gea.


Kelly berjalan masuk ke jalan Cempaka memasuki area perumahan.


"Chiko" Panggil Kelly menekan Bell rumah Chiko berkali-kali.


"Kelly" Ucap Chiko berjalan keluar dan terburu-buru membuka gerbangnga.


Kelly memeluk erat tubuh Chiko dan menangis sekeras-kerasnya membuat Chiko terkejut dan menepuk-nepuk punggung Kelly lembut.


"Baru aja mau WA kamu ngajak keluar, kamu kenapa? " Tanya Chiko lembut menghapus air mata Kelly.


"Gak papa cuma kangen aja" Chiko pun mengajaknya masuk kedalam rumah dan memberikan air minum kepada Kelly.


"Papa mama kamu udah pulang ke desa?" Tanya Kelly dan meminum minumannya.


"Sudah tadi pagi"


Keponakan kamu belum datang?*


"Habis ini pulang" Chiko duduk di samping Kelly dan melihatnya penuh kasih sayang.


Ponsel Chiko berbunyi, segera Chiko melihat ponselnya yang menunjukkan bahwa temannya menelpon.


"Kenapa?" ~Chiko.

__ADS_1


"Kita nanti malam, mau nongkrong nih ditempat biasa gabung gak?" ~Alex.


"Duluan, cewe gue sakit" Chiko pun mengakhiri telpon dan menaruh kembali ponselnya di atas meja.


Ia kembali menatap dalam kearah Kelly dan mencium keningnya lembut.


"Udah makan?" Tanya Chiko mengusap kepala Kelly.


"Gak laper" Kelly menggeleng kepala lalu tersenyum, Chiko tanpa banyak bicara lagi ia berdiri menuju dapur dan memasak telur sebentar.


-


5 menit kemudian.


"Kelly, mau minum susu atau seperti biasa jus kesukaan mu?" Tanya Chiko berjalan membawa makanan di kedua tangannya, namun mendapati kelly yang sudah tidur lelap di atas sofa dengan wajah pucat yang cantik.


Suara klakson motor terdengar nyaring di depan rumah Chiko segera ia menaruh makanan tersebut di atas meja dan membuka gerbang karna keponakan sudah pulang.


"Tumben jam segini baru pulang, lembur?" Tanya Chiko menutup kembali gerbang rumahnya.


"Iya, banyak kerjaan tumben lampu di bawah nyala" Ucap Keponakan Chiko melepas Helmnya dan masuk kedalam rumah.


"Loh Kelly?" Chiko pun langsung membungkam mulut keponakan nya tersebut karna takut kekasihnya terbangun.


"Ayo ngomong lagi, kalau gak gue lempar nih piring dikepala lu" Ucap Chiko melepaskan tangannya.


"Dia kenapa tidur disini?"


"Kayanya lagi ada masalah, lu gak lihat wajahnya pucat gitu tapi masih bisa tidur nyenyak"


"Yaudah bawa masuk aja, gendong dia ke kamar gue, masuk angin kalau disini udah hampir malem soalnya, dingin"


Chiko pun mengangguk dan menggendong tubuh Kelly dan berjalan menaiki anak tangga.


"Ini makanan siapa?"


"Punya Kelly, di wajan atas kompor ada satu buat lu" Sahut Chiko dan masuk kedalam kamar, menaruh tubuh Kelly perlahan-lahan, menyadari Kelly yang suhu badannya hangat segera ia mematikan AC kamar dan menyelimuti tubuh Kelly.


"Tata, bawa air dingin sama kain kesini" Ucap Chiko kepada keponakan nya yang bernama Tata.


Tata yang mendengar perintah tersebut langsung bergerak dan memberikannya kepada Chiko.


"Dia sakit?" Tanya Tata memegang dahi Kelly.


"Jaga dia, gue beli obat sebentar" Tata pun mengangguk dan membenarkan selimut Kelly.


Chiko turun mengambil jaket dan kunci motor nya dengan tergesa-gesa lalu keluar menggunakan motor matic dengan kecepatan di atas normal.


Kelly terbangun melihat Tata keponakan kekasihnya yang menjaganya didepan kamar sambil makan.


"Tata" Panggil Kelly, Tata pun berbalik dan menghampiri Kelly.


"Gimana kak, udah enakan? Ini susu sama roti kak Chiko yang buat" Ucap Tata memberikan susu dan roti yang sudah ia bawa ke kamarnya untuk berjaga-jaga Kelly terbangun.


"terimakasih" Sahut Kelly Lembut menerimanya.


Bersambungan....

__ADS_1


__ADS_2