Kembalikan Jari Bayiku!!!

Kembalikan Jari Bayiku!!!
Kembalikan Jari Bayiku!!!


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan angka 12 Malam. Namun Rista masih saja belum bisa terlelap. Ketakutan yang pertama kali dialaminya saat ini, membuatnya sulit untuk memejamkan mata.


“ Aduh.... Gimana ya..??? Kok makin malem, makin ngeri aja. Mas Sur kok tega banget sih, ninggalin aku sendirian..” Keluhnya yang sedari tadi membolak-balikkan tubuhnya di kasur.


Ditambah dengan lolongan anjing yang terdengar, membuat Rista semakin takut. Namun, tidak ada yang bisa dilakukannya selain menunggu pagi tiba.


“ RISTA........!!!!!”


“ RISTA........!!!!!!”


“ Siapa ya yang manggil..?? Apa telinga aku aja yang salah denger..??.” Tanyanya pada dirinya sendiri.


Ia beranjak dari kasur menuju ke Ruang Tamu. Ia takut ada orang yang membutuhkan atau jangan-jangan Mbok Sumi, Ibunya Ningsih membutuhkan pertolongannya.



Rista berulang kali melihat ke arah Pintu. Namun, tidak ada siapapun disana. Apa... jangan-jangan, dia hanya salah denger tadi ya. Atau itu hanya suara angin yang seperti suara panggilan..???.


“ Kok gak ada siapa-siapa ya..??? Aduh..... Jadi makin merinding ini....!!!!” Keluhnya yang terus mengusap tengkuknya yang terasa dingin sejak tadi.


“ Udahlah.... Mending masuk lagi ke kamar..” Putusnya sambil kembali masuk ke dalam kamarnya.


Tepat saat Rista berada di Pintu kamarnya, seorang wanita tengah duduk di Ranjangnya. Rambut panjang yang menutupi wajahnya, membuat Rista kesulitan untuk menebak siapa wanita itu.


“ K-kamu siapa...??? Kok tiba-tiba, bisa ada disini..???.” Tanyanya. Suaranya sudah bergetar, semenjak ada yang memanggilnya tadi.


Wanita enggan untuk menjawab. Ia hanya duduk diam di ranjang Rista.


GLEK..


Rista mencoba menelan ludahnya. Tenggorokannya terasa kering. Siapa wanita itu,,?? Dan dia datang lewat mana...??. Itu menjadi pertanyaan terbesar untuk Rista.



Dia mencoba memberanikan diri untuk mendekat. Tampak wanita itu mulai mendongakkan wajahnya, ketika Rista mulai mendekat ke arahnya.


“ K-kamu siapa...??? Kenapa bisa ada disini..??.” Tanya Rista lagi.


Walaupun dia tidak yakin, kalau dihadapannya ini adalah manusia. Tapi bukankah lebih baik kalau memastikan terlebih dahulu.??, Pikirnya.


“ KEMBALIKAN JARI BAYIKU....!!!.”


Rista mengernyitkan dahi. Apa maksud wanita ini..???, Pikirnya.



Kenapa dia meminta dirinya untuk mengembalikan jarinya...??


“ Saya tidak pernah mencuri jari Bayi kamu..!!” Jawabnya dengan tegas.

__ADS_1


“ KEMBALIKAN JARI BAYIKU.....!!!!!


KEMBALIKAN JARI BAYIKU.....!!!”


Teriak wanita itu, yang saat ini telah menampakkan seluruh wajahnya di hadapan Rista.


Rista tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tubuhnya serasa kaku. Wajah wanita didepannya sudah busuk bahkan separuh wajahnya terdapat banyak belatung.



Isi perutnya bergejolak.. tapi ketakutan lebih mendominasi tubuh dan Fikirannya. Mendapati kenyataan, kalau ternyata wanita dihadapannya bukanlah manusia.



Dan yang lebih mengejutkannya, wajah wanita itu mirip dengan sahabatnya. MBAK NINGSIH...



Iya... wajahnya sangat mirip dengan sahabatnya yang sudah berpulang 4 Hari yang lalu.


“ KEMBALIKAN JARI BAYIKU.....!!!!”


“ Huuukkk... Lepaskan aku....!!!! Aku tidak pernah mencuri Jari Bayimu...!!!!” ucap Rista yang mencoba melepaskan cekikan di lehernya.


Ia sudah mulai kehabisan nafas. Hantu itu benar-benar ingin membuatnya mati. Berulang kali Rista mendengar Hantu itu berteriak memintanya mengembalikan Jari bayinya, sambil mengeratkan cekikan di leher Rista.


Belum sempat meminta, Rista sudah tidak sadarkan diri.



\*\*\*\*\*\*\*



Keesokan paginya, seluruh warga di hebohkan dengan keadaan Bapak-bapak Ronda yang pingsan tepat diatas Kuburan Ningsih.


“ Ini gimana..??? Kok mereka belum sadar juga...???.” Tanya salah satu warga yang pertama kali menemukan mereka.


“ Saya juga gak tau, Kang. Tapi gimana kalau dibawa ke Musholla dulu. Nanti kita coba hubungi Ustad Faiz.” Usul salah satu warga yang lain.


Setelah kesepakatan bersama. Akhirnya mereka beramai-ramai, menggotong mereka menuju Musholla. Namun, belum sampai di Mushollah. Mereka kembali dikejutkan oleh teriakan Mbok Sumi, Ibunya Ningsih.


“ Kenapa, Mbok...??? Kok sampeyan teriak-teriak..??.” Ujar salah satu warga. Bagaimanapun kejadian yang dilihat mereka barusan, cukup membuat bulu kuduknya berdiri.


“ Tolong Rista, Nak... tadi Mbok liat, dia pingsan di dalem. Lehernya ada bekas cekikan.” Jawab Mbok Sumi, yang memang tadi sengaja pergi ke Rumah Rista. Karena tidak biasanya, gadis itu tidak menginap di rumahnya semalam.


“ Coba saya lihat dulu ya, Mbok. Kalian terus aja ke Mushollah. Biar saya dan beberapa Bapak yang lain liat keadaan Rista.” Usulnya yang membuat Warga langsung melanjutkan langkahnya.


“ Itu kenapa, Nak..??? Siapa yang digotong tadi..???.” Tanya Mbok Sum khawatir.

__ADS_1


“ Biasa, Mbok. Bapak-bapak Pos Ronda, digangguin penunggu makam. Jadinya pingsan..” Jawabnya bohong. Ia sedikit tidak nyaman dan kasihan kalau harus menceritakann kejadian sebenarnya.


“ Oalah.... ya sudah kalau begitu. Kalian coba cek Rista sekarang.” Ujarnya yang langsung mengajak mereka untuk masuk kedalam kamar Rista.


“ Astaghfirullah... kok sampek begini lehernya, Mbok..??? Apa jangan-jangan semalem, dia kemalingan ya...??.” Tanya salah satu warga yang mendapati Rista masih tergolek di lantai dengan bekas cekikan di lehernya.


“ Mbok gak tau.. tapi dari tadi Mbok coba bangunkan, dia ndak bangun-bangun.” Jawab si Mbok dengan khawatir.


“ Ya sudah, kalau begitu kami ijin bawa Rista ke Mushollah ya, Mbok. Soalnya disana kami mau manggil Bu Bidan sama Ustad Faiz. Nanti biar di periksa barengan saja.” Ujarnya


“ Ya sudah.. tapi Mbok ndak bisa ikut, ndak papa yo..?? Soalnya Kaki Mbok sudah nggak kuat jalan jauh.” Ujarnya yang membuat semua warga iba.


“ Ya wes, ndak papa Mbok. Mbok Sum istirahat saja. Kalau begitu kami semua pamit ya.” Ujar salah satu warga lagi yang langsung diangguki oleh Mbok Sum.


Warga pun mulai menggotong tubuh Rista menuju Mushollah. Mbok Sum masih melihat mereka sebelum kembali ke rumahnya.



Ia menghela nafas panjang. Entah apa, yang terjadi dengan Anaknya. Ia bukannya tidak mendengar, gosip para tetangga yang mengatakan kalau Ningsih gentayangan. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kematian anaknya sedikit tidak wajar, dan Ia yakin kalau Ningsih bangkit karena urusan itu belum selesai.



Di Mushollah, para warga sudah berkumpul disana. Mereka tinggal menunggu kedatangan warga lain yang menggotong Rista.


“ Itu mereka sudah dateng..”


“ Assalamualaikum..” Ujar salah satu warga yang menggotong Rista.


“ Waalaikum salam. Astaghfirullah.... Dia kenapa...??.” Tanya mereka, ketika melihat bekas cekikan di leher Rista.


“ Entahlah... apa mungkin dia kemalingan semalem..??.” Ujarnya.


“ Ustad Faiz sudah dateng..???.” Tanyanya lagi.


“ Sudah... Itu beliau masih sholat Duha di dalem. Kalau Bu Bidan, katanya sebentar lagi sampai.” Jawabnya.


“ Lohh... Katanya hanya bapak bapak Ronda yang pingsan..??.” Tanya Ustad Faiz ketika melihat Rista juga tengah tidak sadarkan diri.


“ Iya, Pak Ustad. Rista tadi di temukan sama Mbok Sum. Katanya dia sudah pingsan di lantai.” Jawab salah satu warga.


“ Ya sudah.. kalian tolong minumkan air ini ke mereka ya..” Suruhnya sambil menyerahkan sebotol air zam-zam ke salah satu warga.


Mamanpun langsung meminumkan air itu ke Bapak-bapak ronda. Dan dia menyuruh istrinya untuk meminumkannya pada Rista.



Setelah tak berapa lama, mereka semua akhirnya sadar. Semua kelihatan sangat lemas kecuali Rista. Dia menatap tajam ke arah warga.


“ KEMBALIKAN JARI BAYIKU.....!!!! ATAU....KALIAN AKAN KUBUNUH ......!!!! KEMBALIKAN JARI BAYIKU....!!!”

__ADS_1


__ADS_2