Kelly Life Story

Kelly Life Story
Episode 11


__ADS_3

Chiko datang dan masuk kedalam rumah Kelly bersalaman kepada kakek, nenek Kelly.


"Mau ngasih apa, tumben pacar gue yang cantik ini mau ngasih sesuatu"


"Dihh" Kelly mengangkat bibirnya ke sudut dan mengeluarkan brownies lumernya.


"Wihh, ada makanan enak nih buat aku, cantik?" Chiko mendekat ke arah Kelly dan mencoba nya.


"Gimana?"


"Enak, beli dimana?"


"Di rumah makan Eco" Ucap Kelly.


"Oh yang baru itu ya"


"Iya, kamu tau?"


"Baru tau juga, kamu tau dari siapa?" Lanjut Chiko yang masih memakan Brownies nya.


"Sama temen ku namanya Darren"


Deg


"Darren? Siapa?" Tanya Chiko berhenti makan.


"Wakil ketua kelasku, kenapa? Kamu kenal?"


"Kamu sekolah dimana, lupa?"


"Di Lentera Bangsa"


"Oh ya sudah, besok pulang sekolah aku jemput ya?"


"Iya"


Chiko dan Kelly terus bercanda gurau hingga larut malam, Chiko berpamitan pulang sedangkan Kelly menutup toko nya.


"Aku pulang ya, makasih brownies nya" Ucap Chiko mencubit pipi gembul Kelly.


"Hati-hati ya" Kelly melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah.


-


Sekolah.


"Ini saran gue buat acara besok" Kelly menyerahkan kertas putih kepada Darren yang membaca buku.


"Yah taruh aja disana"


"Sok sibuk" Kelly kembali ke tempat duduk dan mengeluarkan ponselnya.


"Kenapa?" Tanya Darren melihat ke arah Kelly yang meliriknya.


"Apaan sih" Sahut Kelly yang malu.


"Kenapa jantungku berdetak kenceng banget" Ucap Kelly dalam hati dan mulai mengetik dengan serius.


Cuit.. Cuit.. SMS.


Kelly melihat notif yang muncul di layar atas, segera ia lihat dan membacanya.


"Kell, gue Dias lu bisa kesini sebentar? Gea lagi gak enak badan" ~Dias.


Kelly pun, berdiri dan berjalan pergi meninggalkan kelas.


"Mau kemana?" Tanya Oji menahan tangan Kelly.


"Jenguk Gea lagi gak enak badan"

__ADS_1


"Cepet ya, hampir masuk" Kelly mengangguk dan melanjutkan jalannya.


-


UKS.


"Gea, kenapa?" Kelly menghampiri Gea yang berbaring di UKS.


"Dilep kell, sumpah sakit banget" Rintih Gea memegang perut kecilnya.


"Kemana Guru UKS?"


"Lagi keluar beliin obat"


"Yaudah, lu tunggu disini gue beliin teh anget ya" Kelly berlari kecil menuju kantin dan memesan minuman untuk temannya.


"Bu, teh anget 1 gulanya dikit aja ya"


"Ini, mbak" Kelly menerima Teh tersebut dan kembali berlari menuju UKS.


"Awas jatuh, Sini gue bawain" Ucap Darren yang datang menghadang Kelly di depan perpustakaan.


"Habis balikin buku?"


"Iya" Darren mengambil Teh ditangan Kelly, mereka pun berjalan bersama menuju ruang UkS.


"Ini tehnya diminum pelan-pelan ya masih panas" Kelly menyerahkan minuman nya.


"Gea, gapapa kan?" Ucap Dias yang datang ngos-ngos'an membawa bingkisan.


"Dias? Kok lu pake baju bebas" Kelly terkejut melihat penampilan Dias yang berantakan.


"Gue bolos, tapi bocah ini sakit"


"Terus, lu buru-buru kesini?" Potong Kelly dan tersenyum nakal.


Dias hanya meringis kaku dan masuk kedalam, memapah tubuh Gea dan membantunya minum.


Bel sekolah berbunyi, segera Kelly melihat Darren yang juga menatapnya.


"Mau terus disini? Jadi nyamuk mereka?" Tanya Darren berjalan pergi meninggalkan semuanya.


"Yaudah gue masuk ke kelas dulu ya, Dias lu jaga Gea" Ucap Kelly yang dibalas Dias dan Gea anggukan.


"Gimana keadaan Gea?" Tanya Oji.


"Biasa masalah perempuan"


Oji pun mengangguk paham dan berhenti bertanya. Pelajaran dimulai dan seluruh siswa fokus mendengarkan dan mengerjakan tugas.


Cuit.. Cuit.. SMS


Kelly mengambil ponselnya dan melihat sebentar.


"Bajumu yang ini sudah tidak dipakai jadi dipakai dini" ~Mita (Mama Kelly)


Segera Kelly berdiri, menimbulkan suara yang mengejutkan guru dan semua teman-temannya yang fokus mengerjakan tugas.


"Kelly, ada apa?" Tanya guru yang mengajar pelajaran Administrasi.


"Pak, saya ijin pulang" Kelly mengemasi barang-barangnya dan segera pergi meninggalkan kelas membuat semuanya terbengong dan bingung dengan sikap Kelly.


"Kell woi, Kelly" Panggil Oji namun tidak direspon Kelly.


"Saya ijin nganterin dia pulang, boleh pak?" Tanya Darren.


"Silahkan, hati-hati" Darren mengemasi barang-barangnya dan menyusul Kelly yang belum jauh.


Darren berlari menghampiri Kelly yang menuruni anak tangga dan menahannya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Darren terkejut melihat mata merah Kelly yang menahan tangis.


"Pulang" Kelly melepas tangan Darren dan melanjutkan menuruni anak tangga.


"Gue anter" Darren menarik tangan Kelly menuju parkiran sekolah.


-


Rumah Kelly.


"Balikin Baju itu" Kelly turun dari motor dan masuk kedalam rumah, mengambil paksa baju ditangan Adiknya


"Kelly! Apa-apaan kamu" Ucap Mama Kelly.


"Mama yang apa-apaan, ini baju ku selamanya punyaku!" Teriak Kelly menarik perhatian tetangga yang membuat mereka berkumpul sedikit demi sedikit didepan rumah Kelly dan menyaksikan. Begitu juga Darren yang turun dari sepeda dan melihat Kelly yang sedang bertengkar.


"Kelly, baju ini kan sudah gak muat biar dipakai dini aja ya" Ucap Nenek Kelly menenangkan Kelly.


"Muat gak muat aku yang nentuin, walaupun gak muat terus kenapa ini punyaku, dan ini pemberian ayahku satu-satunya!" Ucap Kelly menatap tajam ke arah Nenek dan Mamanya.


Darren terkejut melihat Kelly yang ternyata tidak akrab dengan keluarganya, ia terus merasa kalau Kelly hanya salah pergaulan ternyata dia dari awal tumbuh di lingkungan yang salah.


*kalau gak mau kasih, yaudah ambil aja! Mama bisa kasih dini baju yang lebih bagus!" Ucap Mama Kelly.


"Kalau aku gak pulang buat nahan kalian, pasti baju ini udah di nodain sama tubuh dini"


"Kelly!" Teriak Mama Kelly dan melayangkan tangannya, namun dengan cepat Darren datang menahannya.


"Tante, jangan pakai kekerasan kalau tidak bisa kena tindakan kriminal" Ucap Darren, mama Kelly pun menurunkan kembali tangannya dan masih menatap Kelly dengan pandangan benci.


Kelly pergi meninggalkan rumah dan membuka jalan dengan mendorong semua orang yang menyaksikan pertengkaran Kelly.


Darren mengejar Kelly dan menyalakan mesin motornya.


"Kell" Panggil Darren namun tidak ada respon.


"Kelly"


"Kelly!!" Teriak Darren dengan suara keras, Kelly pun berhenti dan berbalik terlihat kedua mata kelly sangat merah dan wajah Kelly yang putih pucat, ia berdiri dengan senyum yang dipaksakan dihiasi rambut yang berterbangan cantik.


"Kell, lu kenapa?" Darren turun dari sepeda menghampiri Kelly.


"Nenek" Ucap Kelly menjatuhkan baju yang di pegangnya dan menutup matanya.


"Kelly!!"


..."Mama kenapa sih, selalu pilih kasih sama aku dan dini kenapa mama cuma sayang sama dini, kenapa ma?"...


..."Diam! Kamu anak pembawa sial, jangan panggil aku mama! aku tidak sudi punya anak sepertimu"...


"Mama, mama"


Kelly terbangun dengan nafas terengah-engah dan keringat dingin yang membasahi kepalanya.


"Kell" Darren memeluk erat tubuh hangat Kelly mengingat percakapan nya dengan dokter.


..."Dia hanya kelelahan tapi ada satu hal penting yang jangan di remehkan dia mempunyai Darah tinggi, apa akhir-akhir ini dia sedang ada masalah?"...


..."Darah tinggi?" Tanya Darren terkejut....


..."Iya, dia pingsan karna tekanan darah tingginya naik jangan biarkan dia terlalu berat memikirkan masalah yang membuatnya stress itu bisa menganggu kesehatannya dan jangan remehkan itu karna jika terus-terusan seperti itu sangat membahayakan nyawa"...


..."Apa bisa disembuhkan?"...


..."Hanya bisa membuatnya untuk tidak kambuh, jadi jangan buat dia memikirkan banyak masalah tubuhnya benar-benar sangat lemah, tapi dia juga sangat hebat karna bisa menahannya beberapa hari ini"...


..."Maksudnya?" Tanya Darren yang masih terus bertanya tentang keadaan Kelly....


..."kondisi tubuhnya tidak baik dilihat dari pemeriksaan sudah berhari-hari tidak makan secara teratur dia mempunyai penyakit maag dan lambungnya sudah bengkak kalau saya katakan perkiraan sudah 3 hari yang lalu lambungnya cedera"...

__ADS_1


"Udah makan?" Tanya Darren melepas pelukannya dan memegang wajah Kelly dengan kedua tangan nya.


Bersambung...


__ADS_2