Kembalikan Jari Bayiku!!!

Kembalikan Jari Bayiku!!!
Penyempurnaan Tirakat-2


__ADS_3

“ KEMBALIKAN JARI BAYIKU.....!!!! ATAU....KALIAN AKAN KUBUNUH ......!!!! KEMBALIKAN JARI BAYIKU....!!!”


Mendengar ucapan itu sontak membuat semua warga yang hadir ketakutan. Tapi disisi lain, mereka juga tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Makhluk di tubuh Rista.


“G-gimana ini, Ustad..??? Kok Dek Rista jadi kayak gini..??.” Tanya Istri Maman yang sudah gemetar ketakutan ketika melihat Rista tengah menatapnya tajam.


“ Kamu ini siapa...??? Cepat keluar dari Tubuh wanita ini...!!!!!” Suruh Ustad Faiz dengan tegas. Ia langsung mendekat ke arah Rista ketika diberi jalan oleh Istri Maman.


“ KEMBALIKAN JARI BAYIKU...!!!!!” Ujarnya lagi dengan nada serak.


“ Kami tidak pernah mencuri apapun. Cepat keluar.. atau Aku yang akan memaksamu untuk keluar..!!!”Ancamnya yang membuat Makhluk di tubuh Rista tersenyum miring.


Melihat makhluk itu kekeh tidak ingin keluar. Ustad Faiz langsung memerintahkan warga laki-laki untuk memegang tubuh Rista, sedangkan dirinya tengah mencoba meraih Jari manis di Kaki Wanita itu.



Ia mulai membaca ayat Kursi dan Surat 3 Kul, yang ia baca berulang-ulang.


“ LEPAS....!!!! LEPASKAN AKU...!!!! AKU TIDAK AKAN KELUAR, SEBELUM KALIAN MENGEMBALIKAN JARI BAYIKU...!!!!”


Rista meronta-ronta cukup kuat, hingga membuat bapak-bapak yang memeganginya bersimbah keringat. Ia terus meronta seperti orang kesakitan dan kepanasan.



Ucapan Makhluk itu tak membuat Ustad Faiz gentar. Malah dia semakin bersemangat. Hingga akhirnya, tak beberapa lama kemudian Tubuh Rista lunglai dan Pingsan.


“ Alhamdulillah....” Ujar seluruh warga yang hadir saat itu.


Rista langsung diperiksa oleh Bu Bidan, yang memang sudah datang sedari tadi. Ia lalu memberikan obat yang sama dengan bapak Ronda yang pingsan tadi. Dan juga tak lupa, memberikan salep untuk bekas luka di lehernya.



Setalah Bu Bidan pulang, Warga kembali berkumpul dengan Ustad Faiz. Begitu banyak yang ingin mereka tanyakan, terutama perihal Teror yang dialami mereka semua setelah kematian Ningsih.


“ Ini bagaimana, Ustad..??? Kenapa Sosok wanita itu meminta kita untuk mengembalikan Jari bayinya..??? Padahal kita tidak tau apapun tentang hal itu.” Tanya salah satu Warga yang khawatir akan ada teror selanjutnya.


“ Yang perlu kalian lakukan saat ini, hanya berdo’a dan memperkuat ibadah kalian. Makhluk tak kasat mata itu, akan semakin kuat jika kalian merasa ketakutan. Masalah dia bilang menginginkan kembali Jari bayinya, Wallahu a’lam.. Kita tidak tau siapa yang berbuat sekeji itu. Biarkan si Pencuri itu yang mengembalikannya sendiri kepada pemiliknya.” Jawab Ustad Faiz dengan lembut namun tegas.

__ADS_1


“ S-sebenarnya... Kami pingsan, juga karena hal yang sama Ustad. Tadi malam, ada seorang wanita yang meminta tolong untuk mengembalikan Jari bayinya. Karena hanya saya yang ada disitu, Abdul dan Rusman bisa kabur dengan Bebas. Saya ditinggal sendirian dan akhirnya pingsan di Parit.” Jelas Hasan yang membuat seluruh Warga terkejut.


“ Gimana ceritanya kalian berpencar, dan kamu pingsan di Parit..?? Wong, Jelas-jelas aku nemuin kalian bertiga pingsan di Atas Kuburan Ningsih kok..!!” Bantah Warga yang menemukan keadaan mereka pertama kali.


“ K-kuburan Mbak Ningsih...??? T-tapi... Demi Allah... Kami gak ke makam sama sekali semalam. Bahkan Saya kira Abdul dan Rusman sudah lari ke rumahnya. Semalam kami hanya menjaga dari Pos Ronda saja, Pak.” Jawab Hasan, mencoba meyakinkan.


“ Apa... Jangan-jangan Arwah Ningsih yang sudah meneror kita ya..???.” Tanya salah satu warga.


“ Sudah.. Bapak-Bapak.. Ibu-ibu.... Tidak baik menuduh orang sembarangan. Dan yang perlu kalian ingat, kalau setiap manusia yang mati Arwahnya pasti sudah berada di Alam Barzah. Yang menakuti-nakuti kalian selama ini, hanya Jin Qorin yang berada di Tubuh Manusia selama manusia itu masih hidup.” Jawab Ustad Faiz menengahi.


“ Ya sudah... lebih baik kalian semua bubar. Dan mengantarkan Bapak-Bapak Ronda ini dan Juga Rista ke rumahnya. Saya juga mohon pamit pulang duluan ya.. karena harus mengajar Diniyah. Assalamuaalaikum..” Pamitnya yang langsung dijawab oleh warga.


“ Kenapa jadi Aneh kayak gini, Rus...???.” Tanya Abdul yang juga heran, mendapati kenyataan bahwa mereka pingsan di atas kuburan Ningsih.


“ Ndak Tau... Tapi yang pasti, Aku kapok meronda lagi..!!” Jawabnya pelan. Ia merasa tubuhnya masih lemas karena berlari semalam.


“ Sudah... Sudah... Ya sudah,, Bapak-Bapak.. Ayo kita antarkan mereka ke Rumahnya masing-masing.” Ujar salah satu warga yang langsung diangguki oleh warga lainnya.


\*\*\*\*\*\*


\_\_\_ Curug Naga \_\_\_


Berulang kali terdengar, Mbah Sirto mengucapkan hal itu. Hingga tiba-tiba, Suryono merasakan Bebatuan yang didudukinya bergetar hebat.



Ia takut..



Tapi tidak mungkin membuka mata. Ia tidak ingin semua usahanya berakhir sia-sia. Ia juga tidak mau berakhir dengan menjadi santapan sepasang Naga itu.


GGGGGHHHRRRRRRR.....


Tampak terdengar suara geraman di sampingnya.


“ Bukalah Matamu, Cah Bagus... Nogo Wiroksono sudah ada di Hadapanmu..” Ujar Mbah Sirto yang terlihat sudah bersimpuh tak jauh di sampingnya.

__ADS_1


Suryono membuka matanya perlahan. Tampak Manusia yang berpakaian kerajaan tengah berdiri di hadapannya. Satu orang laki-laki yang tampan, dan satu orang wanita yang sangat cantik. Mereka berparas ayu, namun menatap dengan bengis dan tanpa senyum sama sekali.



Suryono langsung menunduk takut. Dan ketakutannya semakin menjadi...



Ketika matanya bertemu dengan bagian bawah dua orang itu,. yang ternyata tetap bertubuh ular.


“ Apa yang kamu inginkan, Cah Bagus....???.” Tanya sang wanita yang tiba-tiba mengelus dada Suryono yang telanjang.


AAHHH.......


Suryono ingin sekali berteriak, tapi Ia takut kalau itu justru membuat sang Naga akan marah.


“ Saya ingin ajian Hilang Rogo, Nogo Ratu.” Ujarnya yang masih terus menahan kegelian ketika wanita itu terus mengelus dada telanjangnya dengan Tangan lentiknya.


“ Apa Kamu sudah memenuhi syarat-syaratnya...???.”


Kini giliran sang lelaki yang bertanya. Tampak tidak ada kelembutan sama sekali di wajahnya.


“ Sudahh, Kanjeng Prabu.. Cah Bagus ini sudah menyiapkan Persyaratan utamanya.” Jawab Mbah Sirto yang langsung mendekat ke arah Suryono, dan memberikan Jari Bayi Ningsih kepada sang lelaki.


“ Baiklah... Persyaratan utama sudah kamu penuhi.. maka tinggal persyaratan yang lain.. Sirto.. Tolong sampaikan pada lelaki ini..!!” Suruh sang Prabu.


“ Baik, Kanjeng Prabu...”


Suryono meneguk ludah.. Tangan wanita yang ada di hadapannya itu benar-benar tidak berhenti mengelus dada telanjangnya.


“ Harus tahan, Suryono.... Ingat... Rista tengah menunggumu Pulang dengan banyak uang..” Ujarnya dalam hati, untuk menyemangati dirinya sendiri.


“ Sur... Menurut Tutur sang Prabu kamu sudah lolos di Persyaratan yang utama. Sekarang, hanya tinggal menyempurnaka Tirakat kamu saja. Agar si Punya Jari dan Ibunya itu, tidak bisa menganggumu. Karena dia bisa saja akan mencari dan bukan tidak mungkin dia akan membunuhmu.” Jelas Mbah Sirto.


“ I-iya, Mbah..” Jawab Suryono gemetar.


“ Penyempurnaan Tirakat ini. Karena kamu adalah laki-laki, maka kamu harus berhubungan badan dengan Kanjeng Ratu Nogo Wiraksono..” Ujarnya yang membuat Suryono membelalakkan mata.

__ADS_1


“ A-apa Mbah,....??? Bersetubuh...????.”


__ADS_2