Kesayangan CEO Dingin

Kesayangan CEO Dingin
Kemarahan Novita


__ADS_3

'Yah Mah,makasih selalu memberikan kekuatan dan selalu menjadi kepala dan menjadi pelindung kami semua ,Raian sayang sama mamah ucap Rian sembari memeluk Sang Mamah.'


3 bulqn kemudian...


''Mamah kapan kita pulang Lili udah bosen di Rumah Sakit aja'


Ka Rian mana mah? ucap Lili'


'Sabar ya sayang mamah,kuta nunggu hasil pemeriksaan terakhir kamu Kak Rian lagi ngomong sama Dokternya ucap Novita.'


'Ah elah lama banget sich mah,Lili udah kangen sama 'My Blue Room' ucap Lili.'


Putri kesayangan Hadinigrat sudah kembali sehat dan kini Likibsedang bersiap hendak pulang karena bagi Lili berada di Rumah Sakit ini rasanya sangat mengerikan aroma obat- obatan semakin menyeruak dan Lili sudah tidak sabar meninggalkan temoat dimana dia menjalani pengobatan selama 3 bulan memang ingatannya sudah membaik namun belum sepenuhnya Lili masih belum mengingat apa yang dia alami sebelum mendapatkan perawatan disini.


Dokter pun mwmberitahukan mungkin ingatan tentang kejadian memilukan itu lebih baik tidak di ingat sama sekali karena keadaan Lili audah stabil dan memorinya twntang sahabat dan Kakak nya serta para calon Tunangannya memang sudah kembali.


'Gimana Rian apa Lili sudah boleh pulang ke rumah sepertinya adikmu sangat merindukan kamarnya ucap Novita.'


'Udah bisa kok mah,semua aman dan kita hanya perlu menghindari pemicu yang menyebabkan Lili mengalami ini ucap Rian yang mendekat ke Sang mamah sembari berbisik.'


,karena Sang Mamah memang berada dekat Lili namun Sang adik masih masa bodo dengan ucapan yang di bicarakan Kakanya itu karena keinginan pulang ke rumah dan segala rencana yang dia siapkan berputar di kepalanya.'


'Kak lama banget ngomongin apaan sama mamah udah bisa pulang kan cepetan ich Lili pengen rebahan di kamar Lili bosan rasanya hanya rebahan di kasir rumah sakit ucap Lili protes.'


'????Sabar donk nona 'Blak-blakan' apa beda nya kali tidur di kamar sama disini toh semua ruangan ini juga di desain ulang dan di samain sama kamar kamu ucap Billy.'

__ADS_1


-'Ich apaan sich Ka Billy,walau sama kaya kamar Lili tapi tetap aja beda kali.


Kalo disini itu kamar nya bau obat-obatan nah kalo kamar aku itu harum Coklat heran gitu aja ga bisa bedain ucap Lili membalas ucapan Billy.'


'Ich Coklat sich harum dimana-mana yang harum itu bau bunga sama bau buah-buahan lah ini coklat yeh ejek Billy lagi.'


'Emang kenapa kalo coklat,suka- suka donk .


Kamar yah kamar aku kenapa malah Ka Billy yang sewot Kamar Kak Billy aja yang bau Vanilla ga pernah Lili urusin kenapa kamar Lili jadi urusan Kak Billy wlekk..ucap Lili sembari memeletkan lidahnya.'


"Aduh kalian ini kenapa sich berantem aja.


Heran mamah.


Kamu juga Billy baru juga dateng udah nyari ribut sama adik kamu .


"Kenapa Billy yang di salahin mah kan Billy cuma ngomong apa adanya jadi orang kok ga sabaran .


Apa kabar nanti Suaminya pasti susah ngadepin sikap Lili yang kaya gitu ucap Billy kesal."


"Yeh ngapain juga mikirin Calon Suami Lili.


Ya kalo mau jadi suami Lili yah harus nerima Lili apa adanya bukan ada apanya .


Lagian Lili ga akan sembarangan milih suami Kali huh ."

__ADS_1


..."Udah dek kapan beresnya berantem nya kalo gini jadi pulang ga ini ....


Kalo ga jadi pulang ya udah terusin berantemnya Mamah sama Ka Rian mau lihatin aja gimana ucap Rian."


'Jadilah Kak ,lagi yang mulai duluan Ka Billy tuch ngajakin Lili berantem.


Kalo ada yang ngajakin ribut sich Lili juga ga takut kali Lili jabanin kok ucap Lili.'


" Stella Liliana Hadinigrat" ucap Novita sekali ucap."


"Mendengar itu Lili pun menutup mulut nya rapat- rapat karena bila Sang Mamah sudah memanggil nama lengkap pasti udah hampir meledak kan bisa kacau kalo Sang Mamah marah siap-siap aja kena omelan dari A sampai Z bahkan Sang Mamah bisa ngomel panjang Kali lebar di tambah tanpa tanda baca bisa pengang kuping nya belum lagi tatapan matikan dari para Kakak-kakak nya karena kalo Sang Ratu sudah marah ga boleh ada yang keluar rumah termasuk dulu ketika Sang Almarhum Raja masih ada karena itu sudah peraturan yang ada."


Kik..Kik..


nampak Billy tertawa kecil walau nyaris tak terdengar Sang Mamah namun Rian dan Lili mengetahui bahwa Billy sesang mengejek kepada Sang Adik Perempuan.


"Lili dengan segera memelototkan matanya dan memberikan tatapan matikan pada Sang Kakak matanya nyaris keluar."


'Billy pun terdiam karena dia tau betul Sang Adik Perempuannya yang Cantik sedang memberikannya peringatan untuk diam."


"Jadi kalian mau pulang apa ga ?"


"Kalo kalian masih berantem dan ga mau pulang mamah ga keberatan mengurung kalian berdua di Ruangan ini apa itu kemauan kalian hah ucap Novita yang marah ."


Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit..

__ADS_1


Mamoir ke karyaku yang lain


__ADS_2