Kelly Life Story

Kelly Life Story
Episode 5


__ADS_3

"Apa semua sudah berkumpul?"


"Sudah pak" Ucap seluruh ketua dan wakil secara bersamaan.


"Baik, perkenalkan nama saya Pak Anto biasa di panggil Pak Tono. Karna kalian sudah berkumpul semuanya disini saya akan membagikan tugas ketua dan wakil secara terpisah harus di selesaikan secara kerjasama, bagi yang merasa ketua kelas silahkan angkat tangan"


Para siswa-siswi dari kelas 10 saling menoleh ke rekannya masing-masing dan mangangkat tangan, sedangkan Darren hanya terdiam tanpa ekspresi membuat kelly canggung dan bingung.


"Untuk Siswa-siswi ini, dimana di antara kalian yang menjadi ketua kelas?" Tanya Pak Tono kepada Darren dan Kelly, seluruh pandangan pun mengarah kepada mereka.


Darren mengangkat tangan Kelly, membuatnya terkejut.


"Dia ketua kelas, saya Wakil" Ucap Darren menurunkan kembali tangan Kelly.


"Baik ini tugas untuk ketua kelas dan ini tugas untuk wakil kelas, silahkan diambil dan segera Kembali"


Semuanya mengucapkan terimakasih diikuti Darren, Kelly mereka pun mengambil masing-masing tugasnya dan kembali.


Darren dan Kelly berjalan dengan langkah kaki yang sama.


"Gue gak mau jadi ketua" Ucap Kelly berhenti berjalan, Darren pun berbalik.


"Tugasnya buat lu semua, gue juga gak bisa jadi wakil" Lanjut Kelly.


"Ambil aja, nanti kerjain waktu pulang sekolah bareng gue di kelas" Ucap Darren meninggalkan Kelly yang mengerucutkan bibirnya.


Kelly pun berjalan menuju kantin menyusul teman-temannya yang masih menunggu nya.


"Eh masih anget" Kelly duduk mengambil minumannya dan pangsit nya.


"Kelly, lu kenal sama cowo di belakang" Tanya Gea melihat Darren juga kembali dan duduk menyantap makanannya.


"Baru kenal" Jawab Kelly.


"Sejak kapan?"


"Kemarin"


"Kok bisa, gimana ceritanya"


'Eh udah-udah ngapain si kepoin masalah orang, hobby banget nanya-nanya kaya wartawan" Ucap Oji yang risih dengan tingkah laku Gea yang menyebalkan.


Gea pun diam dan mulai memakan pangsit nya


-


Pulang sekolah.


Darren menghampiri Kelly yang masih mengetik.


"Penulis?" Tanya Darren duduk disamping Kelly.


"Nggak, cuma suka aja bikin novel sambil berimajinasi"


"Kemana temen lu yang duduk disini"


"Gue suruh pulang"


Darren pun berhenti bicara dan mengambil ponselnya.


Kelly berhenti mengetik dan melirik sedikit ke arah Darren.

__ADS_1


"Udah selesai?" Tanya Darren menyadari.


Kelly terkejut dan melanjutkan mengetik novel.


Beberapa menit kemudian.


"Udah selesai" Kelly menaruh ponselnya dan mengambil kertas di laci yang merupakan tugasnya sebagai ketua, ia pun membaca nya.


"Menulis visi-misi kepemimpinan? " Ucap Kelly yang terkejut.


"Kenapa? Bukannya lu dulu pernah ikut OSIS?"


Kelly menatap tajam karna ucapan Darren yang seperti meremehkan nya, ia pun mengambil buku di tas nya dan mulai menulis visi-misi sekolah yang ia ingat.


Darren mengangkat bibirnya sedikit ke sudut dan ikut mengerjakan tugasnya sebagai wakil.


1 jam kemudian.


Darren selesai menulis dan melihat Kelly tertidur pulas dengan kedua tangan yang dilipat.


Ia pun tersenyum, menyelimuti Kelly menggunakan jaketnya, mengambil kertas yang di tindih Kelly lalu membacanya.


"Lumayan pintar" Ucap Darren, ia mengambil kertasnya dan berjalan keluar kelas.


"Permisi pak, ini tugas ketua kelas dan wakil kelas 10 Akuntansi 2" Ucap Darren yang masuk menyerah kan tugasnya.


"Oh, cepat sekali siapa yang mengerjakan? " Tanya pak Tono yang menerima kertasnya dan membaca.


"Darren Aldevaro dan Kelly alyosha"


"Kalau begitu dimana Kelly?"


"Dia menunggu saya dikelas"


Darren mengangguk lalu pergi meninggalkan ruangan, ia berjalan turun ke kantin membeli roti dan minuman.


Ia kembali menuju kelas dengan bingkisan yang di bawanya.


"Lu mau tidur disini?" Ucap Darren, merapikan buku-buku dimeja beserta punya Kelly.


Kelly membuka matanya sedikit dan melihat wajah Darren yang fokus merapikan bukunya.


"Ganteng banget" Ucap Kelly dalam hati dan tersenyum tanpa ia sadari.


"Kalau masih diam aja gak bergerak, gue tinggal"


Kelly pun terkejut dan bangun, menyadari kertasnya tidak ada.


"Kertasnya udah gue kasih ke pak Tono" Ucap Darren berdiri menenteng tasnya ke belakang.


Kelly kembali bernafas lega, ia berdiri namun merasa ada sesuatu di punggungnya segera ia meraih dan mendapati jaket Darren yang menyelimuti nya waktu tidur.


"Jaket lu?" Tanya Kelly mendongak.


"Iya" Sahut Darren menunduk.


Kelly pun menunduk malu melipat jaketnya, namun Darren mengambil dan langsung memakainya.


"Gak dicuci dulu? Kan habis gue pakai"


"Emangnya lu najis? Lagian baru gue cuci belum 3 hari mau dicuci lagi, luntur ni warna lama-lama"

__ADS_1


Kelly tersenyum dan mengangguk.


"Pulang naik apa?" Tanya Darren.


"Gak tau sih, masih belum pingin pulang"


"Mau kemana lagi?"


"Jalan-jalan"


Darren pun menghela nafas dengan lembut menatap Kelly yang berekspresi sedih.


"Ayo" Ucap Darren.


Kelly menatap dalam mata Darren dan mengangguk.


Mereka pun pergi bersama-sama meninggalkan kelas.


-


"Ayo, naik" Darren mengulurkan tangannya kesamping.


Kelly menerima uluran tersebut dan naik ke motor tinggi Darren. Segera ia menancap gas di kecepatan normal dan berangkat meninggalkan lingkungan sekolah.


"Di tas gue ada cemilan sama air minum, lu ambil dan makan buat ngisi perut"


Kelly membuka tasnya setelah mendengar Darren dan melihat roti di dalamnya.


"Buat gue?" Tanya Kelly.


Darren mengangguk dan masih fokus menyetir sepedanya.


Kelly membuka bingkisan tersebut dan memakannya karna memang Ia sedikit lapar, melihat Darren yang sudah membantu Kelly menyerahkan tugasnya, menyelimuti nya saat tidur dan membelikannya camilan ia pun membagi nya bersama Darren.


"Nih"


"Makan aja, gue lagi nyetir"


"Minggir dikit, terus buka mulut gue suapin" Darren pun tersenyum dan menuruti perkataan Kelly.


"Mana"


Kelly mengangkat tangannya kedepan dengan roti yang di gengam nya, ia mengarahkan tepat di mulut Darren. Darren yang menyadari melahap dan kembali fokus menyetir, Kelly kembali menarik tangannya melihat bagian miliknya dimakan Darren.


"Kenapa gak makan yang bagian kiri, kanan tadi bekas mulut gue"


"Mana gue tau kan lagi nyetir, lagian rasanya lebih manis yang kanan"


"Dih" Kelly memukul punggung Darren ringan dan memakan rotinya, tidak lupa juga menyuapi Darren.


-


"udah sampe" ucap Darren mengulurkan tangannya lagi, Kelly pun turun dengan posisi yang sama seperti waktu pemberangkatan.


Kelly berjalan masuk diikuti Darren yang di belakang nya.


"lu sering kesini?" tanya Darren.


"iya, gue kalau main ya disini" Kelly berlari menuju ayunan dan menaikinya.


Darren merogo sakunya, mengambil ponsel untuk melihat jam yang menunjukkan pukul 3 sore, ia menghampiri Kelly dan memberikan minuman karna melihat segel di botol masih baru dan air tidak berkurang sedikit pun.

__ADS_1


Kelly tersenyum menerimanya dan meminum air mineral, Darren duduk di tempat duduk khusus dan melihat Kelly yang bermain ayunan. ia pun mengambil foto cantik Kelly yang tertawa lepas.


Bersambung..


__ADS_2