Kesayangan CEO Dingin

Kesayangan CEO Dingin
Skakmat ! Billy marah.


__ADS_3

Jangan menyalahkan mereka ,bagaimana aku tak menyalahkan mereka ,bagaimana kak?


Kenyataan mereka lah penyebab adik perempuan kita terluka dan sekarang menyakiti mamah,apa ini yang nama nya menyalahkan?


Bukan menyalahkan Kak tapi memang itu kenyataannya?


Bila saja aku tau keluarga kita akan mengalami ini bukankah lebih baik kita tidak menyetujui perihal lamaran mereka untuk Lili Kak?


Ucap Andika masih dengan emosi yang meledak-ledak...


Tahan emosimu sekarang yang terpenting kita menjaga keluarga kita urusan tentang keluarga Wijaya akan di urus Ka Rian.


Apa kita salah kak menerima perjodohan Lili.


Lalu apa salah adik perempuan kita hinggaengalami semua ini.


Tenanglah.


Apa yang jadi keputusan Mamah dan Ka Rian pasti takkan salah ,tetapi yang harusnya di salahkan adalah Willy karena semua ini juga tanpa sepengetahuan keluarga Wijaya.


Tetapi ini jyga kesalahan keluarga Wijaya.


Mereka tidak berhak menyakiti adikku Kak ucap Andika.


Dek tolong jangan membuat masalah ini semakin kacau apa dengan menyalahkan Keluarga Wijaya Lili dan Mamah akan kembali seperti sediakala,mungkin hubungan kedua keluarga akan sedikit menjauh dan tak bisa kembali seperti sedia kala.


Tapi satuhal yang pasti kita harus bisa memaafkan mereka ,Ingatlah mamah selalu mengajarkan untuk memaafkan siapapun walau kenyataannya hati kita terluka.


Sekarang yang perlu kita lakukan adalah selalu mendampingi Mamah dan selalu memberikan kekuatan untuk Lili ucap Lukki.


"Iya Kak."


Mereka pun menuju lorong ruangan Lili yang berada di dekat ruangan Bu Novita.


Gimana keadaan Lili Kak ucap Andika bertanya pada Rian.


Masih sama Dek.


Kak kau busa istirahat di ruangan Mamah sepertinya kau kelelahan wajah mu nampak pucat .


Tidak ,bagaimana caranya bisa istirahat sementara mamah dan Lili sedang tidak baik.


Ah elah Kak ngeyel banget di bilangin kan ada gue,Lukki sama Andika disini lagian Kak Rian ga usah khawatir sekarang istirahat sana setidaknya kita bisa gantian jaga lihat itu muka udah jelas kelelahan sejak seminggu lalu belum istirahat .

__ADS_1


Inget sekarang kesehatan penting karena kalo semua kelelahan trus pada ngedrop yang jagain mereka siapa .


Wih tumben loe ngomong bener biasanya juga loe masa bodo,kerjaannya cuma berantem sama Lili ucap Lukki.


Ich gue heran sama loe giliran gue cuek loe bilang jangan terlalu cuek jadi orang.


Giliran gue perhatian dibilang tumben ,aneh banget sich serba salah gue.


Lagian emang salah yah emang gitu kan wajah Kak Rian pucet banget udah Kaya orang ga punya darah ucap Billy.


Tapi apa yang di omongin Kak Billy bener kok kayanya mau ga mau Kak Rian harus Istirahat dari pada sakit ntar gimana udah sana istirahat Kak tenang aja .


Kita bisa gantian kalo misal ada apa-apa pasti langsung kita bangunin ucap Andika..


Ya udah Kakak istirahat dulu di kamar mamah kalo ada apa-apa bangunin kalian janji kan.


Tenang aja pasti kita bangunin ucap Andika.


Halo Pah Cepetan le Rumah Sakit ada yang penting mau di omongin itulah ucapan Singkat dan padat dan tanpa basa-basi dari Tante Rani ibu sambung Alex.


Emang siapa yang sakit sich mah ucap Dani ayah Alex dan anak Tertua dari Keluarga Wijaya.


Papah baru nyampe rumah cape banget ini Mah.


Aduh ga usah manja ini ada hubungannya sama menantu kita.


Apa menantu kita emang Lili kenapa mah?


Nanti di jelasin cepetan kesini mamah tunggu.


Ya ampun ada apa sama Lili ,panik bemer pasti ada yang ga beres.


Dengan segera Dani mengendarai mobil menujubRumah Sakit.


Ah lepasin saya,lepasin ..


Semua kakak Lili yang berada di lorong masuk dan menekan tombol Merah di atas tempat tidur Lili..


Sayang kamu kenapa ucap Andika yang langsung memeluk Lili sementara Billy dan Lukki menunggu dokter yang tak kunjung datang gelisah mereka nampak bolak-balik bak setrikaan.


Ceklek ..


Apa-apaan kenapa kau lama sekali Dok apa kau harus di pindah tugaskan dari sini ucap Andika.

__ADS_1


Maafkan kami Bos.


Tadi ada pasien darurat dan harus di tangani segera dan Dokter lain sedang sibuk.ucap Dokter Dikri .


Kau sudah kami peringatkan bahwa kau hanya akan menanggani adikku tapi kau mengabaikannya apa bayaran yang kami berikan masih kurang hah emosi Andika sungguh meledak karena Sang Dokter menanggapi panggilan mereka dengan lambat.


Sudah lah Dek tahan emosimu ,kau akan memarahi nya atau membiarkannya memeriksa Lili.


Wajar dia mengutamakan pasien darurat,karena udah jadi tanggung jawabnya untuk menyelamatkan orang lagi kan duluan pasien itu yang membutuhkan pertolongan.ucap Lukki.


Baiklah cepet periksa adikku bila sesuatu terjadi karena kau bergerak lambat maka bersiaplah keluar dari Rumah Sakit Ini ucap Andika.


Loe juga Kak ngapain sich sok belain itu dokter.


Andika hentikan amarahmu ,jangan mempermasalahkan hal kecil.


Bukankah sekarang Lili sedang di periksa.


Bila kau tak bisa tenang kau pergilah ke ruangan mamah dan istirahatlah Lili butuh ketenanggan kalian mengerti?


Bukan hanya kalian yang marah tapi gue juga cuma gue tahan biarkan Dokter Dikri bekerja .


SkakMat.


Semua yang di ruangan itu terdiam karena biasanya Billy jarang sekali marah kini Billy marah yang bisa Lukki dan Andika lakukan hanya diam biasanya Billy hanya menegur dengan sedikit gurauan tapi kini benar-benar marah besar.


Loe sich maen marah aja ,macan ngamukan ucap Lukki menyalahkan Andika.


Ya habis emisi gue ucap Andika.


Hemmm.


Lukki dan Andika serempak menoleh dan mendapati tatapan tajam dari Billy.


Mereka pun segera keluar ruangan agar tak kena amuk Kakak nya yang bila marah seperti Beruang yang terganggu saat Hibernasi.


Sorry baru Up..


Mohon doanya biar Author sehat.


Kalo ada kekurangan atau apapun bisa komen yah.


Jangan Lupa Like dan Tambah Favorit.

__ADS_1


__ADS_2