
Sedari masih muda aku sudah terbiasa tidur dengan bertelanjang dada, entah apa alasan pastinya aku juga kurang tau yang jelas aku kurang begitu suka dengan hawa panas.
Ternyata terdapat beberapa manfaat bagi kesehatan kenapa pria suka tidur bertelanjang dada, Hal ini dikarenakan pakaian yang di kenakan sulit beradaptasi pada suhu tubuh, sehingga terkadang hal ini mengakibatkan perasaan gelisah ketika tertidur. Nah, tidur tanpa mengenakan pakaian meningkatkan kualitas yang lebih baik.
Pria yang tidur dengan kondisi telanjang akan terbebas dari stres yang mengintai setiap harinya. Selain itu, ia juga akan merasa rileks, sehingga hal ini dapat memperlambat proses penuaan pada pria.
Kualitas ****** bergantung pada kondisi suhu ruangan. Ketika testis dalam kondisi suhu yang tinggi, maka kualitas ****** yang dihasilkan akan turun. Oleh sebab itu, tidur dengan kondisi telanjang dapat membantu testis mendapatkan suhu yang ideal.
Bagi pria yang memiliki pasangan, tidur tanpa mengenakan pakaian akan membuat psikologi meningkat menjadi lebih baik. Hal ini diakibatkan lantaran hormon oksitosin terlepas ketika bersentuhan dengan pasangan. Selain itu, metabolisme pada tubuh juga akan meningkat.
Kelembapan pakaian dalam berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri serta mikroorganisme lainnya. Hal ini tentu saja akan dapat membuat kita merasa gatal pada bagian tertentu. Sehingga, melepas pakaian dan celana dalam ketika tidur dapat meminimalisasi resiko infeksi bahkan iritasi pada alat kelamin.
---
“Gimana Mal ? Sudah mantap sama Yuanita ?” Mama adalah orang yang paling gencar mencarikanku jodoh pada saat ini
“Demi Leona ma, insya Allah sudah”
“Jangan demi Leona, apapun harus didasarkan sama kamu. Ke relaan kamu, anakmu masih kecil belum begitu mengerti. Selagi kamu nyaman, ridho insya Allah anakmu juga ngrasa terlindungi akan adanya ibu baru nantinya”
“Cinta bisa datang karna terbiasa ma, pasti bisa lah. Bukan niat hati membandingkan dulu kan juga begitu”
“Cinta memang datang karna terbiasa. Tapi kalo dari awal kamu sudah ada niat pasti kamu akan mudah menerima, tapi kalo dari awal pun kamu tidak tertarik walau dipaksa pun kamu akan merasa mencari celah kesalahan dari
dia. Meski banyak baiknya, sembilan banding satu tapi kamu pasti akan lebih mengingat hal buruknya”
Ya semoga saja aku tak pernah membandingkan baik dan buruknya seseorang, manusia tak ada yang sempurna. Dua insan bersatu semoga bisa saling melengkapi pada bidangnya masing – masing.
“Jangan sibuk mencari yang lebih baik, kamu nanti nggak bakal ketemu dengan yang terbaik. Pasangan yang sempurna itu bukan di cari tapi di bentuk” Kalimat yang selalu keluar dari mulut sahabatku, yang masih teringat
sampai sekarang
__ADS_1
---
Hari ini setelah siaran, Yuanita ada rapat penting dengan atasannya. Menjelang makan siang baru selesai, dan aku berniat menjemput sekalian pergi belanja atau entah kemana nantinya.
Kebetulan hari ini dia berangkat naik mobil online, mobil kesayangannya lagi masuk rumah sakit entah ada penyakit apa aku belum tau dan bertanya.
Mobil baru saja mendarat dengan mulus di pelataran depan gedung televisi swasta tersebut, belum sempat aku keluar sepasang mata indahku tertuju pada wanita yang tinggi semampai berlari ke arah mobilku dengan wajah yang ditutupi telapak tangan, kurang lebih seperti anak TK yang sedang belajar hormat saat pelajaran olahraga.
“Ngapain di tutupin wajahnya ?”
“Malu tau kalo ada yang sampek tau”
“Apa memang aku se menjijikan itu sampai kamu malu seperti ini” Tanyaku dengan sedikit geram, tapi masih mampu menyimpan amarah. Wanita bukan tandingan untuk marah, dan tidak sepantasnya kaum laki – laki berbicara kasar atau mungkin sampai membentak dan bermain kasar. Itu bukan prinsipku sekali.
“Bukan gitu, kan aku nggak pernah dekat dengan lelaki. Kalo ini sampai ada yang tau gimana ? malah kamu sudah memintaku untuk serius denganmu. Takut mereka jantungan” Kilahnya dengan mencoba tetap tenang dengan bersandar pada kursi penumpang disampingku.
Tak lagi ku tanggapi, dari pada ribut lebih baik aku diam. Bukan berarti aku kalah, tapi aku mengalah tak suka memperpanjang masalah yang sebenarnya hanya sepucuk jari saja.
Tak sampai setengah jam, mobil berbelok menuju parkiran Mall belanja yang terdapat rumah makan khas negri sakura, pasti kalian semua sudah begitu familiar dengan olahan nasi gulung ini.
“Kapan aku bisa ketemu orang tua kamu?”
“Kamu sudah siap segala konsekuensi nya kan?”
“Siap, aku sudah siap apapun nantinya”
“Bulan depan aku cuti, mau pulang ke kampung. Kalo kamu ada waktu bisa sekalian waktu itu”
“Boleh. Kabari saja tanggalnya, akan ku kosongkan jadwalku saat itu”
Makanan yang kami pesan telah datang, suasana kembali hening menyapa. Tak ada pembicaraan yang mampu ku ucap.
__ADS_1
Bukan cuek atau apa, tapi memang kelemahanku berbicara dengan lawan jenis. Banyak orang bilang, kalo bicara dengan kekasih coba tatap matanya. Jangankan mata, menatap wajahpun aku tak sebegitu beraninya.
Saat tak sengaja mencoba menatapnya, di pucuk bibirnya terselip kotoran dari makanan. Entah dapat bisikan dari mana, tanganku refleks bergerak ke arahnya dengan sangat dramatis mencoba membersihkan.
Ibu jariku telah mendarat dengan sempurna dan dengan sangat hati – hati mencoba membersihkan sisa makanan tersebut.
Jantung terasa berdetak kencang dan makin tak beraturan, seperti habis mengitari GBK 10 kali. Mungkin jika suasana sepi senyap, mbak mbak penjaga kasir di seberang sana akan dengan sangat mudah mendengarkan detak jantungku yang menari dengan sangat menggila ini.
“Terima Kasih” Ucapnya dengan pipi memerah, entah karena malu akan tingkahnya saat makan atau karna memang sudah lama juga dia tidak diperhatikan oleh laki – laki seperti saat ini.
Segera ku tarik kembali tanganku sembari menganggukan kepala, bibirnya terasa tebal
dan kenyal.
Menurut Haner, bentuk bibir dikaitkan dengan seberapa banyak orang peduli terhadap orang lain dan untuk wanita, dia ingin menjadi ibu.
Orang-orang dengan bentuk bibir ini cenderung mementingkan orang lain dari pada diri mereka sendiri dan merasa senang melakukannya.
Haner mengatakan bahwa orang ini juga ingin dikelilingi dengan teman yang baik dan dia juga punya koneksi yang baik dengan orang lain. Mereka benar-benar menghargai hubungan.
Semoga pendapat dari ahli tersebut benar adanya, semoga Yuanita peduli dengan anakku Leona, dan bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk anak – anak kami nantinya.
Doa dan harapan baik kini mulai ku rangkai, pandangan rumah tangga harmonis sudah menari – nari di fikiran ingin sekali ku tata juga sedari dini.
Aku percaya jika jalan yang ku pilih lancar, ini semua berkat Ridho dan Restu dari Allah dan pastinya berkat orang tua juga yang tak pernah lelah memanjatkan doa terbaik untuk kehidupan anak – anaknya.
---
**Bersambung\~ **
Bantu Suport hasil halu ku ya,
__ADS_1
semoga bisa jadi teman ngeteh
Salam, Alleya !