Kesayangan CEO Dingin

Kesayangan CEO Dingin
Siti kesal...


__ADS_3

'Jadi kalian berlima harus mengikuti dan mendukung setiap Langkah Lili karena bila Mamah sudah tak ada kalianlah yang bertugas menjaganya ucap Novita berlalu menuju tempat Barbeque untuk memulai lomba.'


'Kenapa mamah berkata seperti itu ucap Leo.'


'Jangan mikir macem-macem mungkin mamah cuma ngasih nasihat kan emang bemar gimana juga sejak Papah ga ada yang bisa menjaga Lili dan Mamah kita semua walau nanti Lili punya suami kita harus tetap kita harus men jaga Bunga Hadinigrat ucap Andika' berusa menenangkan saudara nya itu namun di hatinya ucapnya sangat perih karena kenyataan memang tak sesuai dwngan apa yang diharapkan.'


Kelompok Lili..


' Sayang ku Stella kamu cukup duduk aja biar kami semua yang ngerjain ucap Alex sembari mengambil alih pekerjaan Lili yang hendak membuat bumbu barbeque yah bumbunya harus di buat sendiri dan memang itu peraturannya dan urusan bumbu masakan Lili sangat suka membuatnya..'


"Apaan sich sayang,sayang pala lu peyang .


Aku aja yang buat bumbunya pa CEO' Kutub Utara' mending bantuin Ka Dika,Ka Leo sama Pak Andreas sana bersihin seafood sekalian tinta cuminya bersihin ucap Lili memerintah'


'Ka Brian sini donk yang ngerjain bersihin cumi nya Pa Alex aja ucap Lili'


"Kok gitu mending dia aja yang bersihin cumi aku nemenin kamu aja bikin bumbunya sayang ucap Alex Protes"


"Pak Alex yang terhormat ,Pak Alex ga akan bisa karena resep dan bumbu barbeque ini spesial cuma Ka Brian yang bisa bantu udah sana ucap Lili."

__ADS_1


"Cepet Sini Lex,batuin bersihin lihatin yang lain udah tinggal nusukin bahan barbeque nya kita ga boleh Kalah ucap Leo yang juga sibuk bersama anggota kelompok lain sedang mencuci bahan mentah untuk barbeque"


Dwngan terpaksa Alex pun datang pada anggota kelompok lain apalagi ini perintah dari Kakak Iparnya itu.


"Kak Brian cuci tangan dulu ich tangannya bau cumi ucap Lili.”


"Udah tadi Li udah bersih banget ibarat kata mah bekilau .


Li kamu yakin bisa ngulek bumbunya kan bisa pake blender ?ucap Brian."


"Aduh Kak kali di blender kurang enak mensing di ulek pasti harum bumbunya ucap Lili"


Kelompok Rian..


'Peremouan yang sangat menyebalkan apa dia ga tau gue paling benci nyuci cumi apalagi bau nya ga enak begitulah Runtuk Rian namun dia hanya diam karena baginya itu sangat menjijikan."


"Heran yah itu Ka Rian kenapa sich kok ga mau bantuin bikin kesel aja ucap Siti dia pun membuat bumbu namun karena kesal Aiti oun membawa seekor cumi lalu menghampiri Rian.'


'Mau ngapain kamu sana jauh -jauh bahwa mahluk bau itu pergi ucap Rian yang memang jijik melihat cumi itu apalagi baunya sangat menyengat begitulah ucapan Rian'

__ADS_1


'Ahah aku tau caranya biar mau bantuin ,bukannya menjauh Siti semakin mendekat danenjulurkan cumi itu ke wajah Rian sembari mengejar Rian.'


'Berhenti disana peremouan menyebalkan,jauhkan itu ucap Rian yang berlari menuju salah Satu 'Saung ' kecil yang memang di persiapkan untuk keluarga Hadinigrat bipa bekumoul dan merayakan sesuatu biasanya saung kecil itu di pakai untuk anak-anak remaja yang ingin menikmati suasana sepi dari hiruk pikuk acara yang keluarga Hadinigrat adakan.'


'Baik akan aku turuti tapi dengan syarat Kak Rian bantuin aku bersihin bahan yang lain cuminya biar aku yang bersihin ucap Siti.'


Ya Rian nampak sangat malas beranjak .


'Cepetan sini ucap Siti sembari menjewer kuping Rian tanpa agar mempercepat langkahnya menuju area lomba.'


'Iya,iya sakit ini lepasin cepat ucap Rian berusaha berontak walau tanpa menggunakan tenaganya karena baginya sangat anti menyakiti oeremouan dia hanya berusah menepis tangan Siti namun apa daya Siti itu ahli bela diri sehingga tenaganya lumayan kuat dan Rian pun hanya mengikuti saja pada akhirnya.


Siti terus saja menjewer kuping Rian seakan tak peduli akan ucapan Rian dalam.pikirannya harus menang lomba.


Namun ketika mereka kembali semua mata melihat kearah mereka sunggu pemandangan yangblangka seorang Bos mafia mau di jewer oleh Perempuan.


'Hahaha Ka Rian kenapa Sit,kok di jewer gitu ucap Lili.'


'Apa? ucap Siti sembari melihat ke arah Rian dirinya kaget bukanain bagaimana dia berlaku seprti itu pada Kakak dari sahabatnya itu sungguh jadi hal yang menyeramkan karena Siti merasakan hawa seram dari sosok lelaki ini ketika dia melihat ke arah Kakak Sahabatnya itu.'

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit


Mampir ke karyaku yang lain


__ADS_2